December 28, 2014

Kaleidoskop 2014 : (Partner) Banci Kuis - ending





Karena khawatir readers malas bacanya saking kepanjangan, maka postingan ini saya buat 2 part. Sebelumnya ada di sini ya,

Masih soal banci kuis twitter nih dan partner yang mendampingi tentunya

4. Pendekar Tongkat Emas

Kalau dari kuis-kuis sebelumnya saya hanya iseng ikutan, maka untuk bisa mendapatkan freepas ini bisa dikatakan saya begitu niat. Saya mengikuti di 4 kuis yang berbeda dari 4 penyelenggara (Tabloid Bintang, KapanLagi, Muvila dan Nescafe) yang juga berbeda dan allhamdulillah menang dari Tabloid Bintang dan Nescafe. Akhirnya saya lebih memilih menggunakan tiket dari Nescafe karena nobar with the cast.

Pengumuman Pemenang Freepas PTE

Kali ini acara nobarnya di XXI Setiabudi. Masih menggunakan alasan yang sama kalau kami bukan anak mall jadi kami tidak tahu persis dimana tempatnya dan harus turun di halte yang mana. Berbekal petunjuk dari ayah saya, maka kami turun di Halte Kuningan Madya (depan gedung KPK) dan ternyata…jreng jrengg itu halte yang cukup jauh dari XXI Setiabudi. Harusnya kami turun di halte sebelumnya yang agak lebih dekat. Okay, dengan terpaksa kami jalan terburu-buru dan setengah berlari karena khawaitr terlambat pasalnya tiket diambil sebelum jam 10. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Setelah lumayan ngos-ngosan tibalah kami di venue yang ternyata sudah ramai karena acara nobar ini diikuti oleh pemenang lain dari Kuis yang diadakan grup KG. Tidak ada stan Nescafe di sana, hanya ada banner tanpa penjaga. Agak bingung dan finally memilih mencari toilet di luar XXI yang pada akhirnya kami gagal menemukan dan kembali menggunakan toilet XXI dimana untuk mencapainya perlu berdesak-desakan dengan ABG ABG yang sepertinya pemenang dari majalah remaja cewek gitu.

Setelah keluar dari toilet, tampak orang yang ingin memasang stan Nescafe, sambil nunggu kita duduk dan narsis terlebih dahulu.
#InNarsisWeTrust di detik detik Nicholas Saputra lewat depan kami
 Hingga kemudian, mata saya menangkap sosok Mira Lesmana dan Riri Riza, kemudian sepupu saya bilang “Itu Nico. Oh My God.” Dan yaa…Nicholas Saputra lewat tepat di depan kami. He’s really handsome and cool. Kemudian entah kenapa ngerasa deg-degan, yaampun ini emang aneh dan absurd.

Nggak lama setelah itu, tiket sudah ditangan dan karena orang Nescafenya bilang bisa digunakan di theater 1,2 dan 3 maka kita menuju theater 3. Setelah lari-lari karena nggak ingin terlambat ataupun ketinggalan, kami tidak memeriksa tiket itu alhasil kita nggak bisa masuk theater 3 karena tiket yang kami pegang bertuliskan theater 1. Okay, lari lagi dan balik arah. Dan dari  arah yang bersebrangan, kami menemukan Reza Rahadian sedang berlari menuju Theater 2. Well, readers ini bukan FTV jadi tentu saja tidak ada tabrakan diantara kami.

Kami duduk tenang di theater 1 dan ternyata filmnya belum dimulai. Fiuuh Allhamdulillah. Sebelum film dimulai, ada semacam welcoming speech dari Mira Lesmana, Riri Riza, Ifa Isfansyah, Reza Rahadian dan Nicholas Saputra tentunya. Kyaa…kyaaa mereka lewat di depan kami dan saya sempat bersalaman. Sumpah ini norak banget gue tau kok tapi fans berat sama Nichooo yang cool.
Suasana welcoming Speech dari Filmamker PTE
Suasana Welcoming Speech sebelum nonton PTE

Yak, filmnya keren. Dan jalan ceritanya nggak akan seperti yang kamu duga saat cuma tahu sinopsisnya, makanya harus banget nonton. Banyak pelajaran dalam film ini, tentang bagaimana menjadi pendekar dan siapa yang pantas menjadi pendekar. Film ini juga menjelaskan kalau bagaimanapun juga ikatan darah lebih kental oleh apapun. Ini terlihat bagaimana Biru dan Gerhana yang tega membunuh Cempaka (guru yang telah membesarkannya dan mengajarkan banyak ilmu kepada mereka). Usut punya usut, Biru dan Gerhana ini adalah anak dari musuh Cempaka yang mati di tangannya.

Quotes lain yang menarik adalah Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin sering ia diserang dari belakang (Cempaka). Saat terjadi pecah kongsi diantara 2 kubu itu, saya dan sepupu saya berkelakar kalau mereka bagaikan panggung politik yang mencari teman koalisi. Ada juga scene yang cukup membuat terharu ketika Angin mati demi kakaknya. Untuk masalah acting, nggak perlu diragukan lagi Reza Rahadian menutup aktingnya dengan sangat keren saat dia harus mati terbunuh. Sementara sosok misterius Nicholas Saputra rasanya tidak pernah membuat kita bosan bosan tapi mengidolakan. Di film ini juga, saya baru menyadari kalau Tara Basro memiliki kecantikan Indonesia.

Well, ternyata semua belum berakhir meski film telah usai, karena cast lain seperti Eva Celia, Tara Basro bahkan Christine Hakim ikut datang dan dengan segala kegaduhan ingin foto bersama. Maka hanya ini yang bisa dikenang.
Bahagia meski tumpuk-tumpukan bareng PTE cast

Dari serangakaian kuis, maka Pendekar Tongkat Emas adalah yang juara dan seakan menjadi ending syndrome banci kuis saya. Keliatan bangetnya semester ini malah hura-hura gini banget. Sekarang ingin pasang niat dan tekat untuk stop, Pendekar Tongkat Emas ini jadi penutup paling manis. Ooh Nicholas, finally. *masihngefans*

5. Celebrity Game Show
           
     Nah yang ini, benar-benar 2 hari pasca nobar PTE. Acaranya juga mendadak dan tanpa persiapan berarti. Meski sebenarnya udah ngirim formulirnya sebulan lalu kemudian pesimis buat ditelpon dan ikutan karena saya bukanlah cewek cantik yang proporsional gituhh. Keikutsertaannya juga disponsori oleh keisengan dan ingin menguji seberapa jauh sih pengetahuan saya soal Celebrity. Ohiya, sponsor lainnya saya sama sekali tidak tahu dimana Kompleks Institut Bisnis Nusantara (IBN) berada. Finally, berbekal browsing di google, kali ini partner saya masih setia mau menemani menjelajah Jakarta Timur. Thank youuu banget lho Mba Aniii

Dan keraguan mulai timbul saat di dalam Mayasari Bakti R57 (Blok M-PuloGadung), kondektur yang kami tanyai justru tidak mengetahui alamat yang kami tuju. Kondektur perempuan itu juga tidak tahu apakah bis yang kami tumpangi akan melewati alamat yang kami tuju. Kami bingung harus turun dimana, tetapi arahan dari browsing di google kami sudah berada di bis yang tepat.

Dengan ragu dan disponsori hujan, kami turun di salah saltu halte TransJ (lupa namanya) kemudian tidak tahu bagaimana menlanjutkan perjalanan. Ditemani rasa khawatir karena jarum waktu terus bergerak, sementara saya harus stand by jam 12 di Studio 3 RTV. Akhirnya kami bertanya dengan seorang bapak di pinggir jalan. Bersyukurnya bapak itu cukup komunikatif dan mengarahkan kami untuk naik angkot karena IBN berada tidak terlalu jauh dari tempat kami turun itu.

Setelah mengikuti saran si bapak dan sampai di tempat tujuan, lagi-lagi kami sekaan digantung karena ternyata shooting CGS biasanya sore. Finally, saya dan sepupu saya menunggu di kantin untuk makan dan mencari tempat sholat. Allhamdulillah kami tidak perlu kebingungan lagi mencari tempat sholat. Setelah dirasa tak mungkin terus menunggu dengan ketidakpastian, kami bergegas mencari Mbak Lintang—yang ternyata berada di IBN, tempat dimana RTV berkantor. Baiklah, kemudian kami diarahkan untuk menunggu di Studio 3. Cukup lama karena ternyata memang dibutuhkan waktu untuk cek sound, audio dan persiapan make up tentunya.

#InNarsisWeTrust sambil nunggu shooting


Akhirnya, shooting baru dimulai sekitar pukul 16.30 dan berakhir sekitar 17.30. saya tidak ingin memberikan bagaimana hasil akhir kuis ini karena memang belum tayang dan saya tidak ingin bercerita banyak. Tunggu kabar selanjutnya dari Line atau twitter ya. Hehe
Photo Session Bersama Celebrity dan Peserta CGS


Pulangnya, kami disuguhkan dengan kemacetan Jakarta. Bukan hal baru, tapi masalahnya kami berada di daerah Jakarta Timur. Wilayah yang jujur saya sendiri merasa buta. Bingung ingin naik apa untuk lebih cepat dan meminimalisir waktu dan jarak tempuh. Karena tidak tahu harus transit dimana jika ingin naik TransJ, maka kami menunggu ditemani bimbang (lagi) hingga bis yang kami tumpangi saat berangkat datang layaknya Pahlawan. Allhamdulillah bisa pulang ke terminal kemudian harus menunggu bis lain di terminal Blok M.

Dan begitulah perjalanan yang saya namai ‘hura-hura’ di semester ini. Tapi di lain sisi, ini menciptakan pengalaman baru dan pelajaran hidup yang selalu bisa dipetik di setiap kejadiannya. Terima kasih untuk perjalanan mencari tempat sholat, alamat, menunggu bis hingga malam, cerita kelakar di setiap hal, hingga diskusi film dengan imajinasi liar bersama. Terima kasih untuk setiap waktu dimana kita harus menunggu tanpa kepastian.  2014 ini berwarna. Thank you my lovely cousin, partner of 2014 haha

#InNarsisWeTrust with My Lovely Cousin, Asih Winarni




                

3 comments:

Unknown said...

wah epic banget ceritanya. like it :))
kembali kasih deh yaa pokoknya, cuz i've got many experience from our journey.
I smurf you my cousin {} :*

Unknown said...

Keren ya bisa ketemu mereka. Seru nih ceritanya. Oh iya salam kenal juga. :D

Kresnoadi DH said...

Gue udah baca yang dapet duren! Hahaha.
Eh iya ini asik banget bisa sering menang gratisan gitu deh. ._.
Anyway, Celebrity Game Show itu acaranya ngapain sih? Jarang nonton tipi nih. Hehehe.

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis