May 28, 2014

Pemeran Utama



Pemeran Utama
by Raisa

Ya aku mengerti betapa sulit untuk kembali
Dan mempercayai penipu ini sekali lagi

Pemeran utama hati
Pemicu detak jantung ini
Baru kini kusadari
Setelah berlayar pergi
Itu kamu

Ya aku wanita
Yang seharusnya lebih perasa
Tapi malah aku mencabik
Lukai kau yang baik
Dan buat hatimu sakit
Meski malu untuk akui
Aku mau..
Kau kembali

Pemeran utama hati
Pemicu detak jantung ini
Baru kini ku sadari
Setelah berlayar pergi

Pemicu detak jantung ini
Baru kini ku sadari
Setelah berlayar pergi Itu kamu


Menulari Kebahagiaan



Hai haiiiii
Terima kasih untuk setia mengakses ceritafitriaa.blogspot.com meski hampir  1 bulan ini tidak ada postingan baru. Terima kasih untuk kamu—siapapun itu—yang setia bolak balik ke halaman ini tapi masih belum menemukan hal baru. Dan sepertinya saya berada di situasi yang sama seperti readers. Bolak-balik ke halaman Ms.Word tapi belum bisa menuliskan sesuatu yang bisa dishare di blog. Saya tidak ingin berdalih dengan alasan sibuk ini atau itu, karena honestly I have trouble with myself.
Karena nggak enak badan itu sudah terlalu mainstream, maka saya mau bilang kalau saya sedang nggak enak perasaan belakangan ini. Waktu untuk menulis sebenarnya bisa saja saya selipkan, sayangnya setiap mencoba menulis, perasaan senang tidak terselip. Alhasil memilih tanda merah di kanan atas (re : menutup Ms.Word). Dan saat saya sedang menulis postingan ini, ada perasaan yang lebih baik sedang terselip,  maka dari itu langsung menuangkan dalam postingan ini.
Dari peristiwa kecil ini, saya menjadi sadar akan suatu hal kalau mereka yang bisa terus menyemangati dan menceritakan hal-hal postif dalam kehidupan adalah mereka yang sedang berada dalam keadaan bahagia, senang sentosa. Mereka yang sedang menyimpan kebahagiaan—entah apa nama dan asalnya—mampu berpikir positif, menceramahi, memotivasi dan membagikannya kepada orang lain.
Saya ingat kalau beberapa postingan saya yang pernah ada, khususnya yang berkesan membagi pikiran positif dilatarbelakangi peristiwa bahagia di belakangnya, kemudian saya menggali pikran posiftif lain di dalamnya.
Saat seseorang terjebak dalam masalah yang sangat memberatkan dirinya hingga kehilangan motivasi pada diri sendiri, maka dia juga tidak mampu membagikan hal positif lain ke orang di sekitarnya. Bagaimana tidak ? Menyemangati diri sendiri saja merasa tak mampu, apalagi membagi pikiran postif kepada orang lain dan menyemangatinya.
That’s why postingan yang sifatnya menggurui, memotivasi, menceramahi dan membagi pikiran positif yang (mungkin) ditulis oleh orang yang sedang bahagia dapat membantu orang lain yang sedang tidak mampu memotivasi dirinya sendiri. Hal itu nggak salah kok, bahkan sangat benar.
Saat kita diliputi perasaan bahagia, ada baiknya kita membagi kebahagiaan kita dengan orang lain. Atau dengan bentuk lain yang lebih bermanfaat. Kalau diistilahkan, maka hal ini sama saja dengan tidak selalu meninggalkan atau melupakanNya di kala kita sedang memperoleh kebahagiaan yang melimpah. Berdoa itu bukan hanya di saat sedang tertimpa bencana atau masalah, tapi berdoa itu lebih penting di kala kamu sedang diliputi rasa bahagia, agar di kala kamu mengalami masalah Allah akan mengangkat masalah itu  dengan segera.
Nah, mulai sekarang mari tularkan kebahagiaan dan energy positifmu ke orang orang sekitar agar suatu saat di kala kamu membuutuhkannya, energi positif itu akan menghampirimu dengan segera.
Semoga postingan kali ini bermanfaat ya



Why You Started



Halo !
Ini malam yang tenang dan lengang untuk sekedar berbagi sedikit di halaman ms.word yang kemudian diposting di blog. Sudah lama sekali tidak menuliskan postingan di blog dan ya, rasanya kaku dan sulit untuk memulai. Lebih tepatnya karena isi kepala saya kosong. Tidak ada yang benar-benar ingin saya sampaikan, kecuali kesan dan perasaan saya di semester ini.
Seperti yang sudah pernah saya katakan sebelumnya kalau semester ini adalah semester hot yang penuh dnegan tekanan. Semester ini sangat krusial dimana semangat tak lagi berapi – api. Semester ini butuh banget motivator. Rasanya motivasi diri sendiri tak lagi ampuh.
Kalau tiba-tiba semangat kita padam dan ada bisikan kecil untuk berhenti, bagaimana cara mengatasinya ? Saya pernah mendapat pertanyaan itu saat pemilihan forkat (Forum Ketua Angkatan) 3 tahun lalu dan saya menjawab “Ingat kembali apa tujuan kita, karena biasanya saat kita mengingat apa yang ingin kita capai pasti kita akan kembali semangat”
Saya juga nggak tahu dapat jawaban itu dari mana. Tapi itu sebenarnya ampuh saat tujuanmu tidak mengkhianatimu. Karena, saat tujuanmu justru mengkhianatimu dan membuatmu hancur, maka untuk apa dan siapa lagi kamu berjuang ? untuk apa dan siapa lagi kamu mencapainya kalau tujuan itu menghancurkanmu di tengah usahamu yang tiada kenal lelah.
Jadi, jawaban itu sudah tidak relevan lagi dengan saya karena tujuan itu entah mengapa perlahan mengkhianati dan menghancurkan saya. Masihkah saya harus mencapai tujuan itu ?

16 Mei 2014

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis