February 13, 2012

19 tahun lalu

Saat gue menulis postingan ini, maka 3 jam lagi 13 Februari—hari yang ada sekali dalam setahun—akan segera berakhir. Berganti dengan Hari Kasih Sayang alias Valentine.

Sebelum berakhir, ada yang ingin gue share malam ini, readers.

60 menit yang lalu, Radini dan Marisa baru saja meninggalkan rumah gue. Tadinya gue hampir bersyukur karena nggak ada yang mengingatkan gue tentang usia 19 tahun—yang gue sandang mulai hari ini—melalui birthday cake. Tetapi gue salah, sore tadi sekitar pukul 18.00, Marisa dan Radini datang dengan birthday cake mungil berhiaskan 3 lilin kecil (merah, kuning, biru).

Setengah kaget juga sih. Karena aku hampir lupa kalau jam 6 sore tadi masih jadi bagian hari ulang tahun gue.

Ini bukan tiup lilin pertama dari mereka, sudah yang ke-6 selama perjalanan ulang tahun gue. Honestly, gue jarang banget yanga namanya blow candle di hari ulang tahun. Karena gue sendiri nggak maniak atau bisa dibilang nggak suka sama cake. Tetapi semenjak kenal mereka—pas SMP—semuanya berubah, ultah gue yang ke-14 hingga sekarang selalu tiup lilin dari mereka.

Sampai hari ini, di hari ulang tahun gue, mereka seakan nggak pernah absent untuk datang membawa kue dan keceriaan.

Sebenarnya semakin ke sini, bukan itu yang gue liat. Wish kecil-kecilan gue, nggak ada birthday cake. Gue berharap dapat durian yang isinya ditata rapi dan di tengahnya diselipkan lilin. Hahaha. Just small wish

Gue senang mereka datang. Gue merasa perhatian dan kasih sayang mereka begitu besar buat gue. Bukan berarti teman gue yang lainnya nggak, hanya saja Radini dan Marisa adalah 2 sahabat yang gue kenal sejak SMP. Kita pisah sekolah saat SMA hingga kuliah sekarang, namun kebersamaan dari mereka masih terlihat jelas.

Terima kasih atas cinta kasih, pengertian dan kepedulian kalian untuk gue. Gue sadar betul, gue belum bisa membalas kebaikan dari kalian, hanya Allah yang bisa membalasnya.

Gue berharap persahabatn kita kekal, meski sebenarnya nggak ada yang benar-benar kekal di dunia ini.

19 tahun…tahun depan jika Allah masih menyediakan jatah umur buat gue, maka angkanya akan berganti menjadi 2. so, ini angka 1 terakhir dong. Hehe

Ulang tahun kali ini, gue mencari kado, bukan untuk gue, tapi untuk orang lain.

Seseorang yang lebih berhak mendapatkan kado di hari ulang tahun gue, tapi bukan gue.

Seminggu yang lalu, entah angin darimana merasuki pikiran gue. Saat seseorang berulang tahun, mengapa dia yang diberikan kado? Dia yang mendapatkan ucapan bahagia selamat ulang tahun? Tidak salah. Itu memang tradisi yanga da, bukan?. Tetapi kita melupakan satu orang terpenting, menurut gue.

Seorang wanita yang melahirkan kita…

Bukankah saat kita berulang tahun, itu berarti adalah hari dimana seorang ibu melahirkan kita.

19 tahun gue hari ini berbahagia adalah 19 tahun yang lalu seorang wanita dengan penuh perjuangan—antara hidup dan mati—serta bersimbah darah dan keringat melahirkan gue ke duina.

Jadi, 19 tahun hari ini harusnya adalah hari yang paling utama bagi gue untuk mengucapkan terima kasih kepada seorang wanita yang telah melahirkan gue, yaitu nyokap.

Hari dimana gue bertambah menjadi 19 tahun ini seharusnya adalah harinya nyokap. Merayakan keberhasilannya melahirkan gue dengan sehat wal afiat dan menjadi ibu untuk anak pertamanya.

Gue memberikan hadiah kecil untuk nyokap di hari ulang tahun gue ini. Hadiahnya nggak seberapa, tetapi apa yang gue berikan pada nyokap adalah sesuatu yang—gue tahu—sedang dia butuhkan.

Honestly, ke-2 orang tua gue nggak pernah merayakan hari ulang tahun untuk anak-anaknya. Sekedar hadiahpun, mereka nggak pernah ngasih di hari ulang tahun kita (anak-anaknya).

Gue mengerti…sangat sangat mengerti, karena buat gue ‘hadiah’ dari mereka bukanlah saat hari ulang tahun kami, melainkan setiap hari atau bahkan hari-hari yang terasa sulit.

Mereka selalu ada di sana.

“terima kasih Ma untuk 19 tahun lalu yang telah melahirkan aku dengan penuh perjuangan”


2 comments:

iswara said...

dibilangin bikin nopel ung,gak ngerti bener dah

Fitria Wardani said...

iya ji iya amiin

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis