February 10, 2013

Secret Admirer #2



Hari ini masih sama seperti hari-hari kemarin. Aku melihat kamu, tapi tak berani menyapa. Aku melihat kamu yang menyadari kehadiranku, tetapi tatapanku kualihkan. Pura-pura tak melihat dan tak sadar keberadaanmu. Bohong.seperti biasa.
Aku menemukanmu bersiap keluar dari bilik elevator. Menunggu pintu elevator terbuka dengan sempurna. Sebelum itu, aku telah menyibukkan diriku diantara gerombolan yang menunggu elevator kosong. Menyembunyikannya dari kamu. Kalau kamu tanya kenapa, jawabannya hanya satu. Aku tidak tahu harus pasang ekspresi apa di depanmu. Tak mungkin sesuai suasana hatiku—yang selalu seperti disiram kebahagiaan setiap melihat wajahmu. Tak mungkin seperti itu, bukan?

1 comments:

Unknown said...

yah, coba bukan fiction,hhe

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis