February 19, 2011

Semarak Merah Putih

Belakangan ini gue sering banget dengerin lagunya Taylor Swift yang Back To December. Di handphone gue, di saluran radio favorit gue, di ponsel temen gue, nada pesan gue, nada telpon. Gila addicted banget ya.
Nah mari kita kembali ke Desember…oh nggak bisa ya?
Mari kita lihat apa yang terjadi di Desember kemarin pada negeriku tercinta, Indonesia..
Football Fever. Yeah. That’s right.

Semuanya…dari sabang sampai merauke…dari anak kecil sampe tua-tua keladi…dari cowok sampe cewek…dari tukang becak sampe politisi. Semua nggak pandang bulu…semua menyerukan INDONESIA..semua bersatu mengobarkan semangat untuk Tim Squad Garuda yang dinahkodai Firman Utina.

Semua tempat bagaikan lautan darah dengan kaus merah putih yang digunakan, yang dijual di pinggir jalan (trotoar). Semua mendukung Timnas untuk menyabet gelar juara di Piala AFF.

Desember 2010, karena sepakbola mereka bersatu…karena Indonesia, mereka menyingkirkan kepentingan lain. Semua menunjukkan kecintaan mereka kepada Timnas dengan caranya masing-masing. Semua bahagia … semua tertawa ... semua bernyanyi … semua berbesar hati pada akhirnya menerima bahwa Indonesia untuk kesekian kalinya hanya bisa sampai final, bukan juara. Semua tertawa … semua tersenyum … semua, readers. Ya, semua…mereka masyarakat Indonesia.




Februari 2011, semua berbalik, kerusuhan terjadi di Cikeusik, lantas disusul Temanggung. Korban berjatuhan, banyak kerusakan.


Februari 2011


Masih adakah yang sama? Ya, masih. Merah

Merah tak pernah lepas, jatuhnya korban sama saja dengan pertumpahan darah. Mereka yang beringas sama saja dengan emosi membara merah di dalam jiwa. Mereka masih masyarakat Indonesia yang sama. Mereka yang berubah beringas, menjadi hakim jalanan. Mereka yang tersulut emosinya. Mereka yang mengatasnamakan agama.

Cukup. Jangan ada lagi kerusuhan karena SARA, jangan ada lagi kerusuhan karena apapun. Kita Indonesia, kita pernah menjadi bangsa yang besar, yang menghargai pahlawannya…yang berduka saat Gusdur dan Pak Harto meninggal…yang memantau TV saat mereka akan dikuburkan. Betapa kita peduli dengan mereka, betapa kita menyayangi mereka dan bisa memaafkan mereka.

Kita, bangsa Indonesia bisa lebih terhormat dibandingkan negri tetangga, bisa lebih lunak di hadapan bangsa asing, lalu mengapa kita sesama bangsa Indonesia, yang sudah sangat jelas berlatar belakang sama, mencari makan di tanah Indonesia menjadi lebih beringas antarsesama, menjadi hakim jalanan antarsesama Indonesia? Mengapa ? Bukankah ini lucu?

Kita..bangsa Indonesia pernah duduk bersama, menatap acara TV yang sama, berdoa bersama untuk kemenangan Timnas…meneriakkan INDONESIA bersama. Kita pernah melakukannya, dan betapa indah persatuan itu, betapa ciamiknya kerukunan dan tawa membaur antara yang kaya dan miskin, golongan satu dengan yang lain.

Moment-moment itu bukan yang terakhir untuk Indonesia, moment-moment kebersamaan itu masih bisa kita ciptakan kembali dan berekelanjutan … persatuan … kerukunan … perdamaian

Dimulai dari diri sendiri…orang lain…Indonesia…lalu dunia.

Jangan hanya karena bola…
Jangan hanya karena bencana…
Baru kita semua bisa bersatu untuk Indonesia

Jangan hanya karena itu

Karena kita masyarakat majemuk … karena kita bangsa yang besar … karena perjuangan pahlawan di masa lalu … karena kita lahir di tanah yang sama … karena kita mencari makan di tempat yang sama … karena kita punya zamrud khatulistiwa … karena kita bangsa yang terhormat … karena kita menyayangi Indonesia.

Karena itulah seharusnya kita bersatu, bukan hanya karena bola, bukan hanya karena bencana. Mereka hanya salah satu, yang utama kita bersatu karena kita menyayangi dan mencintai ibu pertiwi.

Saat Trend Bukan Hanya Sebuah Trend




Posting kali ini terinspirasi oleh kejadian hari Kamis, 17 Februari lalu.
Saat gue bertandang ke gerai fotokopi untuk mengkopi soal UN matematika.

Gue melihat berseliweran satu satu anak muda dengan sepeda mereka, diantaranya fixed gear.
Gue langsung mikir…gila ye lagi ngetrend banget nih fixed gear. Wauuw !
Norak ya gue, hehe. Atau ketinggalan jaman, aha tapi mereka yang baru pake fixed gear sekarang juga ketinggalan jaman kok. (belagu mode on)

Kenapa gitu?
Gue baca di Provoke ada review yang ngebahas tentang fixed gear dan itu berkisaran November 2010, and now is Februari 2011. baru belakangan ini aja, fixed gear menampakkan wujudnya di mata gue (terkesan kaya setan ihh)

Singkatnya gini, baru sekitar akhir Januari kemarin, tepatnya saat try out pertama kalinya dari sekolah, temen-temen cowok gue pada bawa sepeda ke sekolah.
Gue denger-denger sih namanya Gowes To School kalo nggak salah.

Sejak itu, setiap Sabtu saat Pendalaman Materi (PM) mereka bawa sepeda ke sekolah, trus dimainin di halaman sekolah pas istirahat atau sebelum balik.

Oke kita tinggalin lama atau nggaknya si fixed gear berkembang dan ngetrend di lingkungan gue, karena pada akhirnya semua itu butuh proses. Sama halnya gue yang butuh proses dalam belajar bermain Uno (lho? Oke oke untuk yang satu ini Cuma temen-temen sekelas gue doang yang tau)

Jadi, intinya nih…yang paling inti dari postingan ini adalah kesalutan gue . yapp
Gue sangat salut dan wahh saat trend menghasilkan dampak positif dan membangun.

Yaitu dia si unik fixed gear, diakan pada dasarnya cuma sepeda tetapi dengan unik, lucu, nyentrik dan mungkin menjadi identitas ‘ke-gaul-nggaknya’ lo dengan punya tuh fixed gear dan dibawa kemana-mana (baca : dikendarai) menghadirkan dampak positif.

Contohnya ya temen-temen gue yang gowes to school di hari Try Out dan PM. mereka kesehariannya itu ya bawa motor, tetapi dengan fixed gear yang menjadi trend kita lihat hasilnya?

Mungkin nggak terlalu, tapi yang jelas dengan bersepeda telah mengurangi jumlah polusi udara yang diakibatkan gas buang kendaraan bermotor. Selain itu, mengurangi kemacetan dan yang paling penting buat si pemakai fixed gear adalah tubuh menjadi sehat.

Ngeliat anak muda yang nggak gue kenal bersepeda dengan ria menembus jalan pamulang 2 tanpa disandera kemacetan, gue jadi mikir “Wah seharusnya pemerintah buru-buru bikinin jalur khusus untuk pengguna sepeda”. Siapa tahu bisa mengentaskan kemacetan dan menyejukkan udara lagi.

Oke, semoga fixed gear dan sepeda lainnya tetap mendapat tempat di hati para remaja Indonesia dan digunakan dalam kemanapun mereka beraktivitas.

Terus terus semoga trend trend yang bakal ngetrend, khususnya di kalangan anak muda bakalan lebih positif lagi dampaknya. amienn

February 14, 2011

Happy Great 18

13 Februari 2011…sebuah hari di tahun 2011 ini yang nggak gue nantikan, yang membuat gue merasa hari itu tiba-tiba datang, yang membuat gue mengucap dalam hati “Hah minggu depan udah tanggal 13?”, yang membuat gue merasa kalau waktu berjalan begitu cepat, yang membuat gue merasa kalau UN udah semakin dekat, yang membuat gue seharusnya gak bermales-malesan dan semakin giat belajar, tapi nyatanya…nyatanya Cuma gue yang tahu.

Anyway, intinya postingan gue kali ini mau bercerita tentang 13 Februari 2011, yang tidak lain tidak bukan jatuh pada hari Minggu alias kemarin .

Kemarin itu…hari Minggu (yaiyalah) adalah hari gue dimana selalu bangun siang…biasanya gue bangun sekitar jam 9an..tetapi berhubung kemarin hari ulang tahun gue, nyokap gue memaksa gue bangun lebih awal khawatir kalo ada saudara gue yang tiba-tiba dateng.

Finally, sekitar jam 7 (kalo nggak salah) gue terpaksa meninggalkan selimut, bantal guling tempat tidur kesayangan gue untuk bergegas mandi.
Eh beneran saudara gue ada yang dateng..ngucapin Selamat Ulang Tahun, terus sarapan bareng, terus gue dikasih kado (alamak jujur aja ya gue nggak pengen nerima kado-kadoan nih sebenernya kan udah gede. Malu ama umur).
Oke namanya juga rezeki, nggak boleh ditolak jugakan.

Setelah 1 jam bertandang ke rumah gue, mereka pulang lalu gue BT… bingung… bosen.. panas…nggak tahu mau ngapain.

Akhirnya gue nonton Showbuzz eh gue ketiduran..asli ngantuk banget soalnya waktu itu..eh pas sadar Showbuzznya udah abis..udah ganti acara lain yaitu Metro Xinwen (kalo nggak salah) yang ngebahas penyakit. Trus gue bingung mau ngapain, palingan ngebalesin sms-sms yang masuk ke Hp gue. Trus gue mau tidur lagi, tapi nggak bisa..akhirnya gue Online sambil nungguin kakak sepupu gue yang katanya mau dateng.

Eh ngebosenin juga ya Online..mana panas lagi..trus bentar-bentar gue disuruh ini itu sama nyokap dan nggak konsen online, guepun matiin computer. Eh kakak sepupu gue dateng bersama pacarnya.
Yeiiiyyy !!! senang sekali gue. Trus dia ngucapin dan ngasih buku soal UN sama SNMPTN (ini emang gue yang minta. Ahahaahaa)

Thanks banget yooo

Trus ngapain tuh? Nggak ngapa-ngapain, gue Cuma ngeliatin dia nemenin cowoknya ngetik kerjaannya gitu..krik krik krik.. BT bangetkan ya.
Tapi yaudahlah…gue udah bertekad untuk bersyukur atas datangya 13 Februari dan gue nggak mau menuntut apapun di 13 Februari itu.

Sekitar jam 15.30an kakak sepupu gue mau ke Permata Pamulang sekalian pulang, trus nyokap bokap gue nemenin, sementara gue ditinggal bersama YDW dan MPC yang entah bermain kemana. gue nggak peduli (jangan tiru kakak yang tidak bertanggung jawab ini, readers).
Akhirnya gue ngeberesin makanan, rumah dan bergegas mandi hingga tiba-tiba ada suara yang memanggil
“Fitria…Fitriaaa..” (baca dengan nada orang ngajak main)

Otak gue hanya membutuhkan waktu sekian detik untuk menyadari “Itukan suara Radini”…lalu di jam yang (kalo nggak salah) menunjukkan pukul 16.30 itu gue menghampiri pintu dan melihat Radini dan Marisa dengan cake mungil berhiaskan 3 lilin yang pastinya menyulutkan api itu bernyanyi “Happy Birthday to you…happy birthday to you”

Strength to survive..gue nggak bisa menahan setitik air bening yang keluar dari mat ague. maaf untuk yang satu ini nggak salahkan gue menitikkan air mata.
Arghhhhhhhhhhhh gue terharu…terharu banget, akhirnya gue ketawa dengan mengeluarkan air mata di ujung mata, gue mencoba kuat dan…(tarik napas) gue tiup lilin setelah make a wish.


Ohh lebay sekali…terserah apa kata readers..
Marisa dan Radini, 2 sahabat dari SMP gue ini (setelah gue sadari) telah memeberikan surprise di setiap ulang tahun gue selama 5 tahun..yap dari ulang tahun gue yang ke-14, 15, 16, 17, dan kemarin 18.
Mereka yang biasanya sok sok mau main ke rumah (padahal mau ngasih surprise) di setiap hari ulang tahun gue, di tanggal 13 Februari 2011 kemarin nggak bilang apapun.
Mereka Cuma ngucapin Selamat Ulang Tahun via sms dan nggak bilang mau ke rumah, and then sampai sesore itu mereka nggak dateng..gue sudah sangat bisa menerima…dengan lapang dada dan kedewasaan kalau ritual ngasih surprise mungkin off dulu karena kita sibuk dengan ujian.
Its okay…gue ngerti..gue sangat-sangat mengerti, tetapi nyatanya… mereka dateng.. di sela-sela kesibukan menghadapi ujian..ahh surprise banget.

Thank youu Marisa dan Radini… semoga kita bisa tetap bersahabat. Amien

Dan hari ini 14 Februari 2011..di saat gue lagi ngejelasin ke mamo yang cuma dijawab ‘lebay lo’ dari belakang Dinda bawa cheese cake dengan lilin putih (yang buat mati lampu itu) bersama Kiki dan seisi kelas nyanyiin Happy Birthday buat gue..
Uuuuuuuu thank you Dinda, thank youu XII IPS 2, gue bener-bener nggak nyangka.
Akhirnya tuh kue (yang katanya) buatan cowoknya Dinda (thank youu cowoknya Dinda) yang sangat imut untuk sekelas dimakan rame-rame dengan asal comot. Ahahahha

Terima kasih..terima kasihh


Terima kasih semuanya untuk 18 tahun yang indah ini..dan semoga saya bisa survive


(fotonya akan ditag kapan-kapan, kalo saya ada umur)

Happy Great 18

13 Februari 2011…sebuah hari di tahun 2011 ini yang nggak gue nantikan, yang membuat gue merasa hari itu tiba-tiba datang, yang membuat gue mengucap dalam hati “Hah minggu depan udah tanggal 13?”, yang membuat gue merasa kalau waktu berjalan begitu cepat, yang membuat gue merasa kalau UN udah semakin dekat, yang membuat gue seharusnya gak bermales-malesan dan semakin giat belajar, tapi nyatanya…nyatanya Cuma gue yang tahu.

Anyway, intinya postingan gue kali ini mau bercerita tentang 13 Februari 2011, yang tudak lain tidak bukan jatuh pada hari Minggu alias kemarin .

Kemarin itu…hari Minggu (yaiyalah) adalah hari gue dimana selalu bangun siang…biasanya gue bangun sekitar jam 9an..tetapi berhubung kemarin hari ulang tahun gue, nyokap gue memaksa gue bangun lebih awal khawatir kalo ada saudara gue yang tiba-tiba dateng.

Finally, sekitar jam 7 (kalo nggak salah) gue terpaksa meninggalkan selimut, bantal guling tempat tidur kesayangan gue untuk bergegas mandi.
Eh beneran saudara gue ada yang dateng..ngucapin Selamat Ulang Tahun, terus sarapan bareng, terus gue dikasih kado (alamak jujur aja ya gue nggak pengen nerima kado-kadoan nih sebenernya kan udah gede. Malu ama umur).
Oke namanya juga rezeki, nggak boleh ditolak jugakan.

Setelah 1 jam bertandang ke rumah gue, mereka pulang lalu gue BT… bingung… bosen.. panas…nggak tahu mau ngapain.

Akhirnya gue nonton Showbuzz eh gue ketiduran..asli ngantuk banget soalnya waktu itu..eh pas sadar Showbuzznya udah abis..udah ganti acara lain yaitu Metro Xinwen (kalo nggak salah) yang ngebahas penyakit. Trus gue bingung mau ngapain, palingan ngebalesin sms-sms yang masuk ke Hp gue. Trus gue mau tidur lagi, tapi nggak bisa..akhirnya gue Online sambil nungguin kakak sepupu gue yang katanya mau dateng.

Eh ngebosenin juga ya Online..mana panas lagi..trus bentar-bentar gue disuruh ini itu sama nyokap dan nggak konsen online, guepun matiin computer. Eh kakak sepupu gue dateng bersama pacarnya.
Yeiiiyyy !!! senang sekali gue. Trus dia ngucapin dan ngasih buku soal UN sama SNMPTN (ini emang gue yang minta. Ahahaahaa)

Thanks banget yooo
Eh nih orangnya


yaampun sok imuut ya, tapi dia baik dan cantik kok. matanya juga normal kok. hehe


Trus ngapain tuh? Nggak ngapa-ngapain, gue cuma ngeliatin dia nemenin cowoknya ngetik kerjaannya gitu..krik krik krik.. BT bangetkan ya.
Tapi yaudahlah…gue udah bertekad untuk bersyukur atas datangya 13 Februari dan gue nggak mau menuntut apapun di 13 Februari itu.

Sekitar jam 15.30an kakak sepupu gue mau ke Permata Pamulang sekalian pulang, trus nyokap bokap gue nemenin, sementara gue ditinggal bersama YDW dan MPC yang entah bermain kemana. gue nggak peduli (jangan tiru kakak yang tidak bertanggung jawab ini, readers).
Akhirnya gue ngeberesin makanan, rumah dan bergegas mandi hingga tiba-tiba ada suara yang memanggil
“Fitria…Fitriaaa..” (baca dengan nada orang ngajak main)

Otak gue hanya membutuhkan waktu sekian detik untuk menyadari “Itukan suara Radini”…lalu di jam yang (kalo nggak salah) menunjukkan pukul 16.30 itu gue menghampiri pintu dan melihat Radini dan Marisa dengan cake mungil berhiaskan 3 lilin yang pastinya menyulutkan api itu bernyanyi “Happy Birthday to you…happy birthday to you”

Strength to survive..gue nggak bisa menahan setitik air bening yang keluar dari mata gue. maaf untuk yang satu ini nggak salahkan gue menitikkan air mata.
Arghhhhhhhhhhhh gue terharu…terharu banget, akhirnya gue ketawa dengan mengeluarkan air mata di ujung mata, gue mencoba kuat dan…(tarik napas) gue tiup lilin setelah make a wish.


Ohh lebay sekali…terserah apa kata readers..
Marisa dan Radini, 2 sahabat dari SMP gue ini (setelah gue sadari) telah memeberikan surprise di setiap ulang tahun gue selama 5 tahun..yap dari ulang tahun gue yang ke-14, 15, 16, 17, dan kemarin 18.
Mereka yang biasanya sok sok mau main ke rumah (padahal mau ngasih surprise) di setiap hari ulang tahun gue, di tanggal 13 Februari 2011 kemarin nggak bilang apaun.
Mereka cuma ngucapin Selamat Ulang Tahun via sms dan nggak bilang mau ke rumah, and then sampai sesore itu mereka nggak dateng..gue sudah sangat bisa menerima…dengan lapang dada dan kedewasaan kalau ritual ngasih surprise mungkin off dulu karena kita sibuk dengan ujian.
Its okay…gue ngerti..gue sangat-sangat mengerti, tetapi nyatanya… mereka dateng.. di sela-sela kesibukan menghadapi ujian..ahh surprise banget.

Thank youu Marisa dan Radini… semoga kita bisa tetap bersahabat. Amien

Dan hari ini 14 Februari 2011..di saat gue lagi ngejelasin ke mamo yang cuma dijawab ‘lebay lo’ dari belakang Dinda bawa cheese cake dengan lilin putih (yang buat mati lampu itu) bersama Kiki dan seisi kelas nyanyiin Happy Birthday buat gue..

Uuuuuuuu thank you Dinda, thank youu XII IPS 2, gue bener-bener nggak nyangka.
Akhirnya tuh kue (yang katanya) buatan cowoknya Dinda (thank youu cowoknya Dinda) yang sangat imut untuk sekelas dimakan rame-rame dengan asal comot. Ahahahha

Terima kasih..terima kasihh

Terima kasih semuanya untuk 18 tahun yang indah ini..dan semoga saya bisa survive

February 12, 2011

Wish 18

13 Februari 2011
02.15 waktu jam weker kamar gue

18 tahun
10 bulan
bukan..bukan..umur gue bukan total itu

10 bulan adlh usia jam weker gue. Hehe

Happy Birthday Fitria Wardani
Happy 18 years old

yaampun jelas banget deh usia biologis gue semakin tua, tapi jiwa gue masih muda kok. Hehe

kue, lilin, pesta, surprise, tawa, ucapan, hadiah...sungguh bukan itu yg gue harapkan d usia gue yg bkn anak2 dn ketuaan jg jadi remaja.

Gue hanya butuh satu hal..gue butuh kekuatan..yeah strength to survive .
Kekuatan dlm diri gue utk menghadapi setiap masalah dalam hidup ini.
Kekuatan menahan setiap lelehan air mata yg ingin jatuh tiap ada masalah
kekuatan mengendalikan emosi setiap harinya
kekuatan berdiri sendiri di Februari dst

dan utk semua org yg baca postingan ini, gue minta maaf .
Ya...maaf, ingin gue haturkan maaf utk semua org yg kenal gue. Maaf selama 18 tahun ini atau mungkin kurang, dalam perbuatan maupun tutur kata gue yg gue sadari atau ga pernah melukai readers..gue minta maaf

13 Februari 2011
terima kasih ya Allah masih mengantarku menyambut 18 thn bersama ke-2 orang tuaku dn ke-2 adikku

February 11, 2011

DREW

by Drew

Apa kabar kau di sana
Kuharap kau mendengar
Laguku ini tentangmu
Tentang perasaanku
Dengar...
Dekat...
Dengar...
Coba kau perhatikan liriknya


Lagu ini untukmu
Hanya untuk dirimu
Pahamilah maksudku


Aku baik-baik saja
Ku di sini mendengar


Laguku ini tentangmu
Tentang perasaanku
Dengar...
Mendekat...
Dengar...
Coba kau perhatikan liriknya


Lagu ini untukmu
Hanya untuk dirimu
Pahamilah maksudku


Ku masih inginkanmu

Puisi Kontemporer


Langit biru berubah kelabu mengharu biru


Mengharu biru langit biru jadi kelabu

Tersirat rindu semu di dalam kalbu

Rindu

Rindu

Rindu

Rindu ingin bertemu menatapamu

Ingin bertemu menatapmu rindu

Rindu

Diriku

Menatapmu

Menatap

Langit

Biru

Semu

Tanpamu

Diriku



8 Februari 2011 saat pelajaran Bahsa Indonesia

February 9, 2011

Serba Salah

Serba Salah - Raisa Andriana


Harus ku akui semuanya telah berbeda
Lelah menjalani semua serba salah
Apalagi salahku, apalagi salahmu, ku tak mengerti
apalagi salahku, apalagi salahmu, apalagi

Sudah lupakan segala cerita antara kita
Ku tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin
Ku terluka karna cinta, karna cinta

Lelah menjalani semua serba salah
Apalagi salahku, apalagi salahmu, ku tak mengerti
Apalagi salahku, dan apalagi salahmu, apalagi

Sudah lupakan segala cerita antara kita
Ku tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin kau terluka karna cinta
Bukan karna rasa itu tlah sirna, maafkanlah
Ku hanya tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin ku terluka karna cinta

Oh bukan ku tak berharap kembali padamu
Tapi pahami ku tak ingin, ku tak ingin terluka yeah yeah yeah

Sudah lupakan segala cerita antara kita
Ku tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin kau terluka karna cinta
Dan bukan karna rasa itu tlah sirna, maafkanlah
Ku hanya tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin ku terluka karna cinta

February 4, 2011

Harapan dan Keyakinan

Harapan dan Keyakinan

Bebrapa hari yang lalu, gue sempet bertanya sendiri dalam hati “Kenapa sesuatu yang kalo kita harapkan justru nggak kesampean, sementara yang nggak kita harapkan justru kita dapatkan?”

Pertanyaan itu pertanyaan klise, lalu biasanya ditimpali “Makanya nggak usah diarepin (harapin) biar nanti tiba-tiba kesampean”.

Lho jadi salahkah kita mengharapkan suatu hal yang kita inginkan?

Tidak salah, namun ingatkah readers kalau yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita, jadi bagaimana kalau kita yakini.

Ya, mari merubah pola pikir kita…untuk meyakini kalau apa yang kita harapkan pasti kita dapatkan.

Tapi, jangan dilupakan juga kalau sebuah keyakinan jangan sampai menimbulkan over confident dalam diri kita.

Daydreaming Semata

Gue berada di sebuah persimpangan yang katanya merupakan turning point seseorang. Gue semakin dekat dengan ‘gerbang’ kehidupan nyata.
Gue harus telah memutuskan semua matang-matang dan siap dengan segala resiko dari pilihan gue itu sendiri.
Masalahnya, sudahkah gue memilih? Sudahkah gue mentapkan pilihan itu dengan mantap?

Kenyataannya gue berada di titik keputusasaan yang dalam, frustasi, bingung, jenuh, menyesal. Satu minggu terakhir ini, nampaknya emosi bagaikan raja yang menguasai diri gue. Tangis, marah, keluh, kesal, jutek, bete, males. semuanya mewarnai seminggu ini dalam hidup gue. Alhasil, temen gue yang kena cipratnya.

Ada yang gue bentak
Ada yang gue jutekin
Ada yang gue cuekin

Untuk Aji, Dinda, dan Yozhi …gue minta maaf atas tindakan gue yang telah kehilangan akal sehat.
Gue sangat menyadari dan menyesali kalo gue nggak bisa mengorganize hari yang telah dihadiahkanNya dengan kesabaran, keceriaan, keikhlasan dan yang terpenting rasa syukur.

Untuk semua teman dan kerabat gue, rasanya ingin gue sampaikan permintaan maaf atas tindakan maupun tutur kata gue yang baik sengaja atau tidak pernah gue lakukan ataupun melukai kalian semua.
Gue minta maaf.

Untuk seseorang di luar sana, yang gue lihat tatapannya ke gue begitu penuh kebencian pada hari Selasa lalu, Gue minta maaf. gue minta maaf kalau apa yang gue lakukan kurang berkenan di hati lo, kalau kata-kata gue secara tidak sengaja melukai perasaan lo.

Gue terlalu cengeng dalam setiap menghadapi masalah, gue tahu dan gue membenci itu. Gue berusaha untuk kuat, tegar untuk menjalani semua ini tapi kenyataannya gue hanyalah gue, gue masih belum bisa keluar dari hal terburuk itu.

Gue nggak berbagi dengan siapapun..semua ini gue tutup rapat-rapat. Gue emang kangen dengan ‘tong sampah’ gue yang selalu ngedengerin semua curhatan gue kapanpun. Meski dia selalu berkata standar ‘sabar ya!’ tapi gue selalu lega kalau udah ngeluarin semua unek-unek gue ke dia.

Balik lagi ke kenyataan, ‘tong sampah’ gue udah nggak ada lagi buat gue. Dan memang sudah seharusnya begitu. Meski gue kangen dan butuh dia, tapi beruntungnya gue punya yang lain.

Gue punya Dia

Dia…meski gue nggak bisa melihat keberadaannya, gue cukup yakin kalau Dia ada, kalau Dia mendengar setiap curhatan gue, kalau Dia melihat gue yang menangis sambil bercerita, kalau Dia akan mengabulkan keinginan gue.

Pikiran gue yang paling negative dan buruk adalah…
“jadi selama ini..selama 3 tahun ini…yang gue kejar, pada akhirnya harus gue lepaskan, dan pada akhirnya gue merasa semua ini nothing? Semua ini nothing ?”

Gue benar-benar bingung, nggak tahu punya visi apa lagi, nggak tahu punya misi apa lagi. Nggak tahu apakah gue masih punya cita-cita untuk membakar semangat gue lagi.

Beberapa hari ini gue jadi lebih sering daydreaming, dengan tujuan mengosongkan pikiran gue, melupakan semua tumpukan masalah, dan diam bagaikan tak tahu ini itu.

Tawa, semangat, harapan semuanya seperti terbang. Nggak ada satupun dalam diri gue yang menyemangati gue, padahal biasanya masih ada energi positif yang merasuki celah-celah pikiran gue untuk melaporkan segala kemungkinan terbaik yang ada setelah masalah suram ini.

Biasanya selalu ada kata ‘Pasti ada jalan terbaik setelah ini’ atau nggak ‘Ayo Fit, lo pasti bisa!’ atau ‘Pasti ada kado terindah dari Dia’ atau ‘Lo nggak berhak kaya gini, ada yang lebih sulit dibandingkan lo’ atau ‘Lo masih lebih beruntung dari mereka fit, Move On’ atau ‘Masih ada orang-orang penting yang harus lo pikirin, Fit’.

Semuanya nggak tahu kemana, rasanya sepi. Nggak ada energi posotif dalam diri gue yang meneriaki itu seperti saat-saat gue down dulu. Yang ada hanyalah daydreaming-mengosongkan pikiran semata.

Semua ini butuh diluruskan, gue perlu membakar semngat gue lagi, gue perlu menetapkan tujuan gue lagi. Gue akan mencoba.
© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis