July 30, 2013

Mengenal Hatimu #4


Terlalu mengenal hati seseorang yang kita cintai itu membuat aku seakan sulit untuk bernafas. Kamu tahu mengapa? Karena orang itu tidak mencintai kita, tidak bisa memercayakan hatinya kepadaku. Rasanya semakin sulit saat kamu mengetahui itu.     

Dan aku mengenal betul bagaimana hati seorang Anggiena. Melihat serakan luka hati Anggiena dua tahun yang lalu membuatku ingin merengkuhnya. Mengenalnya lebih dalam agar dapat menyembuhkan setiap lukanya. Mengeringkan air matanya dan mengubahnya menjadi lautan tawa.

Aku ingin Anggiena tertawa bahagia dan memercayakan aku menggenggam hatinya, namun tak bisa. Anggiena tak bisa melakukannya, sekalipun harus berbohong. Ya, kamu tidak bisa, Gie.

“Aku sayang sama kamu, Revan. Setahun itu bukan waktu yang sebentar untuk mempertahankan semua perasaan aku ke kamu. Awalnya memang untuk obat penyembuh. Tetapi, setelah itu aku sadar kalau kamu lebih dari itu”

“Kamu berhasil menggenggam hatiku, Gie. Tetapi, kamu nggak seutuhnya mengizinkan dan memercayakan hatimu untuk aku. Kamu masih menggantungkan hatimu untuk dia. Untuk Barry. Entah apa yang membuatmu begitu. Salah satunya, mungkin karena rambut Barry nggak keriting seperti aku”

Aku terkekeh kecil, namun Giena masih saja membeku menatap mataku dengan raut wajah tak ingin diajak bercanda.

“Dari awal, aku ragu kalau kamu bisa melupakannya. Tetapi, aku begitu ingin melihat kebahagiaan di wajahmu. Makanya, aku meyakinkan diriku untuk melenyapkan semua intuisiku sejak awal. Intuisi yang tidak pernah salah. Kamu tahu kenapa?”

Giena menggelengkan kepalanya pelan. Setitik air bening meluncur dari pelupuk matanya, entah apa maksudnya.

“Karena aku teralalu mengenal hatimu, Gie. Aku tahu betul kamu. Aku sangat tahu kalau kamu nggak bisa ngelepasin Barry. Maka, saat Barry kembali lagi, kebahagiaan yang ingin aku hadirkan baru terlihat di wajahmu saat ini.”

“Kita akhiri sampai di sini ya, Gie. Aku percaya kamu akan bahagia sama Barry. Dan untuk kali ini, aku berdoa semoga Barry nggak akan menyakiti kamu lagi. Aku sayang kamu, Gie.”

Aku bisa terima meski harus terluka
Karena ku terlalu mengenal hatimu
Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini
Karena cinta tak akan ingkari
Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya
Biar ku yang mengalah
Aku terima
(Cinta Begini-Tangga)
End

0 comments:

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis