July 7, 2011

Seribu Wajah 1095 Hari

Tanganku menari di atas kertas
Setelah akhirnya menekan tombol rewind dalam otak menuju 1095 hari lalu
1095 hari kita bersama
Melalui gerbang hitam yang kita lalui setiap pagi
Melangkahkan kaki dengan pasti dan wajah berseri
Melewati hijau pepohonan dan wangi tanah sehabis hujan semalam
Beratap langit cerah, sinar malu-malu Sang Surya, dan kicauan burung untuk menuju kelas
Bangku meja kayu entah berapa usianya
Selalu menjadi persinggahan utama bagi tasku
Lalu ragam suara akan celoteh, canda, cengkarama dan luapan rasa menyapu keheningan kelas
Hingga dering bel memaksa diri menempati posisi masing-masing
Ada seribu wajah yang tak pernah habis untuk diceritakan
Wajah bahagia memahami celoteh guru
Pikiran terbang berkelana jauh
Membenamkan kepala, diam penuh tanya
Seribu ekspresi wajah menatap papan tulis penuh catatan indah Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Seribu kisah yang tak pernah usai
Antara cinta, konflik, persahabatan, prestasi, pencarian jati diri
Bercampur tangis, tawa dan emosi
Berhias hikmah menuju titik kedewasaan
Seribu kisah indah yang tak pernah usai diceritakan
Seribu kisah dalam 1095 hari penuh warna dan ajaib yang kita lalui bersama
Tetapi waktu terus menggerogoti kita hingga 1095 hari menjadi yang lalu
Yang tak akan kembali dan kita jumpai
Yang hanya akan tertanam dalam hati
Yang tersimpan rapi dalam folder draft di pikiran kita
1095 hari yang harus kita tinggalkan
Demi menyambut hari baru
Meninggalkan kenangan indah putih abu-abu
Menghancurkan segala sifat kelabu
Menjadi reruntuhan debu
Dan membuangnya ke langit biru
Dengan langkah pasti, bersiap terbang menuju cita
Mengubur sejenak 1095 hari lalu
Untuk mewujudkan asa dan mimpi
Lalu kembali bertemu, kawan
Dalam semburat senja manis di ufuk Barat
Bercerita tentang mimpi yang telah kita raih
Berceloteh setelah menekan tombol rewind bersama
Mengenang 1095 hari lalu
Mengenang masa indah kita
Putih abu-abu

0 comments:

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis