August 4, 2011

Alam Sosial



Aku tidak sama dengan kamu. Kami jelas berbeda dengan kalian. Ya, itu yang aku tahu, yang aku sadari, dan kini aku mengerti. Mulut mereka hamper berbusa menyuarakan hal yang sama tiap tahunnya, mengatakan kami sama dengan kalian.

Kami punya masa depan yang luas. Kami yang akan menguasai dunia. Tetapi nyatanya mereka tahu kebenarannya.
Aku dan kamu tidak sama, tidak akan pernah sama.
Kami dan kalian sangat berbeda.
Kami tersingkir dan kalian semakin melambung
Semua sama itu adalah bohong. Mereka yang menyerukan kebohongan itu tetap mengagungkan kalian.
Sekarang…kini…dan nanti, aku telah mengetahui…telah menerima kalau aku dan kamu tidak sama, kalau kami dan kalian sungguh berbeda.
Terima kasih

16 Maret 2011

Betapa Istimewanya Dirimu (Ibu)


Ibu, betapa istimewanya dirimu..
Apakah kau menyadarinya?
Kau terlahir di bumi selama 3 kali. Pertama menjadi seorang anak perempuan, lalu seorang istri dan yang begitu istimewa menjadi seorang ibu.
Takkan pernah ada seorang anak lelaki tanpa ibu
Takkan pernah ada seorang suami tanpa ibu
Takkan pernah ada seorang ayah tanpa ibu
Ibu, betapa istimewanya dirimu…
Diciptakan sebagai manusia yang lebih kuat menahan sakit
Bukan kuat agar disanjung makhluk-makhluk lain
Bukan juga kuat untuk dipertontonkan dalam sebuah kontes di layar kaca
Kau memang diciptakan kuat untuk menahan sakit
Segala bentuk rasa sakit, kau yang paling kuat untuk bertahan
Ibu, betapa istimewanya dirimu
Tubuhmulah yang dipilih sebagai tempat pertumbuhan setiap manusia baru
Kaulah yang dipilih untuk berjuang mengantarkan setiap manusia baru ke muka bumi ini, bercampur darah dan keringat, bertaruh hidup dan mati
Ibu, betapa istimewanya dirimu..
Karena negara dan provinsi lebih memilih ibukota daripada ayahkota
Bahkan tempat semua makhluk hidup berpijak dan menghirup oksigen di tata surya ini adalah bumi, bukan pakmi
Lengkap disinari cahaya bulan, bukan paklan
Juga ditumbuhi harum wewangian bunga yang bermekaran, bukan paknga
Ibu, betapa istimewanya dirimu…
Menjadi sebuah istilah untuk negriku tercinta, ibu pertiwi
Ibu, betapa istimewanya dirimu…
Karena bisa mengenal dirimu dan semoga bisa menjadi seperti dirimu

26 Juli 2011
*happy birthday mom

Out of Order

Out of order. Nggak guna, dan rusak. Gue merasa seperti itu
Gue seperti nggak bisa jadi diri gue sendiri, nggak bisa merangkai kata yang bermakna. Nggak bisa menulis, nggak bisa menghasilkan sebuah tulisan yang gue suka.

Gue seperti hilang, hancur, rapuh dan, menunggu menjadi debu.
Gue seperti malu dengan ‘tong sampah’ gue sendiri, dengan blog gue.
Gue seakan nggak bisa menuliskan apapun, tapi sungguh gue pengen banget nulis, seperti dulu. Hanya dari sebuah hal kecil yang gue lihat, gue rasa dan gue pikirkan lalu merambat menjadi pemikiran pemikiran lain yang bisa gue jabarkan di blog, gue share dan dibaca orang lain, dan gue harap bisa berguna dan menambah informasi—paling tidak sedikit—buat readers

Tapi nggak bisa…sekarang…belakangan ini….susah buat seperti dulu, atau…memang nggak hartus seperti dulu.
Gue rindu..sesuatu—seperti ekosistem yang di dalamnya ada populasi dan siklus hidup yang indah dijalani, yang menebarkan setiap inspirasi—yang telah gue jalani selama 12 tahun

Gue rindu sekolah…
Gue rindu diri gue yang dulu

(seperti) bicara pada langit







bicara pada langit seperti berbicara pada wajahmu yang lama tak kutemu
bicara pada langit seperti mengingat aku dan kamu di masa lalu
bicara pada langit seperti melihat senyummu
bicara pada langit seperti seorang diri menelan rasa rindu
bicara pada langit seperti menguntai barisan kata indah untukmu
bicara pada langit seperti menjemput dirimu di saat senja
bicara pada langit seperti bicara sendiri pada hatiku


29 Juli 2011

How Can I Not Love You




Can not touch
Can not hold
Can not be together
Can not love
Can not kiss
Can not have each other

Must be strong, and we must let go
Can not say what our hearts must know

How can I not love you
What do I tell my heart
When do I not want you
Here in my arms
How does one waltz away
From all the memories
How do I not miss you
When you are gone

Can not dream
Can not share
Sweet and tender moments
Can not feel
How we feel
Must pretend it's over

Must be brave, and we must go on
Must not say, what weve known all along

Hook

Must be brave, and we must be strong
Can not say, what weve known all along

Bicara Pada Langit


Sore ini, awan hitam bergelayut di langit
Tak seperti sore-sore biasa lainnya
Aku menengadah menatap langit, seolah mengajak bicara padanya
Pada seseorang nun jauh di sana
Langit kelabu, tak ada secercah warna jingga yang kurindukan
Tak ada warna oranye yang acapkali menembus tanah
Tak ada warna putih, biru ataupun pelangi
Seketika aku merindukannya
Vanilla Twilight
Sinar malu-malu Sang Surya menutup hari

Langit sore yang indah, yang selalu mengingatkanku padamu
Semua itu tak ada sore ini

Seperti berkelana entah kemana, tanpa pamit padaku, yang setia menatapnya
Lalu, awan hitam tak lagi kuat mengandung uap air yang telah bercampur zat ini dan zat itu, yang berbahaya namun tetap merajalela
Hujan…jadi hujan
Lalu seperti ada senyum seorang ibu yang terlintas dari wajah langit karena berhasil mengantarkan anak-anaknya kembali ke bumi, terserap tanah
Ya, tanah…bagian dari kita semua berasal
Kita semua…juga aku dan kamu
Kamu yang entah sedang apa, yang kuharap memandangi vanilla twilight di bagian Barat Indonesia
Lalu mengingatku….rindu padaku
Dan segera bergegas diri menemuiku
Aku puasa tersenyum sore ini Karena langit hitam yang membuatku seakan tak bisa mengingatmu,
Yang justru menyesakkkan dada dan memerihkan hati
Tapi tak sampai menumpahkan air mata
Karena tak mudah bagiku untuk hal itu, Sang Adam
Aku tak mau ‘lalu’ lagi, karena itu tak akan pernah mengakhiri tulisan ini
Tulisan ini buruk, namun tak seburuk rasa yang kusimpan saat ini

Aku tak mau ‘lalu’ lagi, tak akan juga berkata manis nan romantis

Tak perlu juga membujukmu atau berharap lagi Karena kamu tak akan pulang…


25 Juli 2011
© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis