January 24, 2011

The Man Who Can't Be Moved


51 tahun 9 bulan 4 hari . selama itulah seorang Florentino Ariza menunggu cintanya dibalas oleh wanita pujaannya, yaitu Fermina Daza.

Love In The Time Of Cholera, film Amerika Serikat yang diangkat dari novel dan dirilis filmnya di Brazil pada 4 Oktober 2007 ini emang terkesan kuno . tetapi nama-nama tokohnya keren-keren menurut gue.

Florentino Ariza, seorang lelaki yang begitu mencintai Fermina Daza. Cintanya berbalas, namun sayang nggak direstui oleh ayahnya si Fermina. Hingga akhirnya, Ferminapun menikah dengan seorang dokter yang punya peran penting pada kasus penyakit kolera yang berjangkit luas saat itu. Dokter itu adalah Juvenal Urbino

Florentino yang tahu kalau cintanya ditolak dan cuma dianggap sebuah ilusi oleh Fermina akhirnya pulang ke rumah dan menangis. Yap…menangis sesunggrukan, readers.
Sementara di belakangnya berdiri ibunya yang menangis sambil berdoa,, “Ya Tuhan, sembuhkanlah patah hatinya”
Asli menurut gue ini kocak banget.

Lalu dengan cintanya yang begitu dalam terhadap Fermina, Florentino bekerja di kantor pamannya bagian menulis surat. Sayangnya, surat pengantar yang lebih berkaitan dengan bisnis itu dia tulis dengan gaya penulisan surat cinta.

Selama bertahun-tahun Florentino Ariza masih mencintai Fermina Daza. Meskipun lebih dari 600 wanita singgah dalam hidupnya, dia tetap tidak bisa menghilangkan perasaannya yang begitu dalam terhadap Fermina.

Salah satu wanita yang pernah dikencaninya adalah Olimpia Zuleta. Wanita yang sudah bersuami ini akhirnya dibunuh oleh suaminya karena ketauan selingkuh dengan Florentino.

Setelah 51 tahun 9 bulan 4 hari, pada suatu kejadian konyol menurut gue.
Suami Fermina, Dr.Juvenal Urbino yang melihat burung kesayangannya berada di atas pohonpun mencoba naik tangga untuk menghampiri burungnya, namun sayang dia terjatuh dan mati. Yeah. Suami Fermina meninggal, dan itulah hal yang sangat ditunggu Florentino Ariza.

Hari itu juga, setelah pemakaman Florentino ‘nembak’ Fermina (lagi), tapi Fermina justru mengusirnya. Nggak sampe di situ aja, Florentino belum menyerah, dia berkali-kali mengirimi surat pada Fermina, hingga akhirnya Fermina mau bertemu dengannya dan melakukan perjalanan laut bersama.

Film ini bertanya “how long would you wait for love”
Kalo gue pribadi, nggak pernah tahu jawabannya dan mungkin gue ngak akan pernah mau menunggu, tapi kagum banget kalau ada lelaki yang setangguh dan sesabar Florentino Ariza.

Film ini emang agak ngebosenin karena setting yang jadul, tapi mungkin benar kata pepatah “Kalau Jodoh Nggak Akan Kemana”, seperti Florentino ariza dan Fermina Daza yang kembali bersatu di kala usia mereka nggak semuda saat mereka sama-sama jatuh cinta.






Florentono ariza, you are the man who can’t be moved.


10 Tanya Kenapa


Kenapa kamu selalu menari dalam pikiranku?


Kenapa kamu membuatku terus memikirkanmu?

Kenapa kamu hadir di mimpiku?

Kenapa kamu menyita waktuku untuk hal percuma ini?

Kenapa aku yang terus memikirkanmu?

Kenapa aku yang terus meridukanmu?

Kenapa aku yang masih bertahan?

Kenapa aku yang merasakan ini semua?

Kenapa bukan kamu?



17 Januari 2011

January 17, 2011

Bu A*a Said

15.15 adalah waktunya pelajaran akuntansi berakhir, sekaligus memberikan tanda bahwa pelajaran hari ini, Senin telah berakhir.
Setelah berdoa dan bergegas mau pulang, tiba-tiba KM (Ketua Murid/Ketua Kelas) gue, si GWS (maaf nama disamarkan demi nama baik, keamanan, kesejahteraan serta kedamaian bersama) menghampiri gue dan memberikan selembar kertas yang nggak mulus dan nggak lecek juga, nggak wangi juga dan nggak beramplop juga.
Kertas itu cuma bertuliskan…weitsss bukan love letter tapi ya.

Gue bingung…sekilas kertas itu berisikan barisan kalimat penting yang bertintakan hitam. Awalnya gue kira itu adalah sebuah tugas dari guru atau segala hal yang berkaitan dengan TO, tetapi….


Bu An*a’s Said
Bimsalabim, siapa yang mau ke depan ini asuransi ya nak!
Siapa namanya? Pada saat terjadinya transaksi tahun berapa nak? Asuransi dibayar dimuka? Senilai? Ini kan 9 bulan nih, yakaan ? seratus dari mana?
Pokoknya 1 juta dua ratus paham nak? Ya asuransi dibayar dimuka. Kalo asuransi debet yang terjalani 900 masing-masing, sampai disini ada yang bertanya? Kok diem aja nak? Yakin nih? Kadang-kadang suka sa…salah. Kadang-kadang ibu galakin salah. Kaya yang terpakai, itukan yang paling gampanglah.
Kalian liat lagi, ada lagi pertanyaan nih? Ini bukan?
Walaikumsalam warahmatulahi wabarakatuh

Tulisan di atas tidak sedikitpun mengalami perubahan kecuali pemindahan dari tulisan tangan berantakan sang KM menjadi tulisan rapi dalam kompi.

Gue yang ngebaca tulisan itu bareng temen-temen gue ngakak parah.
Eitsss…kita bacanya dengan logat di Ibu An*a saat mengajar.
Suaranya yang lantang dan dapat memecah kesunyian dan vas bunga (lebay, ini boong)
Buat lo readers yang belum pernah diajar sama dia nggak akan bisa merasakan apa yang kami (yang diajar) rasakan saat membaca secarik kertas ini.

Maaf readers, lo belom bisa merasakan feelnya. Dan maaf gue belum bisa menciptakan feel yang kuat.

Beliau juga tidak pernah lupa mengatakan “Sayangku, cintaku, manisku”. Hiaks…benci banget gue dengernya


Kenapa? Karena gue pernah jadi korban atas magic wordnya beliau

Waktu itu, sekitar 2 atau 3 kali pertemuan pertama bersama dia di pelajaran akuntansi, dia memberi kesempatan bagi yang ingin bertanya.
Namun….krik…krik…krik…
Nggak ada suara, lalu dia (seperti mengancam) akan bertanya balik jika tidak ada yang bertanya, maka guepun bertanya.

Tentang apa gue lupa, dan jawabannya saudara-saudara..sungguh tidak enak didengar telinga gue nadanya sambil mengungkapkan magic word nya “Sayangku cintaku manisku”

Uhuk…suram sekali saat-saat itu. Saya menyesal telah bertanya.

Ok back to the paper.

Pesan saya bagi siapapun yang membaca, tolong diambil sisi positifnya ya.

Marilah kita melihat bahwa tindakan si KM adalah sebuah tindakan kreatif seorang murid yang jenuh dalam mendengarkan pelajaran namun tidak memilih untuk tidur ataupun bercanda dengan kawannya.

Marilah kita sadari bahwa tindakan si KM adalah pengaplikasian telinganya yang masih mendengar denagn baik apa yang dibicarakan oleh si guru, meski tidak berstruktur dalam pengaplikasian dalam secarik kertas itu.

Marilah kita petik hikmahnya, karena secarik kertas itu menghadirkan tawa di antar kita dan membuat pelajaran akuntansi menjadi kenangan terindah.

Aduh ngelantur gue, udah ah. Pokoknya tidak ada niat menyindir, menjelekkan, atau bahkan melukai perasaan seseorang.

Piss* eh Peace

January 15, 2011

Bimbang

Bimbang - Melly Goeslaw


Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam tlah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu
Persimpangan jalan yang sulit kupilih

Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
Namun ada yang hilang separuh
Diriku

Musikal Laskar Pelangi

9 Januari 2011
Yeay, hari yang kunanti telah tiba, tepatnya pukul 14.00 karena gue nggak sabar buat nonton Musikal Laskar Pelangi di Teater Jakrta Taman Ismail Marzuki.
Gue berangkat sekitar jam 10 dianter bokap menuju daerah Cikini. Syukurnya cuaca hari itu benar-benar sejuk.

Sekitar jam 12an gue telah sampai di Taman Ismail Marzuki dan memasuki area TIM sendirian karena bokap harus cus (mau pergi sama nyokap dan YDW MPC) lagi.

Wah pertama kalinya nih gue ke TIM (oh norak sekali saya)
Dan baru tahu gue kalo TIM itu luas, gue kira cuma ada Planetarium, ternyata ada Teater Jakarta, ada Teater besar, Teater Kecil.

Lalu gue mengikuti anak panah menuju Teater Jakarta dengan ragu. Gue berjalan…terus berjalan…
Mana nih, kok nggak ketemu-ketemu? Jangan-jangan gue nyasar lagi.

Gue berjalan…terus berjalan..sendirian..kaya anak ilang.
Dan menemukan anak panah lagi menuju Teater Jakarta, lalu berdiri sebuah Gedung yang megah yang gue curigai adalah Teater Jakarta, tetapi nggak ada tulisannya kalo itu Teater Jakarta.

Gue bingung, boleh masuk nggak ya? Tapi gue akhirnya cuma bercokol di depannya sambil sms Kak Ditta (Tim Benpus) buat ngasih tahu kalo gue udah sampe.
kak Ditta siapa? Baca Dulu Deh
Tetapi ternyata dia masih otw…akhirnya gue nunggu…menunggu..ditemani angin semilir di tempat yang rindang..melihat berseliweran bapak bapak yang nggak tahu apa kepentingannya…melihat sebuah keluarga yang mulai mengunjungi Teater Jakarta.

Nggak lama kemudian gue bertemu dengan Kak Ditta, gue dikasih tiketnya, dapet tempat duduk yang di Kelas 3, tapi lumayanlah. Secara GRATIS gitukan ya. Hehe


Gue bingung mau ngapain, pemenang lain belum pada dateng, akhirnya gue ngobrol-ngobrol sama dia. Berkat ngobrol-ngobrol sama kak Ditta gue jadi tahu kalo bapak-bapak yang berseliweran tadi adalah para calo. Mereka bisa menjual tiket kelas 3 yang tadinya Rp. 100.000 menjadi Rp.250.000. gila !!! lumayan bangetkan untungnya. Padahal kalo beli di agennya aja Rp. 250.000 itu tiket kelas 2. ck. Tapi yaudalah biarin aja.

Hingga orang-orang telah membentuk antrean di tangga, gue disarankan untuk mengantre.

Ok, gue mengantre di tengah kerumunan orang yang nggak gue kenal…di tengah sekelompok orang yang berbincang-bincang, baik dengan keluarganya, pasangan atau temannya.

Gue ? Diem…cengo…sendirian…cuma sesekali ngebales sms yang masuk sambil ngeliatin ke arah kak Dita yang masih megang tiket segepok buat pemenang laen yang belom pada dateng.

Lalu saat mata gue menerawang memerhatikan keadaan sekitar, tepatnya di bawah. Mata gue menangkap seseorang yang nampaknya gue kenal…ya ampun itukan Erwin Gutawa…iya bokapnya Gita Gutawa (ih sok kenal banget ya gue) hahah

Penampilannya biasa banget. Sederhana, terus nggak jauh dari situ gue melihat…eh itu rambutnya panjang tergerai indah…berkulit putih mulus…dan itukan cowok yang sering ada di TV. Siapa ya eh namanya gue lupa…lalu seperti ada yang berbisik, ternyata namanya Jay Subyakto, penata artisik nya.

Mereka (Erwin & Jay) sedang asik berbincang entah dengan siapa.

Lalu nggak lama kemudian antrean pun berjalan, dan gue terpaksa meninggalkan botol minum serta snack yang nggak diizinkan dibawa masuk.

Ternyata gue belum masuk, masih harus naik elevator. Yahh namanya juga kelas 3, kan di atas nontonnya.

Setelah keluar dari elevator, belum berarti udah masuk tuh. Masih harus nunggu sekitar 30 menit berdiri karena pintu teater belum dibuka. Wajar sih, itu baru sekitar jam 1an, sementara Matinee Show baru dimulai jam 2.

Menunggu berdiri sendiri lagi…pegel

Dan akhirnya kita diizinkan masuk…berebut kursi..cari spot yang paling enak dan pastinya bisa ngeliat stage dengan jelas.
Gue duduk di barisan ke-3 agak menjorok ke tengah.

Sebelah kiri gue adalah pasangan sahabat (wanita) yang selama belum dimulai musical LP saling berbincang logat melayu.
Sementara sebelah kanan gue adalah sepasang kekasih.

Gue di tengah-tengah kaya anak ilang…krik krik krik banget dah.

Oke. Lampu sudah mulai dimatikan dan ada narrator yang bilang kalau drama musical ini LIVE, jadi kita tidak diperbolehkan mengarahkan kamera bentuk apapun, termasuk ponsel ke wajah pemain karena dikhawatirkan bisa mengganggu konsentrasi pemain.

And show begins
…setelah layar dibuka. Penonton terperangah karena dihadirkannya mobil tua yang mirip angkutan di kampung (persis yang ada di film Laskar Pelangi) di atas stage.

Lalu layaknya drama musical, pasti ada tarian sambil nyanyi nyanyi gitukan. Tarian dan nyanyi-nyanyi yang jadi openingnya adalah kuli-kuli PN Timah yang nyanyi “Hoi hoi hoi hoi hoi hoi”. Gue nggak tahu apa judulnya. Tapi asli tuh lagu asiiik banget dan enak serta nggak ngebosenin.

Lalu, backgroundpun diganti karena latarnya pindah dari Gedung PN Timah ke SD Muhammadiyah.

Dan asliiii, menurut gue sebagai orang yang baru pertama kali nonton drama musikal…artistiknya KEREN banget…

Benar-benar menakjubkan, dan siapa sangka kalau di tengah pertunjukkan benar-benar diturunkan hujan serta pelangi.

Yang jadi Ibu Muslimah adalah Eka Deli, sementara Patton jadi Lintang.

Bagian yang mendapat perhatian khusus dari penontin, menurut gue adalah saat pertemuan Ikal dengan Aling. Wah settingnya keren banget dan lucu pas Aling ngasih Kapur sampai si Ikal berkata “Jari-jari Bidadarikah itu?” dengan nada yang masih sangat gue ingat sampe gue posting ini.

Lalu Ikal bernyanyi “Jari-Jari Cantik”. FYI : udah ada NSP nya lho ini. Hehe

Gue kutip sedikit ya

siapakah engkau gerangan putri dari kayangan
jemarimu begitu cantik, hatiku tergelitik
seperti ada kupu-kupu menari dalam dadaku

aku mendengar suara berdenting, aling aling oh aling


jemarimu begitu indah, membuat hati gundah
seperti ingin menggubah seribu lagu untukmu

Oke dan gue rasa pemilihan pemainnya bukan sembarangan, karena si Aling bisa menari ala ballerina (dengan kaki berjinjit) dengan pakaian Merah khas Tionghoa.

Adegan yang rada ngebosenin dan membuat gue mengantuk adalah saat Pak Harfan (Kepala Sekolah) meninggal.

Sementara yang paling menakjubkan adalah tentunya karena turun hujan dan dibuat efek pelangi yang ciamik. Ditambah lagi nyanyian di adegan itu bersifat informative.

Adegan yang paling mengocok perut sudah pasti aksi sok-sokannnya Mahar.

Musikal LP ini dibagi 2 babak, dimana perpindahan ke babak selanjutnya diselingi break 20 menit. Selama break gue cuma stay di tempat, pengen ke toilet sih tapi khawatir tempat gue nantinya diambil orang.

Oya, saat pertunjukkan ada loh orang yang mencoba mengabadikan lewat kamera ponsel, tapi langsung dilaser merah oleh petugas yang ada di ruang itu. Ck.

Sama halnya dengan di Filmnya, gue nggak pernah nggak bisa untuk nggak menitikkan air mata di bagian Lintang berpamitan kepada Ibu Muslimah dan teman Laskar Pelangi kalau dia nggak bisa sekolah lagi karena harus menjaga adiknya yang masih kecil-kecil.

Huaa mata gue berkaca-kaca saat surat itu dibaca dengan dinyanyikan oleh Lintang.

Setelah cerita usai, semua pemain baik pendukung dan inti diperkenalkan satu per satu di atas panggung.
Dan betapa terbelalaknya gue kalau Erwin Gutawa, Mira Lesmana, Riri Riza (kya kya Riri Riza I Love You) Jay Subyakto, Hartati (koreografer), dan 1 cowok lagi entah siapa kalo nggak salah muncul di atas stage membawa tulisan di kertas HVZ yang jika disatukan bertuliskan KAMI AKAN KEMBALI LAGI BULAN JULI.

Nah buat readers yang belum nonton, entar Juli bakalan ada lagi dan buruan hunting tiketnya , jangan lewat calo.

Fiuhh seneng banget bisa nonton Musikal Laskar Pelangi. Tetapi sebenernya gue pengen banget ngeliat orkestranya langsung, tapi sayang nggak keliatan. Yah namanya juga kelas 3. tapi gue tetap bersyukur.

January 13, 2011

Yes. I'm Lucky

Rabu, 5 Januari 2011 kemarin, sekolah tercinta gue tumben banget berbaik hati memulangkan murid-muridnya karena rapat. Alhasil gue bisa ol deh. Hehe

Situs yang gue buka…yah biasalah facebook, kao udah bosen ganti twitter.
Hem dan gue bercokol lama dengan twitter sampai-sampai gue membaca tweet dari Bentang Pustaka yang mau bagiin tiket gratis nonton Drama Musikal Laskar Pelangi. Caranya dengan buat kepanjangan dari PELANGI, dan batas waktunya pukul 15.30 di hari itu.


Pokoknya gue harus ikutan…HARUS..HARUS, tiket Musikal Laskar Pelangi GITU LOH, siapa yang nggak mau? Apalagi GRATIS, yang paling murah aja Rp.100.000 kan.
Udah gitu drama musikal gitukan, LIVE gitukan, gue belom pernah nonton gitukan. (aduh kasian banget)

Gue bingung…memutar otak….memutar kursi….memutar tubuh (lho?)
Intinya gue nggak punya ide pas itu..gue cuma menggumam gumam sambil mencari kata-kata yang cocok. Gue punya waktu sekitar 30 menit pas itu.

Sementara timeline gue udah membuat gue resah dengan banyaknya orang yang dengan kreatifnya telah mulai membuat kepanjangan dari PELANGI.

Lalu, nggak berapa lama kemudian tercetuslah sebuah kepanjangan dari mulut gue yang cukup singkat dan ada kaitannya sama LASKAR PELANGI….jawaban gue adalah

PELANGI = Pesan Langsung Jadi

Ihh? Apaan . aneh bangetkan. Kalo readers mau ketawa, silahkan. Itu artinya readers bakalan jadi orang ke-sekian yang menertawakan itu setelah Fitri (teman sekelas gue) . atau boleh juga berkerut dahi, karena banyak juga yang bereaksi seperti itu.

Lalu 15.30 pun berlalu, pemenang akan diumumkan pukul 16.00.
Gue tahu dewi fortuna nggak pernah berpihak pada gue, tapi entah kenapa gue nungguin pemenangnya, gue masih ol sampe jam 4 lewatan, hingga…

Congrats to (disamarkan) dan @fitriuungg kamu masing2 dpt 1 tiket Musikal LP..cek DM yah :)



Hah????? Demi apa ? Demi apa? Iya apa beneran nih gue nggak salah liat?
Gue setengah nggak percaya, lalu cek DM dan benar…


Gue langsung ngirim e-mail lewat yahoo, buat ngasih tahu nama lengkap dan no.Hp, (sesuai yang diminta Benpus) tapi entah kenapa laginya koneksi internet lama banget ke yahoo, padahal tinggal send itu. Ck
Gue kirim lewat HP akhirnya, trus lewat gmail juga. Kalo nggak salah total gue ngirim email sekitar 5 kali. Ck parah

Setelah ngirim email, gue selalu memperhatikan layar ponsel gue, berharap ada yang telpon atau sms dari Tim Bentang Pustaka.

5 menit berlalu

10 menit berlalu

Akhirnya gue off (disuruh ngepel sama nyokap).

Gue ngepel sambil bentar-bentar celingak celinguk ngeliatin ponsel, kali-kali ada sms atau telpon dari Benpus. Pas mau mandi, gue titipin ponsel gue ke nyokap, kali-kali ada telpon atau sms dari Benpus. Gila gue kaya orang gila selama 2 jam itu cuma buat nungguin telpon atau sms, cuma buat tahu tentang kabar kebenaran itu.
Bentar-bentar gue cek email lewat ponsel, tapi nggak ada balesan juga.

Jumat pun tiba dan nggak ada kabar apapun.

“Lo tuh diboongin fit”, kata temen gue (Fitri) sambil ketawa ngakak pas gue ceritain.
“Mana mungkin lo menang, orang singkatan lo aja jelek kayak gitu”, tambahnya lagi.

Gue sih nggak tersinggung, singkatan gue emang cacat

Nyokap gue juga bilang hal yang sama, mungkin gue diboongin.

Akhirnya jumat siang itu gue memutuskan untuk nanya ke Benpus tentang kebenaran ini semua. Belum sempet gue nanya, gue iseng buka spam dan ada email balesan dari Benpus yang bilang kalo tiketnya langsung diambil pas hari H di venue (Teater Jakarta TIM).

Fiuhhh, syukurlah gue nggak diboongin dan bersiap meluncur ke Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki di hari Minggu 9 Januari 2011.

Yes, maybe I’m lucky. Tapi bukan karena mendapat tiket gratis, tapi karena ada bokap gue yang mau nganterin gue ke TIM. Ahahahahaha

January 7, 2011

2 PM = 5 AM

Hari-hari berat kembali dimulai, sekarang akan semakin berat, karena sekarang Januari. Sementara Ujian Nasional di bulan April. Itu artinya nggak banyak waktu lagi yang gue punya. Pendalaman Materi atau Pemantapan (PM) pun udah dimulai minggu ini (minggu awal masuk sekolah).

PM yang diadain 3 kali dalam seminggu, yaitu pada Kamis dan Jumat (pukul 05.30) dan Sabtu (pukul 07.00) ini akan berlangsung sampai bulan Maret (berdasarkan jadwal)
Dan……gue punya cerita tersendiri buat 2 hari PM yang udah gue lewatin, yaitu Kamis dan Jumat. Ke-2nya sama-sama diawali dengan hujan rintik-rintik, yang membuat siapa saja lebih memilih membenamkan dirinya di bawah selimut yang hangat dibandingkan datang ke sekolah untuk mendengarkan materi yang dimulai dari pukul 05.30 itu. Tapi terkecuali untuk mereka, rakyat Monzher 23 yang bisa melawan nafsu dan keinginan mereka sejenak demi kebaikan mereka

So, gue masuk yang kelompok mana nih? Ahahah readers simpulkan sendiri deh
2 PM yang telah berjalan dan dimulai 05.30 ini gue hadapi dengan bangun pukul 05.00. wauww fantastis. Gue cuma punya waktu 30 menit sebelum waktu PM dimulai

Untuk hari pertama, 6 Januari 2011 Pendalaman Materi Sosiologi
Gue memang kesiangan bangun karena semalemnya gue nonton TV sampe jam 11 malem. Alhasil gue mandi sekilat mungkin dan melupakan itu jam 5 pagi yang airnya dinginnnnn. Sementara jarak dari rumah gue ke sekolah adalah 7 km. beruntungnya, saat gue dateng, Guru Sosiologi gue selama 3 tahun itu belum mulai memberikan materi, baru intermezzo-lah istilahnya. Fiuhhhh. Thanks God

Lalu apa yang terjadi pada hari selanjutnya?

Jumat, 7 Januari 2011 Pendalaman Materi Geografi
Gue kesiangan lagi. Gue bangun jam 5 LAGI, padahal gue udah nyalain alarm pukul 04.44, tetapi kebiasaan gue yang menunda alarm bereaksi lebih keras yang disertai rasa kantuk gue. Alhasil gue mandi kilat lagi. Selain itu gue tidur hampir jam 11 pada malam sebelumnya karena gue insomn.

Ditemani gerimis, gue setengah berlari menuju kelas yang pemandangannya sama seperti PM pertama…udah ada guru..dan parahnya materi udah dimulai…nggak ada intermezzo kaya guru sosiologi gue yang baik itu. Fiuhhh

Gue nggak nyambung sma sekali…nggak ada 1pun yang nyangkut di kepala gue…gue ngantuk…gue mau dari awal..gue BT…ditambah lagi, my deskmate Rizky Amalia nggak masuk pagi ini. Hari ini benar-benar suram. Hemmm…tunggu nampaknya minggu-minggu ini adalah minggu suram.

Dari hari pertama masuk sekolah, gue harus menelan tawa mereka, kaum Adam di kelas gue yang ngetawain potongan rambut gue yang baru. Huhh BT banget, tapi yaudahlah gue sih berpikir positif, yaitu dengan cukup melihat potongan rambut gue mereka tertawa artinya gue telah menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. ahahhaha. (ngeless banget)

Selain itu, gue dihajar sakit perut belakangan ini, sakit perut yang kayanya diakibatkan pola makan nggak teratur selama liburan dan makanan pedas. Sakit perut yang merajang, yang membuat gue berasa terkena kutukan Toshio. Oh sakit perut, hilanglah kamu !

Dan nampaknya gue harus lebih giat lagi melawan rasa kantuk, untuk bangun lebih pagi, untuk lebih bisa nggak terlambat, untuk bisa mengikuti materi dari awal karena gue nggak mau seperti hari ini. Oh syukurlah, gue menyadari lebih awal agar gue nggak salah melangkah ke depannya (ah berat banget sih bahasa gue)

Oya, deadline Karya Ilmiah Sosiologi gue adalah 2 minggu lagi sementara gue belum menyebar angket ataupun wawancara, belum juga melengkapi teori-teori pada bab 2.
So, bakalan kangen ngeblog deh pastinya.

January 5, 2011

Pesan untuk Waktu

2 Januari 2011


Waktu, tak bisakah kau berjalan lebih lambat?
Setidaknya untuk hari ini saja…untuk sore ini
Ini bukan pertama kalinya aku meminta
Namun ini pertama kalinya untuk 70 hari merindu
4 jam tak cukup untukku
Untukku berbagi dengan mereka
Untuk melihat tawa mereka
Untuk merasakan aku tertawa dan bahagia
Waktu, perlambatlah langkahmu
karena aku masih merindukan mereka
Masih ingin tertawa bersama mereka
Waktu, egoiskah aku?

January 2, 2011

Waktu, berjalanlah lebih lambat


Ten 2 Five- Teman

Teman, adalah hal terbaik yang pernah kumiliki
S'lama hidupku, s'lama masaku
Walau tak mungkin selamanya
S'lalu berdekatan, s'lalu beriringan
Terhalang jarak dan waktu

Untuk bicara, tertawa dan bercanda
Tumpahkan kekesalan
Menangis saat putus cinta

Aku mau teman selamanya
Berbagi tangis dan tawa
Tak mau sendiri, merasa sepi
Teman berikan aku ketenangan
Teman buat kurasakan bahagia
Pertemuan yang lama sudah kutunggu
Bebaskan hati ini dari rasa rindu

Teman, apapun yang terjadi
Jangan berubah, oh berjanjilah
Selalu sempatkan waktu

Untuk bicara, tertawa dan bercanda
Tumpahkan kekesalan
Menangis saat putus cinta


Ingatkah saat sekolah dulu
Kita semua punya mimpi
Dan lihat semua kini
Kuharap kebersamaan ini
Tak berakhir




Finally gue ketemu sama 2 sahabat tercinta gue, readers. Mereka adalah Marisa dan Radini. Setelah 2 bulan 9 hari nggak bertatap muka dan ngobrol secara langsung, semua rindu yang menggunug…cerita yang terpendam akhirnya tumpah. Semuanya melebur menjadi satu…satu dalam tawa kita.

4 jam…sebenernya itu waktu yang kurang untuk membayar waktu lamanya kita tidak bersua, meski masih di bilangan Pamulang 2, nyatanya begitu sulit buat ketemuan. Menyatukan kita dengan mengesampingkan berbagai kepentingan yang hadir pada diri kita pribadi.

Readers…gue senengggggggggggggggggg banget. Gue kangen sama mereka, kangen share, ketawa bareng, ngelawak bareng, saling support, berbagi kesedihan. Rasanya indah persahabatan ini.

Gue mau selamanya begini…mengenal mereka…menyayangi dan disayangi mereka. gue nggak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, khususnya setelah hari ini.
Setelah liburan singkat ini…pasti akan banyak kesibukan yang menghimpit kami, tapi gue nggak akan memikirkannya, seperti lagunya Sheila On 7 “Tak usah kita pikirkan untuk perjalanan ini”
Gue percaya Allah akan selalu menjaga persahabatan kami

Terima kasih Ya Allah untuk hari ini

Waktu, tak bisakah kau berjalan lebih lambat untuk hari ini? aku masih merindukan mereka





Terima kasih Radini dan Marisa yang masih menyayangi gue dan menjadi sahabat terbaik gue.

January 1, 2011

Hello 2011

Hello reders…ini adalah postingan pertama gue di 2011
Semoga postingan ini dan ke depannya memberikan manfaat buat readers.

Well, semalem New Years Eve…dan gue hanya di rumah…seperti biasa. Gue diajak bakar-bakaran di rumah saudara gue sih tapi gue nggak ikut dan lebih memilih nongkrong di depan TV.
Dengan nongkrong di depan TV dan mengganti-ganti channel TV yang menyiarkan tahun baru di berbagai tempat, gue berasa telah berkeliling Indonesia (aihh lebay bangett)

Ok..gue nonton TV dengan lambang burung elang (channel favorit gue), lalu kalau iklan gue ganti ke channel favorit gue yang ke-2. lalu saat orang-orang heboh melihat kembang api keluar rumah, gue malah sibuk memijat nomor telepon sebuah stasiun TV yang mengadakan kuis. Ih gilla banget deh gue..dan sangat tidak beruntungnya selalu aja sibuk nomor yang gue hubungi itu, padahal hadiah yang ditawarkan lumayan…HP BARU.
Setelah mencoba berkali kali hingga si host menutup acara gue nampaknya harus pasrah dengan kenyataan Maaf Fitria, Anda kurang beruntung. Silahkan mencoba lagi tahun depan

Dan hari ini 1 januari 2011…hari Sabtu nampaknya bakalan jadi hari terakhir gue bangun siang di hari Sabtu..pasalnya mulai minggu depan PMUN (Pemantapan Ujian Nasional) akan dimulai, yang mengharuskan gue datang jam 7.

Fiuhhh…dan hari ini gagal lagi ketemuan sama 2 sahabat tercinta gue…Marisa dan Radini. Alasannya masih sama dan cuma 1…jadwal pertemuan yang bentrok sama urusan pribadi. Yeah udah biasa kok. Sama biasanya gue yang ditinggal sendiri di malam minggu ini..ortu gue nginep di rumah saudara karena ada arisan keluarga besoknya.

Terus gue ngapain ya?

Gue abis nempel 2011 year planner, readers. Tepat di depan meja belajar gue. Terus gue isi tuh di setiap tanggalnya. Kaya bakalan ada TO USM STAN di Unis, TO dari sekolah, Jadwal PM…ya sejauh ini masih sedikit isinya.
Dan… di bagian atasnya gue tulisin quotes penyemangat “Kebahagiaan bergantung pada diri sendiri””Untuk kasih sayang Anda kepada diri sendiri, lakukanlah yang terbaik sekarang”. Tujuannya cuma 1, yaitu menyemangati gue. Apalagi gue itu paling sering menunda-nunda untuk mengerjakan suatu hal dan terkadang menganggapnya remeh.


2011 di hari pertama ini nggak jauh beda dengan 2010 kemarin…masih hotta hot. Aihh benci banget gue dengan keadaan rambut baru gue ini…kalo panas nggak bisa diiket…kalo nggak diiket gerah. BT deh

Oya, mau tahu atau udah tahu mungkin berapa sampah yang dihasilkan atas pesta tahun baru kemarin di berbagai pusat keramaian? 7.700 ton, saudara saudara

Gila…begini nih masyarakat Indonesia yang katanya best supporter in the world tapi hanya dalam hitungan jam mereka bisa membuat tumpukan sampah seanyak 7.700 ton. Gue nggak bisa ngebayangin jumlah truk yang diperlukan untuk mengangkat gunungan sampah itu. Pasalnya, untuk 2 ton sampah yang dihasilkan pacsa Finala AFF aja dibutuhkan 10 truk untuk mengangkatnya, dan ini berkali-kali lipatnya readers…7.700 ton. Berapa coba truknya. Tapi Foke alias Fauzi Bowo, Bapak Gubernur Jakarta kita telah menurunkan sekita 6000 petugas kebersihan untuk mengantisipasinya, termasuk beliau sendiri yang ikut nyapu

Fiuh..nampaknya masyarakat kita belum sadar betul untuk menciptakan kondisi bersih dimanapun mereka berada. Padahal, menurut gue, kalo 1 orang aja bisa sadar untuk menjaga kebersihan, nggak menutup kemungkinan Jakarta bisa bersih seperti negeri tetangga—Singapura—ya asalkan 1 orang itu bisa mengajak orang lain. Dan kalau bisanya lagi 1 orang pertama itu adalah orang yang disegani dan menjadi panutan masyarakat, nggak menutup kemungkinan juga kalau orang itu adalah selebritis. Karena orang lain akan meniru hal-hal yang dilakukan oleh idolanya atau orang yang diseganinya itu, termasuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Dan pemerintah sebaiknya lebih banyak lagi dalam menyediakan tong sampah dengan memperhatikan penempatannya, karena biasanya jarak tempat sampah begitu jauh dari pusat keramaian, sehingga menyebabkan si masyarakat itu malas menuju tempat sampah.

Nah readers, 2011 ini masih sangat awal. Yuk kita membiasakan membuang sampah pada tempatnya dimulai dari diri kita sendiri.

Yang baik pada tahun lalu, mungkin sudah tidak cukup baik lagi sekarang.

Selamat tahun baru 2011, selamat berusaha mencapai resolusi yang telah kita buat
© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis