May 7, 2013

Hello Ghost








“Seseorang  yang  kehilangan orang yang dicintainya cenderung melupakan kenangan tentangnya” 
                Finally saya menangis di 15 menit terakhir sebelum ‘Hello Ghost’ berakhir. Film korea yang sudah lumayan tua ini saya dapat dari seorang teman, yaitu Sella. Film itu juga sudah sebulan dalam folder movie yang masih dalam waiting list untuk ditonton. Tetapi, memang sih 2 teman saya (cowok) bilang kalau film ini sedih, bahkan salah satunya ada juga yang meleleh alias mengucurkan air mata.

                Selama 155 menit menonton, honestly saya merasa bosan dan banyak part bolong. Maksudnya banyak part yang tidak saya mengerti. Saya juga hampir bersombong diri dalam hati “Ini kayanya gue nggak akan nangis deh. Apanya yang sedih sih?”

                Tapi, di 15 menit terakhir itulah scene pelengkap dan penjelas dari semua part yang saya anggap bolong itu terlengkapi. Seketika itulah, ingatan saya terbongkar and then air mata saya meluncur. Meluncur tanpa henti.

                Film ini bercerita tentang seorang pria (Sang Man) yang sudah bosan dengan kesendirian dalam hidupnya, karena dia tidak memiliki keluarga ataupun sanak saudara sejka kecil. Hal inilah yang membuat Sang Man memilih untuk mengakhiri hidupnya alias bunuh diri dengan makan obat-obatan sebanyak mungkin.

                Sang Man berharap dia akan mati, tapi ternyata salah. Sang Man masih diberi kesempatan hidup dengan kemampuan melihat hantu. Tidak cuma melihat, tetapi Sang Man juga harus mengabulkan keinginan 4 hantu—yang tidak dikenalinya—yang ditemuinya di Rumah Sakit  jika dia ingin mereka kembali ke alamnya.

                Keempat hantu tersebut adalah seorang pria bertubuh tambun, wanita paruh baya yang menangis terus menerus, seorang kakek centil dan seorang anak laki-laki berusia 10 tahunan. Tidak hanya itu saja, keempat hantu tersebut juga dapat memanfaatkan tubuh Sang Man semau mereka.

Sang Man yang menggendong keempat hantu untuk pulang ke rumah
                Keinginan pertama adalah dari si kakek centil yang menginginkan sebuah kamera. Sang Man dan si kakek keluar masuk berbagai toko kamera, tetapi kamera yang diinginkan si kakek tak juga ditemukan. Keinginan kedua adalah si bocah laki-laki yang ingin menonton film kartun di bioskop. Di sinilah, Sang Man bertemu dengan suster—yang sedang mengajak pasien (anak yang terkena kanker) menonton film yang sama—yang menjadi gebetannya.
                Keinginan ketiga berasal dari pria tambun yang ingin mendapatkan kembali mobilnya. Setelah bertarung habis-habisan dengan keluar masuk penjara, finally Sang Man mampu mengabulkan keinginan si pria tambun ituuntuk mendapatkan mobilnya yang ternyata adalah….taksi. Merekapun pergi ke pantai dan berenang, meski Sang Man menolak sekeras hati.

Sang Man dan 4 hantu pergi ke pantai
              
 Keinginan keempat atau terakhir berasal dari wanita cengeng itu. Keinginannya sederhana, hanya ingin memasakkan orang yang dia cintai dan pergi berbelanja ke pasar bersama untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.
Hantu Wanita Cengeng
                Melihat perjalanan Sang Man mewujudkan keinginan keempat hantu itu sungguh membosankan. apalagi ada beberapa cerita yang melebar yang membuat saya bingung, tetapi semua menjadi jelas pada scene dimana Hyeon Soo (suster gebetan Sang Man) bertanya mengapa kimbap yang dibuat Sang Man mengggunakan seledri, padahal umunya menggunakan bayam. Dengan santai, Sang Man menjawab bahwa waktu kecil ibunya pernah bilang kalau seledri bagus untuk darah.

                Sedetik kemudian sebuah bayangan di masa kecilnya memenuhi kepalanya. Seorang wanita yang sedang membuatkan kimbap sambil menasehati Sang Man bahwa seledri bagus untuk kesehatan itu adalah ibunya Sang Man dan ternyata lagi wanita itu adalah si wanita cengeng itu. Yap, hantu wanita cengeng itu adalah ibu Sang Man. Dia ingin pergi berbelanja sambil menggenggam tangan Sang Man yang telah dewasa.

               Kenangan lain mulai semakin jelas. Bocah laki-laki yang berusia 10 tahun yang terpaksa menyerahkan uangnya karena dipalak. Padahal uang itu ingin ia gunakan untuk menonton film kartun bersama adiknya. And yes, bocah laki-laki itu adalah kakak Sang Man.

Kakek centil itu kakek Sang Man ? Jawabannya iya. Lalu mengapa si kakek ingin mencari kamera? Karena kamera itu adalah kamera temannya yang ia pinjam paksa saat ingin pergi liburan keluarga. Pria tambun itu adalah ayah Sang Man yang berprofesi sebagai supir taksi.

 Ayah Sang Man mengajak keluarganya, yaitu istri, Sang Man dan kakaknya, juga kakeknya untuk pergi liburan ke pantai. Ayah Sang Man berencana mengajarkan Sang Man berenang di pantai, tetapi dalam perjalanan mereka sekeluarga mengalami kecelakaan. Dari 5 orang tersebut, haya Sang Man kecillah yang selamat. Sejak itu, dia menjadi yatim piatu.

Dan hantu-hantu yang menemaninya itu sesungguhnya adalah keluarga Sang Man—yang telah lama tiada. Sayangnya, Sang Man baru menyadari itu ketika para hantu itu telah kembali ke alamnya karena diusir Sang Man. Lalu, mengapa Sang Man tidak mengingat keluarganya ?

Jawabannya ada di kalimat awal postingan blog ini “Seseorang  yang  kehilangan orang yang dicintainya cenderung melupakan kenangan tentangnya.”

Film ini mengajarkan banyak hal, especially tentang  makna keluarga. Untuk kita semua, yang keluarganya allhamdulillah masih lengkap, marilah kita sayangi dan jaga sebaik mungkin. Kalau mungkin ibu kamu cerewet, ayah kamu keras, adik atau kakakmu reseh atau jail, just be thankful to God. Bersyukur karena masih ada mereka yang memiliki keunikan dan pastinya itu adalah bentuk perhatian serta penghargaan atas keberadaan kita.

Keluarga itu adalah tempat berlangsungnya sosialisasi primer. Keluarga itu adalah tempat yang akan selalu menghangatkanmu dari dinginnya dunia luar, menguatkanmu saat terjatuh dan mendukung sepenuh tenaga  atas segala cita-citamu.

So, Love your family, especially your parents, readers.
Terima kasih atas waktunya

1 comments:

Unknown said...

sedih sekali film'y

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis