December 27, 2014

Kaleidoskop 2014 : IIBF 2014 & IRF 2014



Bersama Seluruh Panitia #IRF2014

Kalau blog ini adalah rumah, maka laba laba telah berhasil membangun rumah barunya di dalam rumah ini. Ya, sudah lama saya tak berkunjung dan post tentang best moment ataupun daily, atau lagi imo. Saya harus mengamini opini Raditya Dika yang menganggap sering ngetweet layaknya melakukan posting di blog. Lalu, apalagi yang mau diceritakan ?

Begitu juga dengan saya, banyaknya media sosial yang saya miliki dan saya gunakan secara aktif seakan membuat saya telah menceritakan aktivitas saya di berbagai tempat dengan media yang berbeda. Meski tentunya tidak sedetail jika saya bercerita dalam blog.

Media sosial seperti instagram adalah salah satu media yang dapat menampung aspirasi cerita saya tanpa pembatasan karakter. Tetapi tentu saja, ada cerita yang menurut saya pasti ditunggu dalam blog ini. Anyway, kenapa gaya ceritanya udah kaya sok penulis terkenal begini sih. Oke, mohon dimaafkan ya.

Baiklah, karena postingan ini rasanya sudah hampir di akhir tahun maka keabsenan saya akan saya rapel dengan kaledioskop 2014. Mulai dari menjadi penyelenggara event di luar kampus. Ya, bukan menjadi sebuah resolusi memang, tetapi menjadi bagian dari penyelenggara acara yang sifatnya di luar kampus merupakan pencapaian bonus di tahun ini bagi saya. Dan saya berkesempatan mengikuti 2 event yang berbeda dalam waktu yang tidak terlalu jauh. Kedua event itu adalah Indonesia International Bookfair 2014 dan Indonesia Readers Festival 2014

Berawal dari keisengan saya yang sering sekali mengirimkan cv di setiap ada kesempatan part time ataupun magang, maka saat ada lowongan mengenai kegiatan kepanitiaan yang sifatnya event di luar kampus, sayapun turut iseng mengirim cv. Apalagi ini merupakan event bookfair, sebuah event yang jujur tidak pernah saya datangi tetapi entah kenapa ingin mendapatkan uang tambahan dari kegiatan yang berkaitan dengan buku ini.

           Jauh sebelumnya, saya juga telah mendaftarkan diri menjadi volunteer pada suatu kegiatan tahunan favorit saya, yaitu Indonesia Readers Festival 2014 atau Festival Pembaca Indonesia. Saya juga pernah cerita tentang Festival Pembaca Indonesia di sini. Kalau untuk kegiatan ini, saya sangat menggebu untuk dapat menjadi bagian dari penyelenggara bersama Goodreads Indonesia. Ingin ikut membagikan euphoria kepada sesama pembaca. Dan sebenarnya tahun ini bukan untuk pertama kalinya saya mendaftar menjadi volunteer. Tahun lalu, saya telah mendaftarkan diri untuk bagian workshop tetapi nampaknya belum diberi kesempatan dan ternyata acaranya bentrok dengan kegiatan kampus. Finally, tahun lalu saya harus absen datang ke IRF. Allhamdulillah, tahun ini saya diberi kesempatan untuk dapat menjadi volunteer di acara IRF 2014 dengan posisi yang masih saya inginkan, yaitu bagian Workshop. Bersama 3 orang yang sama sekali tidak saya kenal dalam tim, saya mulai bekerjasama dan mengerjakan jobdesc dari pra acara, eksekusi, hingga pasca acara.

              Setelah sempat lupa kalau saya pernah apply cv untuk lowongan magang di humas Indonesia International Bookfair  (IIBF) 2014, tiba-tiba saya diingatkan kembali melalui pesan yang berisi saya diminta mengikuti tes dan interview lebih lanjut. Dan seperti kata mutiara life is about choice, maka saya memilih cabut kuliah untuk dapat mengikuti tes ini. Seriously, saya tidak tahu persis dimana IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) berada. Hanya tahu berada di daerah Menteng. Akhirnya melalui words of mouth, saya dikenalkan oleh temannya teman saya yang juga akan mengikuti tes dan interview ini. Perkenalan kami singkat, kenal jam 11 malam via WhatsApp, kemudian bertemu esok paginya dan berangkat ke Menteng bersama. Dan layaknya dunia yang sempit atau apa, ternyata teman saya ini tinggal tidak jauh dari rumah saya. Ya, kami hanya berbeda gang. Its like a magic.

Setelah tes tertulis dan interview, saya menunggu sekitar 2 minggu untuk mendapatkan kabar selanjutnya. Dan allhamdulillah saya lolos dan resmi menjadi panitia Indonesia International Bookfair. Acara yang berlangsung di Istora Senayan dari 1-9 November 2014 ini membuat saya terpaksa izin kuliah 1 hari, anyway ini sistem kerjanya shift. Dan pada akhirnya meski pada awalnya saya berada di bagian merchandise, saya lebih sering berada di Information Center, pernah juga berpindah menghandle pelaksanaan workshop. Intinya, siapapun dan dimanapun kita dibutuhkan kita harus selalu siap.
Bersama Tim Humas IIBF 2014
Tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia Bookfair berubah menjadi Indonesia International Bookfair, dengan guest of honour Kingdom of Saudi Arabia. Selain itu juga ada 8 negara lain, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, China, Kanada, Mesir, Korea Selatan, dan Indonesia tentunya—yang ikut berpartisipasi. Jadi, tidak heran kalau pengunjungnya juga beberapa adalah orang asing.

Maka, ada beberapa pengalaman yang akan sedikit saya share di sini, tentang salah satu exhibitors yang sudah tak lagi muda dan berasal dari UK. Lebih tepatnya sih beliau kita panggil kakek. Sabar adalah kunci menghadapi kakek ini. Mulai dari bersedia berfoto-foto bersama, minta buku tamu milik panitia di hari pertama, mengantarkannya keliling dan berbelanja di arena pameran atau bahkan merelakan kipas tangan diambil olehnya. Okay, 2 yang terakhir korbannya adalah 2 teman saya.

Anyway, meskipun begitu kakek ini aslinya baik dan murah hati. Beliau menawarkan donat yang dia beli dalam perjalanan dan sempat memberikan pisang kepada kami. Dan yang pasti kakek ini sangat penyayang karena dia membelikan beberapa merchandise yang katanya untuk cucunya.

Pengalaman lain yang berkesan adalah bagaimana crowdednya orang-orang untuk mendapatkan undian haji ke tanah suci. Saya yang ikut terjun dalam pembagian form di hari terakhir pelaksanaan IIBF ini menjadi saksi bagaimana lautan manusia mengantri dan sangat berharap dapat menginjakkan kakinya di tanah Haram itu. Dan moment lain yang tidak terlupakan bagi saya adalah melihat idola saya, Najwa Shihab berjalan santai di hadapan saya tanpa seorangpun yang menemani. She’s so simply beautiful. Hanya bisa diam, meski hati jingkrak-jingkrak tidak karuan karena sedang bertugas di meja informasi dan mengenakan seragam jadi nggak mungkin berlari untuk minta foto.

Day 1 di Information Center
Cerita lain hadir di pelaksanaan Indonesia Readers Festival 2014 di Museum Nasional sebulan setelahnya, yaitu 6-7 Desember 2014. Mungkin acaranya tidak secrowded IIBF, tapi ada kebahagiaan dalam berpartisipasi sebagai volunteer ini, sekaligus kebanggaan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya saya seperti pengunjung lain yang berkeliling dari satu stan ke stan lain untuk mendpaatkan buku gratis ataupun pembatas buku, maka kali ini saya mondar-mondir seharian untuk menghandle 8 workshop dalam 2 hari. Rasanya senang bisa menjadi bagain yang bermanfaat bagi orang lain.

Bersama Kak Aio (yang ganteng dan suara vokalnya yang keren) dari Ayo Dongeng Indonesia

Cerita yang unik dari event ini adalah pertemuan saya dengan Windy Ariestianty. Memang, saya belum kenal lama mengenai dia. Hanya sempat membaca sekilas tentang dirinya di webnya Alanda Kariza, kemudian saya mulai membaca tumblr Windy dan seketika saya jatuh cinta dengan tulisannya. Seperti saya jatuh cinta dnegan tulisan Dee. And then, di hari pertama untuk persiapan workshop, saya berjaga sendiri karena Kak Ijul (partner saya hari itu) berhalangan hadir. Saat itulah, sosok wanita yang boyish dan tinggi dengan rambut ombre hijau neon yang menurut saya keren menghampiri dan menanyakan apakah di ruangan ini ada akses Wifi karena dia ingin bekerja. Saya yang memang tidak tahu dan belum mencoba juga hanya menjawab jujur, kemudian wanita itu menumpang untuk duduk di dalam ruangan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kami hanya berdua dalam auditorium yang cukup besar dan dalam waktu yang cukup lama. Hingga saat menjelang workshop kedua, saya baru mengetahui kalau wanita itu adalah Windy Ariestianty. Ya, alau tahu begitu, saya akan minta foto lebih awal. Asli, Kak Windy ini penampilan dan cara menjelaskannya asyik. And I really love your hair colour, Kak.

Bersama Kak Windy Ariestanty
 By the way, IRF 2014 ini berisikan pameran dari penerbit maupun komunitas baca, Bioksop Baca (acara menonton film-film yang diangkat dari buku), workshop, talkshow, bookswap dan bookwar, dan Anugrah Pembaca Indonesia (API). Untuk kamu yang tahun ini belum ikutan, tunggu IRF tahun depan ya.

Dua event di penghujung tahun ini adalah moment yang akan saya ingat tentunya dan menjadi jawaban yang memuaskan dalam hati ketika seorang Pembina di kampus pernah bilang kalau “Ada 2 kegiatan yang seharusnya dilakukan saat kita memiliki waktu luang yaitu, mengikuti kegiatan yang bersifatnya menambah uang saku dan mengikuti kegiatan yang bersifat kemanusiaan atau voluntary.


Terima kasih atas 2 pengalaman berharga ini, 2014.

0 comments:

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis