Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

March 9, 2016

SUPERNOVA IEP : Berenang dalam Kolam Kejutan


Akhir penantian dan pertanyaan saya tentang Etra dan Mpret, Zarah dan ayahnya, Diva yanghilang menemukan jawabannya beberapa hari lalu. Dee telah menjawabnya melalui Supernova Intelegensi Embun Pagi (IEP) dalam 710 halaman.

Saya sendiri menghabiskan buku itu dalam waktu seminggu dengan frekuensi membaca 2 jam sehari selepas pulang kerja. Padahal buku ini akan lebih ‘menginfeksi’ readers jika dibaca seharian penuh. Membaca IEP menghadirkan banyak sensasi dan pergulatan batin bagi diri saya sendiri. Ada rasa penasaran untuk segera membalik halaman demi halaman untuk segera mengumpulkan kepingan puzzle. Tetapi di sisi lain, ada perasaan sedih dan ketidaksiapan menerima kenyataan kalau IEP adalah ending dalam rangkaian Supernova yang sudah ada selama ini.

Baiklah, mari tinggalkan perasaan pribadi saya menghadapi IEP dan kita lanjutkan akan kesan dan review saya tentang IEP.

Membaca IEP rasanya seperti merangkai kepingan puzzle yang tercecer di buku 1 sampai 4 yang sudah saya baca (belum baca Gelombang, nih. Hehe) dan menyatukannya dalam IEP di ingatan kita masing-masing. Sambil merangkai puzzle itu, sensasi naik roller coaster dan letupan kejutan juga bisa jadi background perasaan pembaca.

Intelegensi Embun Pagi menguak identitas sebenarnya dari para tokoh yang pernah hadir dari rangkaian buku Supernova. Mereka merupakan kesatuan yang disebut dengan HEB (Highly Evolved Being). Secara sederhana mereka bisa disebut dengan alien karena bukan berasal dari bumi. HEB sendiri ini terdiri dari berbagai peran. Ada yang berperan sebagai peretas (harbinger), penyusup (infiltran), penjaga (sarvara) dan pemberi informasi (umbra). Mereka memiliki misi masing-masing.

Letupan-letupan kejutan itu hadir ketika satu per satu tokoh yang pernah hadir di buku buku sebelumnya muncul dan menjelaskan identitas mereka. Untuk peretas rasanya bagi pembaca Supernova sudah tidak kaget lagi kalau mereka adalah Bodhi, Elektra, Zarah dan Alfa. Tetapi, ternyata yang memiliki identitas sebagai peretas ga hanya mereka. Gio, Ferre, Mpret, Bong dan Firas ternyata juga peretas dalam gugus yang sama. Sayang gugus mereka telah hancur karena ada peretas yang gagal menetas, yaitu Bintang Jatuh atau Diva.

Setiap peretas memiliki kode dan fungsinya masing-masing. Bodhi dengan kode AKAR merupakan PERETAS KISI yang memiliki kemampuan visual untuk dapat menangkap rentang frekuensi yang jauh lebih lebar daripada manusia biasa. Elektra dengan kode PETIR merupakan peretas memori diibaratkan seperti mesin kriptografi yang dapat mendeskripsi memori yang teracak oleh proses kelahiran. Zarah dengan kode PARTIKEL merupakan peretas gerbang yang dapat membuka portal bersama Gio si PERETAS KUNCI. Mereka bekerjasama untuk dapat mengantar kelahiran si peretas puncak dengan kode PERMATA. Alfa dengan kode Gelombang merupakan peretas MIMPI yang dapat mengakses informasi di masa lalu melalui mimpi.

Misi mereka untuk dapat sampai pada hari terobosan dihalangi Sarvara. Sarvara berniat mengkonversi peretas menjadi penjaga seperti mereka. Tetapi peretas ini dibantu oleh infiltran dengan intervensi mereka yang serba low profile.

Letupan kejutan yang saya maksud adalah saat mengetahui Ibu Sati yang saya kagumi dan juga Simon adalah sarvara. Mereka dengan lihainya melakukan pendekatan dengan para peretas yang belum ‘melek’ untuk menghisap habis ingatan mereka atau paling tidak menggeser mereka keluar dari jalur (konversi).

Saya mengamini si penulis yang bilang kalau buku ini akan menjadi yang peling SERU dalam rangkaian supernova, karena di sinilah semuanya berkumpul dan bersatu. Bahkan ada juga yang saling jatuh cinta, seperti Gio dan Zarah. Kisah mereka cukup emosional bagi saya, apalagi karakter Gio yang berhasil membuat saya jatuh cinta, sebel dan gregetan dalam waktu yang bersamaan.

Dalam IEP, kita akan menemukan istilah-istilah yang terdengar asing dan cukup memeras pikiran. Seperti Infiltran, harbinger, sarvara, umbra, samsara, Ayahuasca, dhyana, Asko, Antabhrava, karmic, dan masih banyak lagi. Memang sulit dipahami, tapi pesan saya untuk tetap memaksakan membacanya karena kamu akan memahaminya sendiri. Btw, Dee juga menyelipkan glosarium di halaman akhir.

Melalui IEP, rasanya ke-awesome-an Dee sudah tidak diragukan lagi. Riset-riset yang sudah dia lakukan pastinya sudah sangatlah luar biasa. Hal ini terbukti dengan isi dari IEP yang penuh istialh asing. IEP sesungguhnya adalah jawaban dan pertanyaannya dari diri seorang Dee tentang kehidupan, mulai dari kelahiran, kematian dan pasca kematian. Dee menghadirkan imajinasi yang luar biasa untuk sebuah misteri kehidupan.

Mungkin terdengar konyol, tetapi terkadang saat menemukan kejenuhan dan stress dengan macetnya ibukota, saya ingin menjadi peretas rasanya. Menjalankan misi yang rasanya aneh tetapi seru. Haha

Honestly, saya agak kecewa dengan ending IEP, karena bagi saya ini bukanlah ending. Dee seolah masih memberi celah untuk terwujudnya sebuah kehidupan baru dari si peretas Puncak yang baru saja lahir. Supernova yang katanya Diva pun rasanya masih menggantung dalam pikiran saya. Karya kedua yang ingin dibuat oleh Dimas dan Reuben seolah pertanda cerita ini belum berakhir. Tetapi, enar atau tidaknya Dee adalah tuhan dari kisah Supernova, jadi who knows kalau memang akan ada kejutan selanjutnya.

I’ll sit and see.


Terima kasih telah membaca sampai akhir



December 26, 2015

Passport to Happiness : Cause Happiness Is You



Judul : Passport to Happiness
Penulis : Ollie
Halaman : 176 halaman
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2015


Travelling is about the art of making new friends. That’s why, kita akan menemukan orang baru di setiap kota baru yang disinggahi oleh penulis. Buku ini adalah pengalaman perjalanan Ollie menyinggahi 11 kota dengan 11 cerita menarik di dalamnya. Dibuka dari Ubud, pelariannya dari kejenuhan dan pertanyaan besar dalam dirinya mengenai pernikahan. Ubud memberikan jawaban paling penting yang selama ini terlupakan oleh Ollie, atau juga untuk kita sendiri sebagai seorang wanita.

Sepuluh cerita lainnya bersetting di Dublin, Moscow, London, Seoul, Paris, Marrakech, Istanbul, Almaty, Alexandria, dan New York. Cerita pengalaman perjalanan Ollie di setiap kota secara tidak langsung mengajak kita untuk juga kenal dengan kultur budaya dan masyarakat dari kota yang disinggahi. Di Moscow dan Istanbul, contohnya. Ollie menambah kamus karakter cowok belahan dunia, bagi saya.

“Kalau pria Rusia sudah jatuh hati sama kita, mereka akan lebih loyal dari siapa pun di bumi ini.  Seperti yang aku bilang tadi, mereka juga sangat protektif,” (From Moscow With Love - page 37).

Sementara di Istanbul, hampir semua cowok memiliki paras tampan dengan kulit putih, perpaduan Eropa dan Asia. Poin plusnya mereka juga ramah. (The Colours of Love in Istanbul – page 115)

Selain menambah kamus karakter cowok luar—yang bisa masuk list cowok idaman—Ollie juga mengenalkan berbagai tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan sastra, seperti museum dan toko buku. Salah satunya yang membuat saya penasaran dan juga ingin berkunjung kesana adalah Museum of Innocence atau Masumiyet MĪ‹zesi (dalam bahasa Turki). Mengapa saya ingin berkunjung kesana ? Saya rasa kamu juga ingin, jika mengetahui tentang apa Museum itu. (hihii, bikin spoiler yak).

Novel ini nggak selamanya romance kok. Dalam cerita The Alley of Marrakech, Ollie mengajarkan kita kalau soulmate tidak harus berarti romantis. Bisa saja artinya pertemanan yang manis. Seperti ia dan Soufiane. Ada juga, Share the Love in Almaty yang menceritakan soal anak Afghanistan—yang terpaksa belajar di salah satu kota di Kazakhstan—yang terinspirasi oleh Ollie.

Cerita favorit saya adalah Blind Date in Paris dan Pindah Hati di Alexandria. Ollie memberikan pesan bagi pembaca untuk berani mengambil keputusan yang selalu membahagiakan untuk diri kita. Cause happines is about myself


There’s no regret, no right or wrong. Nobody is forced to go or stay. We always have a choice to control our life. One day, when life brings you to a crossroad and asks you to choose, I hope you always choose the comfort of flow. It’s time to move. It’s time to choose yourself.  (Pindah Hati di Alexandria – page 150)

October 18, 2015

#Reviews4Indonesia Adriana : A Maze of Love in Kilometer 0



“Can we meet up again?”
“Sure”
“When?”
“When lift’s carpet changes five times, I will meet you in the place where two snakes wrap to wound for each other, when proclamation was read.”

Adriana : A Maze of Love in Kilometer 0 told about Mamen’s adventure to meet up again with beautiful girl who he met in one of elevator’s national library through her riddles. Unfortunately, Mamen who has good looking and a lot of ex girlfriends when in high school didn’t had enough knowledge about history. Fortunately, he was helped by his bestfriend, Sobar. Sobar was like walked history book, so he could solved every word in the riddles. But, the situation was complex when somebody also sent the riddles for Adriana and Mamen.

This book was written from two points of views by Fajar Nugros and Artasaya Sudirman. For the first time maybe we will be confused and guess byself about who and what this book told about. Why ? Because this book didn’t just tell about Mamen and Adriana, but also many histories inside. There were about when Soekarno (Proclamator and First President of Indonesia) built statue of Pancoran, Hatta (Proclamator and First of Vice President Indonesia) and his dream which never can be reached, Pitung’s (Champion of legend in Jakarta) love story, reincarnation of Marie Antoinette, story of Adriana van den Bosch and his husband (James) who fight for indigenous until died, and story about behind the picture of Ki Hajar Dewantara (Fathers of Education in Indonesia) in Indonesian’s currency.   

There’s so many histories indeed which packaged in 386 pages, but you won’t be bored when you read. There’s always a reason to open in every pages, cause it felt like you found the puzzle pieces which you’ve never known. This book had back-forward plot so we  had to be patient and focus indeed. But seriously, you wont be bored when you read this book cause I felt like I was get in adventure.

This book also gave a lot of informations about histories of statues in Jakarta and its streets. One of quotes from this book was followed

I believe that our lovely city Jakarta contained a dragon. His tail was symbolized with fountain of  the Indonesian Banking which along to fountain of Hotel Indonesia. His stomach was in Semanggi where all of the axis turned and his head…in the Statue of Young Bulid who symbolized with fires. So, here we are, The stronger of Asian Tiger.

That’s why there’s so many buildings and center of bussines was there and made of traffic jam. This book also told about triangle love story with  extraordinary relieved from Mamen, I thought.

After finished this book, i would travel in Jakarta to see the statues and its history inside by myself. I was curious too with Adriana van Den Bosch’s grave in Bogor Botanical Garden. By the way, this book also had filmed with the same tittle by Fajar Nugros as Director in 2014.

Besides that, there’s so many riddles pieces which awesome packaged that you found out in this book. Here they were

“The day is three days after Fatahillah swept away Portuegese from Sunda Kelapa Harbour. The time was when Diponegoro’s War happened. However, people who touch ground have known when they were died, their bodies will have a grave far away from their countries. I am who waiting for you is Adriana, with  her dream that never extinguished”

“He solt his car to built me. Meet me in the place where I direct in the time of my deathly, Adriana”

“Tomorrow, when three in one ends, the dancer have to meet her boss in the head of dragon in the dark.”

“A place where Arjuna’s archer is there, look forward and bring me the archer, when three in one begins, Adriana”

“I was my country who I present  for this city”

“Meet me in the puddle of muds, a place where the buffalo has been dating, when they have legitimated me. Bring me the present for my heart, Adriana”

Okay, that’s all my review about Adriana. For readers who had read and loved this book, maybe we can make some tour history to visiting statues which told in this book. Happy reading and happy adventuring.



This book review is written to participate on #Reviews4Indonesia movement by NulisBuku.com & Kutukutubuku.com to support Indonesia as Frankfurt Book Fair's Guest of Honour 2015.


.






December 27, 2014

Kaleidoskop 2014 : IIBF 2014 & IRF 2014



Bersama Seluruh Panitia #IRF2014

Kalau blog ini adalah rumah, maka laba laba telah berhasil membangun rumah barunya di dalam rumah ini. Ya, sudah lama saya tak berkunjung dan post tentang best moment ataupun daily, atau lagi imo. Saya harus mengamini opini Raditya Dika yang menganggap sering ngetweet layaknya melakukan posting di blog. Lalu, apalagi yang mau diceritakan ?

Begitu juga dengan saya, banyaknya media sosial yang saya miliki dan saya gunakan secara aktif seakan membuat saya telah menceritakan aktivitas saya di berbagai tempat dengan media yang berbeda. Meski tentunya tidak sedetail jika saya bercerita dalam blog.

Media sosial seperti instagram adalah salah satu media yang dapat menampung aspirasi cerita saya tanpa pembatasan karakter. Tetapi tentu saja, ada cerita yang menurut saya pasti ditunggu dalam blog ini. Anyway, kenapa gaya ceritanya udah kaya sok penulis terkenal begini sih. Oke, mohon dimaafkan ya.

Baiklah, karena postingan ini rasanya sudah hampir di akhir tahun maka keabsenan saya akan saya rapel dengan kaledioskop 2014. Mulai dari menjadi penyelenggara event di luar kampus. Ya, bukan menjadi sebuah resolusi memang, tetapi menjadi bagian dari penyelenggara acara yang sifatnya di luar kampus merupakan pencapaian bonus di tahun ini bagi saya. Dan saya berkesempatan mengikuti 2 event yang berbeda dalam waktu yang tidak terlalu jauh. Kedua event itu adalah Indonesia International Bookfair 2014 dan Indonesia Readers Festival 2014

Berawal dari keisengan saya yang sering sekali mengirimkan cv di setiap ada kesempatan part time ataupun magang, maka saat ada lowongan mengenai kegiatan kepanitiaan yang sifatnya event di luar kampus, sayapun turut iseng mengirim cv. Apalagi ini merupakan event bookfair, sebuah event yang jujur tidak pernah saya datangi tetapi entah kenapa ingin mendapatkan uang tambahan dari kegiatan yang berkaitan dengan buku ini.

           Jauh sebelumnya, saya juga telah mendaftarkan diri menjadi volunteer pada suatu kegiatan tahunan favorit saya, yaitu Indonesia Readers Festival 2014 atau Festival Pembaca Indonesia. Saya juga pernah cerita tentang Festival Pembaca Indonesia di sini. Kalau untuk kegiatan ini, saya sangat menggebu untuk dapat menjadi bagian dari penyelenggara bersama Goodreads Indonesia. Ingin ikut membagikan euphoria kepada sesama pembaca. Dan sebenarnya tahun ini bukan untuk pertama kalinya saya mendaftar menjadi volunteer. Tahun lalu, saya telah mendaftarkan diri untuk bagian workshop tetapi nampaknya belum diberi kesempatan dan ternyata acaranya bentrok dengan kegiatan kampus. Finally, tahun lalu saya harus absen datang ke IRF. Allhamdulillah, tahun ini saya diberi kesempatan untuk dapat menjadi volunteer di acara IRF 2014 dengan posisi yang masih saya inginkan, yaitu bagian Workshop. Bersama 3 orang yang sama sekali tidak saya kenal dalam tim, saya mulai bekerjasama dan mengerjakan jobdesc dari pra acara, eksekusi, hingga pasca acara.

              Setelah sempat lupa kalau saya pernah apply cv untuk lowongan magang di humas Indonesia International Bookfair  (IIBF) 2014, tiba-tiba saya diingatkan kembali melalui pesan yang berisi saya diminta mengikuti tes dan interview lebih lanjut. Dan seperti kata mutiara life is about choice, maka saya memilih cabut kuliah untuk dapat mengikuti tes ini. Seriously, saya tidak tahu persis dimana IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) berada. Hanya tahu berada di daerah Menteng. Akhirnya melalui words of mouth, saya dikenalkan oleh temannya teman saya yang juga akan mengikuti tes dan interview ini. Perkenalan kami singkat, kenal jam 11 malam via WhatsApp, kemudian bertemu esok paginya dan berangkat ke Menteng bersama. Dan layaknya dunia yang sempit atau apa, ternyata teman saya ini tinggal tidak jauh dari rumah saya. Ya, kami hanya berbeda gang. Its like a magic.

Setelah tes tertulis dan interview, saya menunggu sekitar 2 minggu untuk mendapatkan kabar selanjutnya. Dan allhamdulillah saya lolos dan resmi menjadi panitia Indonesia International Bookfair. Acara yang berlangsung di Istora Senayan dari 1-9 November 2014 ini membuat saya terpaksa izin kuliah 1 hari, anyway ini sistem kerjanya shift. Dan pada akhirnya meski pada awalnya saya berada di bagian merchandise, saya lebih sering berada di Information Center, pernah juga berpindah menghandle pelaksanaan workshop. Intinya, siapapun dan dimanapun kita dibutuhkan kita harus selalu siap.
Bersama Tim Humas IIBF 2014
Tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia Bookfair berubah menjadi Indonesia International Bookfair, dengan guest of honour Kingdom of Saudi Arabia. Selain itu juga ada 8 negara lain, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, China, Kanada, Mesir, Korea Selatan, dan Indonesia tentunya—yang ikut berpartisipasi. Jadi, tidak heran kalau pengunjungnya juga beberapa adalah orang asing.

Maka, ada beberapa pengalaman yang akan sedikit saya share di sini, tentang salah satu exhibitors yang sudah tak lagi muda dan berasal dari UK. Lebih tepatnya sih beliau kita panggil kakek. Sabar adalah kunci menghadapi kakek ini. Mulai dari bersedia berfoto-foto bersama, minta buku tamu milik panitia di hari pertama, mengantarkannya keliling dan berbelanja di arena pameran atau bahkan merelakan kipas tangan diambil olehnya. Okay, 2 yang terakhir korbannya adalah 2 teman saya.

Anyway, meskipun begitu kakek ini aslinya baik dan murah hati. Beliau menawarkan donat yang dia beli dalam perjalanan dan sempat memberikan pisang kepada kami. Dan yang pasti kakek ini sangat penyayang karena dia membelikan beberapa merchandise yang katanya untuk cucunya.

Pengalaman lain yang berkesan adalah bagaimana crowdednya orang-orang untuk mendapatkan undian haji ke tanah suci. Saya yang ikut terjun dalam pembagian form di hari terakhir pelaksanaan IIBF ini menjadi saksi bagaimana lautan manusia mengantri dan sangat berharap dapat menginjakkan kakinya di tanah Haram itu. Dan moment lain yang tidak terlupakan bagi saya adalah melihat idola saya, Najwa Shihab berjalan santai di hadapan saya tanpa seorangpun yang menemani. She’s so simply beautiful. Hanya bisa diam, meski hati jingkrak-jingkrak tidak karuan karena sedang bertugas di meja informasi dan mengenakan seragam jadi nggak mungkin berlari untuk minta foto.

Day 1 di Information Center
Cerita lain hadir di pelaksanaan Indonesia Readers Festival 2014 di Museum Nasional sebulan setelahnya, yaitu 6-7 Desember 2014. Mungkin acaranya tidak secrowded IIBF, tapi ada kebahagiaan dalam berpartisipasi sebagai volunteer ini, sekaligus kebanggaan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya saya seperti pengunjung lain yang berkeliling dari satu stan ke stan lain untuk mendpaatkan buku gratis ataupun pembatas buku, maka kali ini saya mondar-mondir seharian untuk menghandle 8 workshop dalam 2 hari. Rasanya senang bisa menjadi bagain yang bermanfaat bagi orang lain.

Bersama Kak Aio (yang ganteng dan suara vokalnya yang keren) dari Ayo Dongeng Indonesia

Cerita yang unik dari event ini adalah pertemuan saya dengan Windy Ariestianty. Memang, saya belum kenal lama mengenai dia. Hanya sempat membaca sekilas tentang dirinya di webnya Alanda Kariza, kemudian saya mulai membaca tumblr Windy dan seketika saya jatuh cinta dengan tulisannya. Seperti saya jatuh cinta dnegan tulisan Dee. And then, di hari pertama untuk persiapan workshop, saya berjaga sendiri karena Kak Ijul (partner saya hari itu) berhalangan hadir. Saat itulah, sosok wanita yang boyish dan tinggi dengan rambut ombre hijau neon yang menurut saya keren menghampiri dan menanyakan apakah di ruangan ini ada akses Wifi karena dia ingin bekerja. Saya yang memang tidak tahu dan belum mencoba juga hanya menjawab jujur, kemudian wanita itu menumpang untuk duduk di dalam ruangan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kami hanya berdua dalam auditorium yang cukup besar dan dalam waktu yang cukup lama. Hingga saat menjelang workshop kedua, saya baru mengetahui kalau wanita itu adalah Windy Ariestianty. Ya, alau tahu begitu, saya akan minta foto lebih awal. Asli, Kak Windy ini penampilan dan cara menjelaskannya asyik. And I really love your hair colour, Kak.

Bersama Kak Windy Ariestanty
 By the way, IRF 2014 ini berisikan pameran dari penerbit maupun komunitas baca, Bioksop Baca (acara menonton film-film yang diangkat dari buku), workshop, talkshow, bookswap dan bookwar, dan Anugrah Pembaca Indonesia (API). Untuk kamu yang tahun ini belum ikutan, tunggu IRF tahun depan ya.

Dua event di penghujung tahun ini adalah moment yang akan saya ingat tentunya dan menjadi jawaban yang memuaskan dalam hati ketika seorang Pembina di kampus pernah bilang kalau “Ada 2 kegiatan yang seharusnya dilakukan saat kita memiliki waktu luang yaitu, mengikuti kegiatan yang bersifatnya menambah uang saku dan mengikuti kegiatan yang bersifat kemanusiaan atau voluntary.”


Terima kasih atas 2 pengalaman berharga ini, 2014.

October 17, 2014

Indonesia International Book Fair 2014 'Read Books See The World'


Are you a book holic ?
You have to attend this fair

 INDONESIA INTERNATIONAL BOOK FAIR (IIBF) 2014 

Sebenarnya Indonesia International Book Fair 2014 ini adalah wajah baru dari Indonesia Book Fair di tahun-tahun sebelumnya ? Kalau kamu pernah datang ke Indonesia Book Fair, maka event ini adalah event sama tapi lebih wauuuw. Mengapa ? Karena pada kesempatan ini, penerbit buku, perpustakaan luar negeri, media cetak, toko buku, lembaga kebudayaan, perpustakaan dari berbagai instansi dan berbagai provinsi di tanah air serta perusahaan yang bergerak di bidang sarana edukasi berkumpul jadi satu.

Bedanya tahun ini melibatkan 10 negara yaitu, Jepang, Korea, China, Mesir, Pakistan, Kanada, SIngapura, Malaysia, Taiwan dan Saudi Arabia sebagai focused country. Apa sih focused country itu ? Jadi, Kingdom of Saudi Arabia ini tidak hanya memperkenalkan koleksi bahan pustaka, namun juga bisa memperkenalkan program pendidikan, seni, budaya dan pariwisatanya kepada seluruh pengunjung IIBF 2014. Bahkan ada grand prize utama bagi pengunjung IIBF 2014, yaitu Umrah.

Barusan saya berkelana di indonesiabookfair.net hingga sampai pada page ini, saya merasa tidak sabar untuk IIBF ini karena jadwal acara keren dengan orang-orang keren. Salah satunya ada Book Talks dengan Penulis Favorit saya, yaitu Dee. Jadi selain diskon besar-besaran dari penerbit buku, pameran ini juga akan menghadirkan acara keren seperti sharing session with the expert like Ignasius Jonan (Dirut PT. KAI), Yani Panigoro (Medco Group), A.Fuadi (Penulis Negeri 5 Menara) dll. Ada juga Arabic Speech Contest untuk SMA dan Mahasiswa. Buat readers yang punya adik juga bisa mendaftarkan adiknya di Literacy Fun Field Trip, Lomba Tari Daerah ataupun Fashion Show Erlangga. Oh dan ya..di IIBF 2014 ini ada IRF  (Indonesia Rights Fair) yang merupakan acara untuk  mewadahi transaksi penjualan copy rights karya-karya kreatif para penulis antar negara.

IIBF 2014 ini akan diselenggarakan pada 1-9 November 2014. Masih ada sekitar 2 minggu lagi untuk readers menabung supaya bisa ngeborong buku buku keren di pameran keren berskala international. So, mark on your calendar and be there guys ! cause Read Books, See The World.



September 4, 2013

Rangkaian Supernova



Setelah jatuh cinta dengan Perahu Kertas, Filosofi Kopi dan Recto Verso, saya jadi penasaran dengan karya Dee yang paling sulung. Supernova. Buku yang katanya sempat menuai perdebatan tetapi juga terkenal dengan science fiction nya itu.

Sampai di tahun 2013 ini, supernova sudah memasuki buku ke-4 nya, setelah terbit pertama kali di sekitar tahun 2000an. Tetapi, saya baru mulai membacanya beberapa minggu lalu setelah seorang teman yang berbaik hati mengantarkan ke rumah untuk dipinjam (Thanks, Safirah). Baiklah, saya tidak ingin menengok ke belakang, hanya ingin mengupas kesan saya pribadi setelah membaca 4 buku tersebut.

Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh adalah sequel pertama. Berkisah tentang Ruben dan Dhimas yang merupakan sepasang gay. Mereka bersatu untuk membuat sebuah masterpiece. Awalnya kita mungkin akan pusing dibuat berpikir mengenai teori teori yang berkaitan erat dengan science atau bahkan belum pernah kita dengar. Tetapi, tips dari saya adalah tetap menikmatinya.

Anggaplah sebagai ilmu tambahan. Selain itu, kita juga masih bisa mengikuti keseruan cerita Rana dan Re, dua orang yang saling mencinta namun tak bisa bersatu. Ada juga kisah Diva, seorang model jenius merangkap sebagai PSK. Kecerdasannya sangat mengagumkan. Sequel pertama ini bukanlah berisi kumpulan cerita, tetapi cerita tersebut saling berkait dan bagian dari masterpiece Ruben dan Dhimas. (Sebelumnya saya juga pernah pos tentang Dongeng Ksatria, Puteri dan BintangJatuh yang sangat indah, menurut saya pribadi)

Di sequel  keduanya, Supernova Akar, Dee membuat saya berpikir kalau dia tidak hanya jenius tetapi juga berwawasan luas. Perjalanan Bodhi, seorang tattooist yatim piatu  menyusuri Thailand, Kamboja, dan Laos—berbekal paspor palsu—mengenalkan bagaimana medan Negara tersebut. Dee so awesome ! 
Bodhi, lelaki botak dengan bandananya tumbuh besar di sebuah vihara bersama Guru Liong. Pada suatu ketika, Bodhi memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan tujuan pencarian siapa ia sesungguhnya.  Perjalanannya berakhir bersamaan dengan kematian Kell—sahabatnya. Sahabat yang mengenalkannya soal tattoo ini harus mati karena kehabisan darah saat terkena ranjau di Laos.

Honestly, perjalanan Bodhi yang seakan bagaikan kutuk loncat sebagai backpacker akan membuat siapapun envy. Seolah semesta berkonspirasi menghadirkan kemudahan di balik kesulitannya.


Sequel ketiganya adalah  Supernova Petir. Ini adalah kisah supernova pertama yang saya baca dari 4 rangkaian yang telah lahir di Indonesia. Yes, reader saya bacanya tidak urut. Beberapa bulan lalu, menemukan ebook untuk Supernova Petir dan virusnya menginfeksi, maka dari itu saya begitu penasasaran dan ingin membacanya dari awal. Sayangnya, di verse ebook Supernova Petir yang saya temukan, ceritanya menggantung belum sampai selesai. Maka, saat buku pinjaman dari teman itu datang, saya meneruskan Petir terlebih dahulu, baru Ksatria Puteri dan Bintang Jatuh, Akar, lalu Partikel.

Kembali pada Petir. Kisah ini bercerita tentang Elektra yang hidup sendirian di rumah tuanya di Bandung. Ayahnya meninggal dan kakak perempuan tunggalnya ikut dengan suaminya yang seorang Muslim. Di kesendiriannya yang dihimpit oleh perjodohan oleh kakaknya dan tuntutan untuk bertahan hidup, Elektra menemukan siapa dia sebenarnya. Ya, dia memiliki kemampuan menyembuhkan orang lain melalui listrik yang mengalir di tubuhnya. Terapi listrik, semacam itulah.

Akhirnya, di tengah perbisnisan warnet yang dibangun bersama temannya, Elektra juga mendirikan tempat terapi. Yang juga menarik sekaligus lucu adalah ketika Elektra melamar kerja sebagai asisten dosen di STIGAN (Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional) dan mengirimkan CVnya dengan cara diletakkan di kuburan. You have to read, readers haha


Seakan tertidur selama 8 tahun, Dee kembali melahirkan seri ke 4 Supernova yang berjudul Partikel. Selain penerbit yang berbeda dari seri sebelumnya, halamannyapun menjadi tebal. Dan di buku keempat ini, saya tidak perlu sanksi dan rasanya semakin mantap kalau Dee sungguhlah penulis yang smart dan jenius. Saya tidak mengerti bagaimana caranya, yang jelas semua penjelasan soal enteogen, jamur dan koloninya menggambarkan Dee melakukan riset yang matang. 

Kurang dari 100 halaman pertama di Partikel, Dee sukses menyelimuti saya dalam ketegangan proses melahirkan adik Zarah. Sebenarnya bukan prosesnya, tetapi anak yang dilahirkan oleh Aisyah (Ibunda Zarah). Awalnya, saya pikir anak yang dilahirkan itu terkena kutukan tetapi di tengah perjalanan membaca, Dee menjelaskan akan sebuah penyakit yang menyerang bayi tersebut. Harlequin Ichtyosis, sebuah penyakit kelainan gen (sampai saat ini saya belum berani mencarinya di google) Ini seolah menghapus paradigma mistis dan menggantikannya dengan science.

Di Partikel juga, saya belajar banyak tentang Orang Utan. Sekali lagu, saya katakan Dee so awesome. Secara tidak langsung, Dee mengenalkan kita lebih jauh tentang Orang Utan dan secara tidak sadar kitapun ikut bersimpati dengan Orang Utan yang keadaannya semakin memprihatinkan. Siapa yang sangka kalau penamaan Orang Utan disamakan dengan petugas konservasi yang menemukannya pertama kali. Jika orang utan itu kakak beradik dan kakaknya berawalan S, maka adiknya juga harus berawalan S. seperti di buku ini, 2 orang utan kakak beradik itu adalah Sulaiman dan Sarah.

Di Partikel, juga ada pengkhianatan yang sebenarnya sungguh klise. Apalagi kalau bukan cowok yang kamu cintai direbut oleh sahabat yang kamu sayangi. Rasanya kisah itu sudah seperti rahasia umum ya readers. Tetapi, memang itulah yang dialami oleh Zarah. Cinta pertamanya berselingkuh dengan Koso, sahabatnya. Padahal demi Koso—sahabat Zarah yang menderita disleksia—Zarah rela ikut tinggal kelas bersama Koso selama setahun.

Yang membuat dada saya sesak adalah ketika Zarah bertemu dengan Abah (kakeknya) dalam proses Iboga melalui alam bawah sadarnya. Sebenarnya Iboga itu adalah cara yang Zarah lakukan untuk mengetahui apakah ayahnya masih hidup atau tidak, tetapi Zarah justru menemukan sosok kakaeknya yang berbaju putih.

Di dalam dunia iboga yang seolah seperti mimpi itu, Abah begitu lembut dan saling bermaafan dengan Zarah. Kalau readers baca dari awal buku Partikel ini, mungkin kita akan memiliki emosi yang sama. Abah dan Zarah memiliki hubungan yang tidak baik, bahkan Abah sampai mengumpat bahwa Zarah bukanlah cucunya lagi.

Sayangnya, Dee memang pandai mebuat kita kembali bertanya-tanya dan menunggu kelanjutannya. Ending di Partikel adalah menggantungkan pertemuan anatara Bodhi dan Elektra. Mereka sama-sama terjatuh saat berjabat tangan bersama. Ya, supernova memang memliki keterkaitan. Kamu harus merangkainya sendiri, setelah menemukan rangkaian itu, maka kamu akan terinfeksi virusnya. Seperti saya.

Once more, penggalan kalimat yang menjadi favourite saya adalah Penyakit bukan sekedar gangguan. Tapi kode. Kode dari tubuh bahwa ada hal dalam hidup kita yang harus dibereskan. Dan saya mengamininya.

Dee, saya menunggu Gelombang dan Intelegensi Embun pagi .

Saya menunggu akankah Zarah dan ayahnya dipertemukan dan saya menunggu bagaimana kelanjutan Elektra dan Mpret. Ohya, dan saya menunggu apakah Diva benar menghilang dan tidak ditemukan?

Saya menunggu kamu menjawab. Untuk saat ini, terima kasih untuk Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir dan Partikel nya. Supernova sungguh menginfeksi.

Sekian

Pesan dari Supernova





Berhentilah merasa hampa. Berhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Berhentilah berteriak-teriak ke sesuatu di luar sana. Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia. Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain. Tinggal kemauan Anda untuk mampu menyadarinya atau tidak. Temukan kenop Anda, dan putar.
 
Di RSKO, badan kamu didetoksifikasi. Di Supernova, pikiran kamu didisinfeksi. Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah kebencian dan ketakutan kamu. Bukan pada orang tua kamu. Tapi pada diri kamu sendiri. Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri. Karena itu kamu benci dan takut terhadap hidup. Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak. Transaksi yag sama sekali tidak sepadan. Solusi yang benar-benar destruktif. Otak kamu dapat disegarkan, tanpa harus dirusak fungsinya. Tergantung apa yang kamu pikirkan dan apa yang MAU kamu pikirkan.
  

August 6, 2013

Dongeng Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh




Ksatria jatuh cinta pada Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari

Sang Puteri naik ke langit

Ksatria kebingungan

Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang

Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu

Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon

Ksatria lalu belajar pada burung gereja

Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara

Ksatria kemudian berguru pada burung elang

Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung

Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi

Ksatria sedih, tapi tak putus asa

Ksatria memohon pada angin

Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi, lebih tinggi dari gunung dan awan

Namun Sang Puteri masih jauh di awang-awang, dan tak ada angin yang mampu menusuk langit

Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa

Sampai suatu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya

Ia menawari Ksatria untuk mampu meelsat secepat cahaya

Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu

Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya, maka ia akan mati

Hancur dalam kecepatan yang membahayakan, menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat

Ksatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa

Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan

Bintang Jatuh menggenggam tangannya

“Inilah perjalanan sebuah cinta sejati,”  ia berbisik, “Tutuplah matamu, Ksatria. Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaannya”

Melesatlah mereka berdua

Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil, tapi hangat jiwanya diterangi rasa cinta

Dan ia merasakannya…”Berhenti!”

Bintang Jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat puteri cantik yang kesepian

Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi

Ia pun jatuh hati

Dilepaskannya genggaman itu

Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya

Ksatria melesat menuju kehancuran

Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri

Ksatria yang malang

Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora

Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria


 Supernova : Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh - Dee


July 15, 2013

My Sky





"Waktu lo ketemu orang dan orang itu jauh banget dari tipe lo, jauh banget dari kesukaan lo, orang yang jauh dari bayangan lo, yang menurut lo nggak banget, tapi lo bisa nerima dia dengan segala kekurangan dia apa adanya, you call her someone special. Dan saat lo pengen menjaga sesuatu yang di luar jangkauan lo, saat lo gila karena itu dan saat lo rela ngelakuin apa aja buat kebahagiaan dia, you call it love. Dan kalau dia adalah seseorang yang penuh kekurangan itu, well...you're definitely in love, Man" - Ethan

My Sky - Silvia Arnie
© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis