December 20, 2010

TOEFL

Hari ini gue abis TOEFL (Test of English as a Foreign Language) di sekolah.
Jujur gue nggak siap dengan tes ini, gue ngerasa begitu cepat padahal gue baru akan mempersiapkan untuk mendalami buku TOEFL yang gue punya setelah semseteran ini, tapi ternyata nggak sampe seminggu pasca semesteran TOEFL inipun diadain.
Sebelumnya, gue ikutan workshop di hari Jumat. Di situ dijelasin trik-trik menebak
jawaban secara intelektual, juga strategi yang harus kita jalankan saat TOEFL.

Yang pertama lo harus pinter mencuri waktu, dan yang paling utama adalah mempersiapkan telinga lo. Yang terakhir ini rasanya sulit, yah tahu sendiri telinga gue tuh parah banget dalam mencerna pembicaraan dalam bahasa inggris, ditambah lagi metode belajar gue kan visual bukan audio jadi susah ngikutin tes di bagian listening, akhirnya gue memilih jawaban yang kira-kira kuping gue tangkep aja.
And yuou must know readers, gue mengkotak-kotakan jawaban? Hee? Jangan bingung, karena lembar jawaban yang umumnya bulat lalu harus dihitamkan, ini beda. Ini berbentuk kotak dan harus dihitamkan. Rasanya pegel banget. Asli berantakan juga itu gue menghitamkannya.

Setelah menjawab 50 soal listening, kita beranjak ke Section 2 : Structure and Written Expression. Ya selamat berpusing-pusing ria, menebak sesuka hati gue dan mengikuti instinct liar gue yang jarang banget hoki. 40 soal section 2 udah terjawab, lalu gue nggak tahu apakah sudah diizinkan untuk mengerjakan—section 3 : Reading Comprehension—atau belum. Guepun mulai membaca teks dengan trik yang udah diajarkan pada saat workshop, dengan santai memulai menjawab. Lalu lama sekali dan pengawas nggak memberikan instruksi untuk mengerjakan section 3 hingga tiba-tiba, si pengawas berkata “waktunya tinggal 15 menit lagi”. What?? SH*T. gue baru sampe nomor 22 dari 50 nomor dan dia bilang tinggal 15 menit lagi?

Gue kelimpungan. Jadi ternyata nggak ada instruksi untuk mengerjakan section 3? Jadi kita boleh ngerjain tanpa instruksi dari dia? Aduhh parah banget, apa tadi dia udah bilang dan gue telinga gue nggak berfungsi sebagaimana mestinya?
Gue ngebut..gue mulai mencari soal yang intinya menanyakan … wait…skip !!

Ada tragedy di rumah gue, tepatnya beberapa langkah dari tempat gue bersarang membuat postingan ini. Adek gue, si YDW, berumur 101 bulan, dia baru saja meninggalkan kotorannya di lantai yang jaraknya hanya beberapa langkah dari gue ini. KOTORANNYA saudara-saudara? Hasil olahan makanannya? Alias feses saudara-saudara, gila banget deh adek gue yang saking kebeletnya ini.

Ok back to the topic.

Gue mencari soal yang intinya menanyakan persamaan kata atau maksud.
Lalu gue mencoba menjawab soal lain dengan sekilas membaca teks yang panjangnya kaya rel kereta api.
Lalu si pengawas berkata lagi “Waktunya tinggal 5 menit lagi”. Argghh gue bergegas untuk berusaha menjawab, dan saat pengawas mengatakan “Waktu tinggal 2 menit lagi” sementara masih ada sekitar lebih dari 10 soal yang belum gue jawab, guepun menjawab asal. Mengkotak-kotakkan jawaban tanpa melihat lembar soal, atau sekedar melihat pilihan jawaban. Aduh pasrah aja deh gue, toh gue udah berusaha belajar semalemnya.

Jadi, total soal yang gue kerjakan berjumlah 140 soal dalam waktu 120 menit dengan duduk di kursi tanpa meja, melainkan memangku papan alas yang gue bawa dari rumah, mengkotak-kotakkan jawaban.

Just one word : PEGELLLL

Bahkan sampai gue melakukan posting ini, entah kenapa kaki gue masih tersa pegal dan sakit seluruh tubuh. Ck

Gue pesimis untuk hasil yang memuaskan, tapi gue berharap…berharap pada keajaiban ? …mungkin…entahlah

0 comments:

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis