April 2, 2016

Monita Tahalea - Dandelion (Review)



Hello, readers

Satu bulan yang lalu, seorang teman sangat hobi memasukkan lagu Memulai Kembali dari Monita Tahalea dalam playlist Youtube di sela-sela kami bekerja. Efek yang dihadirkan adalah lagu itu seolah lagu wajib yang pasti kami dengarkan setiap hari sambil bekerja. Efek yag lebih dahsyat lagi, saya mendengarkan satu albumnya, yaitu Dandelion dan jatuh cinta.

Kalau mendengar Monita Tahaela, maka yang melekat di benak saya adalah lagunya yang berjudul Kekasih Sejati. Tetapi, mendengarkan satu albumnya yang berjudul Dandelion seolah mengenal lebih dalam musikalitas Monita Tahalea.

Well, album Dandelion ini berisi 9 lagu dan 1 diantaranya berbahasa Inggris. Yang menjadi favorit bagi saya adalah 168, Memulai Kembali, Tak Sendiri, Perahu, dan Saat Teduh. Entah apakah ini dapat disebut dengan favorit, jika jumlah yang saya favoritkan saja lebih dari setengahnya.

Mungkin karena saya penikmat Adhitia Sofyan, maka saya jatuh cinta dengan hampir keseluruhan album Dandelion ini. Genre yang diambil memang bukan bedtime song, layaknya Adhitia Sofyan. Tetapi, alunan musik yang dipilih di album ini seolah menghadirkan efek menyatu dengan alam.

Suara Monita yang selalu membuat saya merasa seperti disiram air es, lirik yang sangat puitis dan meaningfull adalah perpaduan yang menghasilkan Dandelion. Album ini bercerita tentang cinta, ajakan love yourself, dan persahabatan.

Saat Teduh adalah salah satu lagu yang menceritakan sosok seorang sahabat yang hadir mengusir lara dan sepi. Lagu ini memang mellow dan cocok menjadi lagu pengantar tidur, tetapi sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan dalam lagu ini sangat dalam. Dengan alunan yang menenangkan, lewat lagu ini kita seolah diajak flashback tentang siapa sosok sahabat kita yang pas dengan lirik lagu ini .

Teringat seorang , sahabat setia
Dia slalu berkata, aku beserta
Suka dan duka, kayuh bersama
Tetaplah janjinya, tuk bersamaku
Larapun pergi menjauh
Sepiku bagaikan debu
Hatipun tenang dekatmu
Kunyanyi slalu denting jiwaku
Senandungkan langkah bersamamu
( Saat Teduh)

Lagu lain tentang persahabatan sekaligus ajakan love yourself adalah Hai. Berbeda dengan Saat Teduh, lagu ini nggak mellow tetapi tetap dalam jalur yang menenangkan dan enak didengarkan sambil tiduran di kamar melepas lelah. Lagu ini juga banyak menyelipkan bunyi-bunyian musik tradisional.

Hai teman, Apa kabar
Lama tak kudengar suaramu
Apa harimu bermentari
Adakah malammu dihiasi mimpi
Hai teman
Hapus sudah senyum kelabu di wajahmu
Masa yang lalu telah berlalu
Kini hari baru bernyanyi untukmu
Temanku tidakkah kamu tahu bahwa dunia rindukan senyummu
Dengarlah, indah suara rintik hujan
Yang turun membasahi bumi, memeluk tanah gersang
(Hai)


                And here it is…yang jadi juara di hati saya dan selalu diputar berkali kali, dinyanyikan berulang ulang..dalam hati, bibir maupun kepala. Judulnya 168. Bagi saya, isi lirik ini bagaikan dongeng yang dirangkai dengan lirik lirik puitis. Intro dan permainan gitar dalam lagu ini berhasil menghipnotis saya untuk menghadirkan imaji sebuah pohon di atas bukit dan hujan yang tak kunjung datang. Lagu 168 ini juga meyelipkankan lirik bahasa Prancisnya. Lagu ini cukup ngejazz dan menjadi misteri sendiri kenapa judulnya 168.  I still didn’t get the answer, readers. Maybe you can help me in comment box. Xixi

Sebuah nostalgia yang takkan terlupa
Tentang gadis bingung dan pengembara
Berbagi cerita di penghujung senja
Menunggu datangnya hujan
Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan
Namun hari-hari semakin berarti
Berteman butir waktu
Berpayung langit biru
Akhirnya yang tiba cinta
Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu
Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu
Walau tak selalu berakhir bersama
Mungkin nanti..kan bertemu kembali
(168)

                Lagu lain yang cukup upbeat dalam album ini adalah Memulai Kembali dan Tak Sendiri. Memulai Kembali rasanya memang nggak perlu diceritakan lagi, karena lagu ini sangat sering diputar di radio dan chart music di acara tv. Tetapi memang sih lagu ini tidak pernah gagal untuk mengajak saya membayangkan laut setiap baru mendenagkan intronya. Liriknya juga puitis dan meaningfull love yourself gitu. Kalau menurut Provoke Magazine, cocoknya sih didengarkan setelah putus.

Sebuah janji terbentang di langit biru
Janji yang datang bersama pelangi
Angan-angan pilu pun perlahan lahan menghilang
Dan kabut sendupun berganti menjadi rindu
Sejak saat itu langit senja tak lagi sama
(Memulai Kembali)

Sementara lagu Tak Sendiri dibawakan tak sendiri oleh Monita. Di Lagu yang paling ngebeat dan mengajak tubuh kita sedikit bergoyang ini, onita duet bersama Gaby. Iya, Gaby Idol yang nyanyi Begitu Indah itu lho. Duet mereka di sini sangat keren dan seolah mengantarkan energi positif ke setiap yang mendengarnya bahwa mereka nggak sendirian.

Dan aku kembali
Menatap mentari yang berseri
Ku tak sendiri
Cintamu selalu bersemi
Hadirmu membawa harapan
Kuyakin kau akan selalu ada
Dan aku kembali
Menatap mentari yang berseri
(Tak Sendiri)

And the last..lagu yang sayang kalau dilewat karena nggak direview adalah Perahu. Lagu ini memang sejenis dengan Saat Teduh, super mellow. Liriknya juga bagaikan puisi. Makanya saya suka.

Angin malam, langit gulita
Lautan tenang
Ku bertanya dalam jelaga
Dimana asa
Terlalu lama bersembunyi di balik langkah
Kulayarkan saja sebuah perahu jingga
Tuk pergi melihat angkasa
Berharap malam ini kulihat bintang di sana
Akankah perahu asa membawa sejuta renjana
(Perahu)

Meski hampir keseluruhan lirik lagu dalam album Dandelion ini sangat puitis dan metafora yang keren, sayangnya mereka hanyalah lirik berulang. Selain itu durasi lagu di album Dandelion ini sangat sebentar. Hanya tiga lagu yang memiliki durasi di atas 4 menit, sementara yang lainnya kurang dari 4 menit dan terasa begitu cepat. Atau mungkin karena liriknya yang hanya diulang ulang saja. Entahlah, saya cukup sok tahu juga sih dengan mereview Album Dandeilon milik Monita ini karena bukan wartawan musik.

Tetapi sebagai pendengar, Album Dandelion ini salah satu yang keren untuk musisi Indonesia. Rasanya saya juga harus berterima kasih pada Widya, teman saya yang mengenalkan album ini.

Terima kasih sudah membaca.

Lagu Lagu di Album Dandelion – Monita Tahalea :
1.       Hai
2.       Memulai Kembali
3.       168
4.       Perahu
5.       Bisu
6.       Saat Teduh
7.       Tak Sendiri
8.       I’ll Be Fine (Lirik Bahasa Inggris)
9.       Breathe


 

   

9 comments:

Senja said...

Halo Kak Fitria.

Saya juga penikmat album Dandelion belakangan ini. Setuju banget sama reviewnya. Semacam lagu-lagu yang sangat direkomendasikan untuk dinikmati dalam perjalanan pulang kampung atau kembali ke perantauan. Hehehe

Tapi saya juga masih bertanya-tanya arti judul 168 hahaha.

Salam kenal! :)

Fitria Wardani said...

Halo juga Senja..salam kenal
Trima kasih sudah membaca review saya sampai habis.
Setuju, lagu yang eargasm untuk enemenin travelling ya :)
Lagu favorit kamu yang mana anyway ?

Shafyu! said...
This comment has been removed by the author.
Shafyu! said...

Hai kak fitria!
Fyi, 168 itu di ambil dari 24 jam dalam seminggu (24/7), 24x7 = 168.

Emang engga bisa di pungkiri lagu" di album dandelion ini sangat bagus, apalagi suara monita yang sangat khas menciptakan keunikan tersendiri dan byknya dukungan dan bantuan dari orang" terdekat monita membuat dandelion semakin 'adem' utk di dengarkan, cocok sekali untuk menemani di sore hari

Unknown said...

Wah sekarang aku jadi tau knapa judulnya 168. Terimakasih yaa hehe

Chaka priambudi said...

Halo, lagu 168 itu artinya 7x24 jam (seminggu). Kenapa saya kasih judul 168 karena lagu itu menceritakan kisah orang pacaran yang cuma bisa janjian seminggu sekali untuk bertemu di tempat yang sama.

Ketika saya menulis notasi lagu ini,saya langsung terpikir untuk dinyanyikan oleh monita tahalea.
Lalu saya memintanya untuk menulis lirik untuk lagu tersebut.

Unknown said...

Ada yang tau lirik bahasa prancis dan artinya dlm lagu 168 gak ya? Trims

Unknown said...

Il y longtemps que je t'aime jamais je ne t oublierai
(I've loved you so long, I will never forget you)

Unknown said...

Halo kak Nabila, cara bacanya ini gimana sih ? Kok rada ngga match di telinga saya pas bagian t'aime... Nya

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis