December 26, 2015

Passport to Happiness : Cause Happiness Is You



Judul : Passport to Happiness
Penulis : Ollie
Halaman : 176 halaman
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2015


Travelling is about the art of making new friends. That’s why, kita akan menemukan orang baru di setiap kota baru yang disinggahi oleh penulis. Buku ini adalah pengalaman perjalanan Ollie menyinggahi 11 kota dengan 11 cerita menarik di dalamnya. Dibuka dari Ubud, pelariannya dari kejenuhan dan pertanyaan besar dalam dirinya mengenai pernikahan. Ubud memberikan jawaban paling penting yang selama ini terlupakan oleh Ollie, atau juga untuk kita sendiri sebagai seorang wanita.

Sepuluh cerita lainnya bersetting di Dublin, Moscow, London, Seoul, Paris, Marrakech, Istanbul, Almaty, Alexandria, dan New York. Cerita pengalaman perjalanan Ollie di setiap kota secara tidak langsung mengajak kita untuk juga kenal dengan kultur budaya dan masyarakat dari kota yang disinggahi. Di Moscow dan Istanbul, contohnya. Ollie menambah kamus karakter cowok belahan dunia, bagi saya.

“Kalau pria Rusia sudah jatuh hati sama kita, mereka akan lebih loyal dari siapa pun di bumi ini.  Seperti yang aku bilang tadi, mereka juga sangat protektif,” (From Moscow With Love - page 37).

Sementara di Istanbul, hampir semua cowok memiliki paras tampan dengan kulit putih, perpaduan Eropa dan Asia. Poin plusnya mereka juga ramah. (The Colours of Love in Istanbul – page 115)

Selain menambah kamus karakter cowok luar—yang bisa masuk list cowok idaman—Ollie juga mengenalkan berbagai tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan sastra, seperti museum dan toko buku. Salah satunya yang membuat saya penasaran dan juga ingin berkunjung kesana adalah Museum of Innocence atau Masumiyet MĪ‹zesi (dalam bahasa Turki). Mengapa saya ingin berkunjung kesana ? Saya rasa kamu juga ingin, jika mengetahui tentang apa Museum itu. (hihii, bikin spoiler yak).

Novel ini nggak selamanya romance kok. Dalam cerita The Alley of Marrakech, Ollie mengajarkan kita kalau soulmate tidak harus berarti romantis. Bisa saja artinya pertemanan yang manis. Seperti ia dan Soufiane. Ada juga, Share the Love in Almaty yang menceritakan soal anak Afghanistan—yang terpaksa belajar di salah satu kota di Kazakhstan—yang terinspirasi oleh Ollie.

Cerita favorit saya adalah Blind Date in Paris dan Pindah Hati di Alexandria. Ollie memberikan pesan bagi pembaca untuk berani mengambil keputusan yang selalu membahagiakan untuk diri kita. Cause happines is about myself


There’s no regret, no right or wrong. Nobody is forced to go or stay. We always have a choice to control our life. One day, when life brings you to a crossroad and asks you to choose, I hope you always choose the comfort of flow. It’s time to move. It’s time to choose yourself.  (Pindah Hati di Alexandria – page 150)

0 comments:

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis