Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

July 22, 2017

Fight the Future



Kekasih, benarkah kita ingin berjuang untuk orang lain yang kita cintai?
Cinta sebesar apakah yang mengantarkan kita memercayakan dia untuk kita perjuangkan ?
Kekasih, aku telah ditenggelamkan oleh keegoisan yang terus menggerogotiku. Hingga aku tak mampu mengantarkan keberanian untuk berjuang bersamamu. Jika suatu hari, kamu adalah orang yang akan kupilih untuk berjuang bersama maka berbahagialah. Meski aku tak pernah tahu, kapan hari itu akan tiba.



Dengan penuh tanda tanya ditemani alunan Fight the Future – The Trees and The Wild,
 1 Juli 2017

  

May 14, 2017

Kita Sudah Pulang, Sayang

New Home, New Chapter Anniversary Session, Tidewater & Tulle, first home move in photos, T.Y. Photography, Virginia Wedding Photographer:




Burung-burung sudah pulang ke sarangnya
Seperti matahari yang tenggelam dan menetap kembali dalam peraduannya
Kita juga pulang, sayang
Pada masa lalu tempat kita bersemayam
Sebelum saling sayang
Rembulan bersinar terang
Bersama jangkrik yang memecah sunyi
Aku dan kamu bukan lagi 'kita'
Tetapi masih terus berjalan demi mereka 
Kita sudah pulang, sayang
Pada sebuah tempat bernama kenangan




13 Mei 2017

January 8, 2017

Teman Keabadian



Jangan datang dengan perhatian
Yang menyamarkan secercah harapan
Sepi ini sudah jadi teman
Jadi, jangan kau hancurkan
Sendiri ini pilihan
Bukan sebuah penderitaan, ataupun keterpaksaan
Perhatian itu menyesakkan
Jika mulai kau tanam, lalu ditinggalkan
Cinta tak butuh kasihan
Dan kesepian bukan alasan untuk bersama
Karna kesepian adalah teman keabadian


25 Dec 2016

December 17, 2016

Kamu yang Sebatas Punggung




Hari itu tidak ada pelangi
Juga bukan baju warna warni yang aku atau kamu kenakan
Hanya hitam dan hijau
Hari itu tidak ada hujan yang genangannnya tak pernah gagal mengantarkan kenangan
Hari itu hanya ada kamu dengan punggung kokohmu yang membisu menatapku
Tak ada pertemuan bola mata, apalagi tegur sapa
Hari itu hanya aku yang berbicara dengan sepi saat melihatmu
Tapi kamu tak pernah gagal mengantarkan energi positif dalam sunyi
Menumbuhkan kebun bunga dalam hatiku
Membentuk lengkungan senyum di setiap waktu
Kamu yang hanya sebatas punggung kokoh yang membisu
Tak pernah gagal mengirimkan energi positif untukku
Kamu yang hanya sebatas punggung kokoh yang membisu

Bisakah kita bertemu dan bertegur sapa ?


March 9, 2016

Jakarta Ramai - Maudy Ayunda

Jakarta Ramai by Maudy Ayunda


Pagi memanggil kota yang lelah ini
Dia bertanya bagaimana harimu
Apa kabar mimpi-mimpimu
Apa kau tinggal begitu saja
Apa kabar angan-anganmu

Hari ini Jakarta ramai hatiku sepi
Jangan kau tanya mengapa sedih
Ku tak tau ku tak tau apa arti rasa ini
Entah apa yang ku mau penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai Hoooooo

Senja menyambut kota yang lelah ini
Dan ia bertanya bagaimana harimu
Apa kata hati kecilmu mengapa tak kau ikuti saja
Apa isi dari benakmu

Hari ini Jakarta ramai hatiku sepi
Jangan kau tanya Mengapa sedih
Aku tak tau aku tak tau apa arti rasa ini
Entah apa yang ku mau penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai Hoooooo

Jakarta ramai hatiku sepi

Langitnya abu hatiku biru
Banyak hal baru tapi ku lesu
Jelaskanlah jelaskanlah
Apa arti rasa ini

Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai heyy
Jakarta ramai

February 9, 2016

Makna Cinta

Mencintai seharusnya bukan karena merasa sepi. Mencintai harusnya menerima dan melengkapi setiap ketidaksempurnaan yang ada dalam 2 orang yang saling mencinta. Mencintai bukan untuk ditunjukkan kepada orang lain, tapi untuk membuat percaya orang yang kita cintai kalau perasaan kita adalah tulus.
Mencintai bukan perlombaan tetapi pendewasaan pribadi satu sama lain. Mencintai bukan memberatkan tapi mengihklaskan. Mencintai bukan fisik ataupun tabiat. Mencintai adalah jatuh karenaNya. Mencintai adalah percaya kalau Dia yang mengirimkan kamu untuk saya.
Jika itu definisi mencintai bagi diriku, dapatkah kamu? Dan Dapatkah kita?
Kekasih, aku semakin sulit untuk menggapaimu karena aku takut menyakitimu. Banyak yang masih harus kusempurnakan dalam diriku, meski aku sendiri yang paling tahu kalau finish line sempurna itu tidak pernah dapat kita gapai.



Dari dalam kamarku yang hangat, 8 Februari 2016

December 25, 2015

Berlari (part 2)



Hei, kamu yang lahir di bulan Februari
Mengapa terus berdiam diri?
Kapan akan berdiri lalu berlari ?
Apa lagi yang kau tunggu ?
Bukankah masih banyak yang harus diraih ?
Jangan mencari apa yang kamu sendiri tidak tahu
Jangan menunggu apa yang tidak kamu ketahui
Jangan terus berdiam diri
Jangan terus menikmati
Tapi berdiri dan berlari
Bukankah ini kepingan hidup?
Warna langit yang berubah seiring waktu yang berputar
Seperti roda yang berputar, itulah hidup
Tapi kamu harus terus berdiri dan berlari
Jangan lagi mencari, menunggu atau mempertanyakan apa yang tidak kamu ketahui
Berlarilah, maka kamu akan menemukan jawabannya


1 Juli 2015

August 13, 2015

Indah Pada Waktunya



Indah Pada Waktunya
(The Fly ft. Rio Dewanto)




Berjuanglah..berlarilah

Berangkat kiri kanan ke tengah
Tapi tak bisa bisa ke depan
Serasa semesta melawan bertahan
Tapi yakinlah bisa hadapi semua
Rintangan yang menghadangmu

Berjuanglah..berlarilah
Jangan pernah berhenti
Mengejar mimpi
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya


Terbata..tertatih
Terhempas terluka
Itu semua hanya hal sementara

Bangkit semangat menuju menang
Dan hapuskan ragumu
Tanpa alasan
Hadapi semua rintangan yang menghadangmu

Berjuanglah..berlarilah
Jangan pernah berhenti
Mengejar mimpi
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya

Hadapi semua rintangan yang menghadangmu

Berjuanglah..berlarilah
Jangan pernah berhenti
Mengejar mimpi
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya

July 30, 2015

Di Balik 'Masak-Masakan'


Ada 3 hal yang pernah saya khawatirkan apakah saya mampu melakukannya, yaitu naik motor, menelan obat dalam bentuk tablet atau kapsul dan yang terakhir adalah memasak. Honestly, saya nggak pernah punya inisiatif untuk masak yang datangnya dari diri saya sendiri.

Mungkin pernah sekali, saat itu ketika main ke rumah @parwatiradini, Saya disuguhkan donat yang dibentuk ala yakitori gitu. Dan Radini bilang itu buatannya. Radini ini memang jago masak.

Pulang dari rumahnya, saya excited pengen bikin donat. Setelah bahan-bahan siap, mulailah membuat donat dengan cara googling plus dibantu nyokap hampir 70%. Jadi kesannya nyokap yang masak, karena doi yang kebanyakan ambil alih. Yaah maklum, namanya juga pertama kali mau terjun ke dapur dengan inisiatif dan excited tingkat dewa, jadi mungkin nyokap khawatir kalau dapurnya kenapa napa atau saya nya yang kenapa-napa. Alhasil, donatnya nggak berhasil alias totally failed. Feel saya juga jadi kurang greget untuk masak.

Kejadian itu sekitar 1 atau 2 tahun lalu (lupa tepatnya). Pokoknya, sejak itu, saya kembali menjadi Fitria yang emang Wardani, yaitu nggak bisa masak. Nggak mau masak dan nggak ada niatan untuk bisa masak. Dan menambahkan criteria list of my future husband harus bisa masak. Hahha (*devil laugh*).

Tetapi setelah first lesson of cooking class macaroni cheese beberapa waktu lalu berhasil membuat saya excited untuk membuat macaroni cheese selanjutnya. Tapi, adik perempuan saya pernah berkelakar yang selalu membuat saya tertawa jika mengingatnya. Dia bilang, “Mbak udah bisa bikin macaroni keju. Tapi jangan setiap hari selama seminggu keluarga ini dimasakin macaroni keju. Nanti bisa muntah.”

Well, dan kelakar adik saya itulah yang membuat saya menjadi makin excited untuk ingin mencoba masak yang berbahan dasar gampang-gampang aja dulu. Seenggaknya niatan itu sudah ada dalam diri saya, hihiii. Semoga api excitednya dapat terus menyala. Kalau ditanya kenapa excited untuk masaknya baru saat saat ini, mungkin karena jenuh dan males banget buat ngerjain ya you knowlah –sesuatu yang tidak boleh disebutkan karena dapat membuat galau berkepanjangan dan mules tak berkesudahan serta sedih tak berujung.

Baiklah next postingan kalau sudah ada menu baru yang dapat saya buat, akan saya bagi di sini. Terima kasih sudah membaca.






Ps : kalau ada yang nanya, criteria list of my future husband nya berubah dong ? Jawabannya adalah nggak, tetapi dengan tanda bintang. Jadi, harus tetap bisa masak. Kalau nggak bisa masak, yaa boleh aja asal lidahnya mau menerima hasil karya masakan dari cewek yang pernah nggak punya niat untuk bisa masak.

July 25, 2015

Ramadhan, Maaf







Hai, Ramadhan
Oh tidak ! kamu sudah berlalu sekitar 30 menit yang lalu
Maaf, tidak menyapamu selama kau hadir dan mengisi keceriaan semua orang
Maaf, tidak memaknaimu dan tidak memperkaya ibadahku
Aku belum menang bahkan hanya membiarkanmu lewat begitu ssaja
Aku lemah pada kehadiranmu kali ini. Aku kalah
Dan entah apakah engkau akan kembali lagi di tahun yang akan datang
Mengisi keceriaan dan kelengkapan bersama orang-orang yang kusayang
Ramadhan, maaf kali ini aku kalah
Maaf, kali ini aku lemah
Maaf, bisakah kau datang di tahun yang akan datang ?
Ramadhan, maaf…

28 Juli 2014

00.50

July 14, 2015

Perubahan





How many special people change
How many lives are living strange ?
Cause everybody's changing
And I don't feel right

Kutipan lirik di atas sesungguhnya datang dari 2 lagu yang berbeda, dari 2 orang yang berbeda pula. Champagne Supernova by Oasis dan Everybody’s Changing dari Keane. Potongan lirik yang saya ambil memang sengaja tentang perubahan. Akhir-akhir ini seperti sedang tidak menerima sebuah perubahan dari orang lain.

Padahal, waktukan terus saja berputar (seperti postingan ini) Setiap orang pasti berubah. Kemudian saya menyadari sebuah kesalahan. Apa itu ? saya terlalu sibuk dengan pertanyaan ‘mengapa, apa dan bagaimana?’ atas perubahan setiap orang. Tetapi, saya lupa saya juga berubah.

Saat menemukan fakta kalau salah satu teman dekat saya di masa lalu telah berubah, saya sibuk merenunginya sendiri. Menghakimi dalam diri kalau dia berubah ke arah yang lebih buruk. Menatap sedih pada tiap kenangan yang pernah tercipta diantara kita. Overthinking dan rindu hingga terbawa mimpi. Saya terlalu naif atau bahkan sok suci.

Nyatanya. Dia berubah dan merasa bahagia, even dalam kacamata saya dia berubah ke arah yang nggak baik. Kacamata apa ? Kacamata norma dan prinsip kalau merokok itu nggak bagus untuk siapapun, baik wanita dan pria.

Iya, sepertinya saya terlau sibuk mengurusi hal itu meski hanya dalam pikiran saya sendiri. Saya lupa dan bertindak sok suci, sok paling benarlah. Padahal, saya sendiri seakan berada di ambang kehancuran. Saya berubah ke arah yang nggak baik juga nyatanya.

Saya menjadi pribadi yang jauh lebih buruk dari saya yang pernah ada di dalamnya. Saya menyadarinya dan pikiran saya terus mengajaknya untuk berubah. Tapi nyatanya tidak semudah itu, kadang pikiran saya terbelah dan tidak memberi kesembuhan untuk sebuah perubahan.

Kadang saya bertanya “hidup apa yang sedang saya jalani dan untuk siapa saya dedikasikan ini? Mengapa terasa hambar dan tak seberapi-api di 2 atau 3 tahun lalu.”


Saya yang paling tahu mengapa tapi saya juga yang paling sering mengkhianatinya. entah

June 11, 2015

Berlari




Aku tahu aku berlari
Terus berlari agar sampai lebih dulu
Karena langkahku tak sebesar yang mereka miliki, maka aku terus berlari terlebih dahulu
Mencuri start yang tak ada hukum mutlaknya
Aku berlari dan terus berlari
Hingga tersesat dalam arena lain
Meski terus berlari dan berlari
Aku berlari agar sampai lebih dahulu
Aku berlari hingga terhenti dan menyadari
Pada suatu waktu, mereka juga berlari
Mereka mulai berlari dengan langkah yang lebih besar dari milikku
Kemudian aku di sini

Terus berlari dengan langkah yang kumiliki

April 11, 2015

Fall


Kamu pernah merasa tersandung ? menyentuh sesuatu dengan tidak sengaja. Memasuki jalur yang tidak biasa, yang ternyata mengacaukan targetmu atau menghalangi kamu mencapai tujuanmu ?

Tapi apa benar kamu tersandung ? atau mungkin saja itu hanya sebuah ujian yang sedang diberikan Tuhan untukmu. Pernahkah kamu berpikir demikian ?

Setiap manusia itu memang diciptakan untuk kemudian kembali kepadaNya, tetapi di dalamnya ada proses menyiapkan bekal untuk menghadapNya. Setiap manusia itu memang tidak sera merta berada dalam langkah yang sama. Mereka melewati semua tahap secara fisik dan mental. Usia dan waktu yang mengantarkan mereka menuju perubahan secara fisik dan mental itu.

Perubahan secara fisik itu dapat dilihat oleh orang lain dan bahkan diabadikan melalui foto foto kenangan yang sudah membingkai setiap proses kita. Mulai dari orok, bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa. Semua orang secara kasat mata dapat melihat perubahan yang kita alami secara fisik. Tetapi, jika soal mental. Benarkah orang lain turut mengetahui perubahan mental kita ?

Jawabannya bisa jadi iya untuk segelintir orang, tetapi saya rasa hanya diri kita sendirilah yang paling tahu soal perubahan mental yang terjadi pada kita. Manusia akan mengalami proses, mengalami perubahan. Dan salah satunya adalah mental. Ini bukan soal mudah, saya rasa.

Mental adalah perasaan. Berbagai tekanan yang menghimpit seiring usia dan waktu yang terus menggelinding. Mental adalah perasaan yang harus kamu siapkan dalam menghadapi setiap masalah pada fase baru yang kamu lewati. Jika berhasil, nanti kamu akan menginjakkan pada fase yang lebih baru lagi. Akan seperti itu higga kamu sampai pada tujuanmu.

Lalu pernahkah kamu tersandung atau jatuh dalam mencapai tujuanmu itu ?

Sudahkah kamu bangun 2 kali saat terjatuh sekali? Tetapi berapa kali kamu mencoba untuk bangun hingga benar-benar berhasil berdiri kembali dan berlari ?

Bisa beritahu saya bagaimana caranya ?


March 4, 2015

Nakal (Day 4)

“Nakal, yaa”

“Kalau iya, memang kenapa?”

Berat sekali memang memutuskan.  Apalagi harus membunuh perasaan di dalam diri sendiri. Tapi begitulah hidup. Kita tidak selamanya harus memelihara rasa iba kepada orang lain dengan mengorbankan diri sendiri. Sesekali kita harus tegas, berani memutuskan. Berani menatap lurus ke depan tanpa menengok ke belakang. Berani mengambil keputusan tanpa menciptakan penyesalan. Berani memilih tanpa ada lagi merintih.

Selamat Malam

4 Maret 2015

9.49 PM

March 3, 2015

Ketenangan (Day 3)



Apa itu ketenangan? Dan bagaimana menciptakannya ?

Ketenangan adalah  lebih dari terhindar dari suara bising. Ketenangan adalah menjalani tanpa resah dan rasa khawatir. Sebulan terakhir ini saya merasa tidak tenang, meski frekuensinya bisa loncat loncat dan tidak beraturan. Tetapi, ketidaktenangan adalah suatu hal yang mampu membunuh diri setiap orang. Setidaknya itu yang saya rasakan atas semua ketidaktenangan yang menghampiri.

Seperti yang sudah saya tuturkan, kalo ketenangan bukan hanya terhindar dari sebuah kebisingan. Ketenangan adalah persoalan hati. Ketenangan adalah sinkronisasi hati dan pikiran yang semuanya bersinergi menjalankan gerak langkah kita.

Kerikil kecil yang menjadikan masalah akan bersarang di kepala kita, menghantui pikiran kita setiap waktu dan akibatnya hati kita dipenuhi gelisah. Kalau urusannya sudah menyentuh hati, maka motorik kita seakan tak mampu lagi merespon otak kita. Apa yang ingin kita kerjakan tak sesuai dengan kaki yang kita langkahkan.

Ketidaktenangan yang membunuh sumbernya berasal dari pikiran. Terkadang saat overthinking, saya merasa otak saya tak memeberi ruang untuk tidur. Kemudian berujung tidak tidur tapi tak juga mampu beraktivitas, mungkin karena gelisah.

Belakangan saya menyadari sesuatu, kalau ketidaktenangan dan kekhawatiran yang membuncah hanya membutuhkan satu formula. Formula itu bernama keihklasan. Saya tak pernah tahu wujudnya tapi saat hati saya merasa tenang, saya menyimpulkan di situlah saya telah mengikhlaskan.

Memang, ikhlas ada suatu hal yang tak berwujud, tak bisa juga diucapkan ataupun diproklamirkan. Hanya orang yang telah ikhlas yang mampu memahami tanpa perlu mengumbarnya. Pada akhirnya organ yang bernama hati itu adalah sumber utama dari setiap kegelisahan. Dia akan mengirim sel – sel lain ke dalam pikiran, makanya jadi overthinking.

Sebenarnya ini hanya teori asal berdasarkan pengalaman. Tapi, karena itulah saya tahu mengapa ada lagu berjudul “Tombo Ati atau Obat Hati.” Dan beruntungnya, itu bukan hanya sekedar lagu, tetapi juga resep atas ketidaktenangan.

Terima kasih

Selasa, 3 Maret 2015

3.33 PM




February 18, 2015

Lil' Message




Resolusi yang besar itu datangnya dari kamu. Dari sebesar mana dirimu melakukan perubahan atas semua sifat burukmu. Mulailah dari situ ! Lalu, tuliskan mimpi-mimpimu secara rinci dan peluklah terus secara erat. Percayalah, Tuhan akan mengantarkanmu bertemu dan berjumpa dengannya. Mimpi yang dengan erat kau peluk itu. Tapi, tentu saja Tuhan bukan jin dari lampu ajaib yang dapat langsung mempertemukan kamu dan mimpimu dalam satu kedipan mata. Tulislah, dan jalani semua usahamu dalam mencapainya. Lewati, ceritakan dan catat setiap usahamu. Dan saat kamu bertemu mimpimu, kamu bisa menceritakan semua usahamu padanya Ayo memulainya. Kamu yang sedang membaca psotingan ini, belum terlambat kok



4 Januari 2015
Dari Seseorang yang sedang mencambuk dirinya sendiri

July 4, 2014

Ps : Saya Rindu Kalian, Teman.



Kelak kaukan menjalani hidupmu sendiri
Melukai kenangan yang tlah kita lalui
(Seandainya – Vierra)

Setiap mendengarkan lagu itu, saya selalu teringat dengan guru Bahasa Indonesia saya ketika duduk di SMA. Beliau pernah bilang kalau nantinya kita semua akan benar-benar hidup sendiri. Pertemanan itu tidak akan ada yang abadi, karena setiap individu akan mencari kehidupannya sendiri. Ya, hati manusia siapa yang tahu dan karena hati manusia paling sulit ditebak.

Coba renungkan dalam-dalam, siapa teman paling dekatmu di 3 atau 5 tahun lalu atau bahkan 1 tahun lalu ? teman yang selalu jadi curahan semua rutinitasmu, yang hampir setiap hari  tak pernah absen mendiskusikan ini itu. Kemudian apakah orang itu masih ada di dekat kamu saat ini dan tetap menjadi sosok yang sama ? yang selalu jadi teman diskusi dan teman ngobrol ini itu dalam intensitas yang tidak berubah seperti sebelumnya ? apakah orang itu masih memiliki fungsi yang sama bagimu, readers ? kalau iya, maka selamat. Karena kamu orang yang beruntung masih bisa mempertahankan hal itu.

Tapi, saya percaya kalau di luar sana banyak yang memiliki cerita sebaliknya. Punya teman SMA yang begitu akrab dan hampir setiap hari diskusi ini itu, tapi setelah lulus dan pisah kampus, komunikasi mulai tersendat. Hingga akhirnya hanya berbasa basi dan bertemu di kala libur semester dan buka puasa bersama. Moment – moment ceria yang menutupi jiwa kelabu yang mungkin ada. Semuanya jadi asing, karena komunikasi jadi canggung yang berakhir ‘gak nyambung’.

Waktu memang ajaib ya readers. Dia seolah asisten Tuhan yang punya kekuasaan menciptakan moment indah tapi kemudian memutarbalikkan. Seperti kamu yang hampir setiap hari tertawa bersama temanmu tetapi tahun berikutnya saling tatap pun tidak. Membalas pesannya juga sudah mulai menunda-nunda. Penyebabnya apa ya ?

Waktu. Iya, waktu yang menciptakan moment dan peristiwa baru yang mungkin berbeda. Yang tidak lagi melibatkan kamu dan temanmu saling terkait, makanya komunikasi tidak ada lagi karena tidak ada hal yang menyatukan kalian. Tidak ada hal yang sama yang menjadi perekat bagi kalian. Itu jawabannya versi saya.

Solusinya ? Saya tidak punya solusi pasti, karena waktu terus berjalan dan memberikan kejutan. Ingat, kejutan itu tidak selalu manis, dia bisa saja tragis. Seperti kamu yang kemarin bersamanya sambil tertawa terguling-guling, lalu esok harinya hanya bisa tersenyum miring setiap mendengar namanya.

Ajaib ya, Sang Waktu. Jadi, pada akhirnya kita akan hidup sendiri ?
Tapi, benarkah pertemanan itu tidak ada yang abadi ?
Kembali kepada kalian, readers
Terima kasih atas waktunya


Ps : saya rindu kalian, teman.

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis