Showing posts with label anime. Show all posts
Showing posts with label anime. Show all posts

January 27, 2015

(Nostalgia) #hellofest9

Januari hampir saja usai, tapi belum ada 1 postinganpun yang menghias blog saya ini. Dan entah kenapa, tiba-tiba malam ini gatal untuk membuat postingan atas peristiwa yang sudah lewat terlalu lama. Momment Hellofest 9 di November 2013.

Kenapa saya tertarik untuk cerita soal ini ? Jawabannya sederhana. Ada seorang teman yang tiba-tiba mengingatkan tentang kejadian ini dan setelah saya check di diary, ternyata saya tidak menuliskannya di sana. Tapi, saya ingat dengan jelas bagaimana peristiwa itu berlangsung.

Sabtu, 9 November 2013. Pelaksanaan Hellofest 9 hari pertama.

Hellofest adalah event pop culture tergokil seantero Indonesia. Berawal dari hanya sebuah perayaan kelulusan murid-muridnya di hellomotion, hellofest jadi ajang unjuk gigi anak muda kreatif, baik dari soal short movie, costplay, bazzar kreatif maupun kuliner. Saya kenal event ini pada Februari 2012 dengan kumpulan short movienya yang keren dan nyentil. Karena itulah, Hellofest 2013 adalah hellofest yang sangat saya tunggu sejak kalender 2013 itu dibuka.

Hal itulah yang melatarbelakangi bagaimana ngototnya saya ingin ke Hellofest dan mencoba membujuk teman-teman (yang susah banget diajak menginjakkan kakinya di Jakarta) saya untuk datang ke Hellofest. Yang paling utama tentu saja nonton short movienya—yang tayangnya jam 8 malam.

Well, dengan usaha bujuk membujuk, finally saya, Faisal, Mumu, Wanda, dan Rizky pergi ke Hellofest 9 yang berlokasi di Taman Krida Loka, Senayan. Di sana kita janjian sama teman lain, yaitu Bonita, Icha, Rahma, Eva dan Hadi. Mumu yang saat itu sedang sakit nekat ikutan dengan alasan mau foto bareng Hatsune Miku. Tetapi, karena kita datangnya sore, costplay tentu saja sudah berakhir dan Mumu gagal bertemu Hatsune Miku sementara saya, Faisal dan Bonita sibuk keliling dan foto-foto asyik.

Nggak tahu ini siapa cuma suka dengan rambutnya makanya minta foto
Kompilasi HelloFest9 by @faifau



Karena tujuan utama adalah nonton short movie, maka setelah puas muter-muter kita memutuskan untuk mencari spot terbaik saat nonton nanti. Lumayan seru karena pemutaran short movienya di Kolam Renang. Tetapi, sungguh sangat disayangkan acara ini berlangsung mundur beberapa jam dari yang dijadwalkan. Pemutaran baru mulai jam 8 lewat (lupa) dan akhirnya kita nggak nonton sampai tuntas.

Setelah dapat spot terbaik, narsis dulu . (saya, Bonita, Mumu, Wanda)
photo from IG @bonputri
Mengingat ada salah satu teman yang nggak fit dan khawatir ada teman yang nggak dapet bis maka kita pulang di tengah pemutaran film. Saya, Faisal, Mumu, Wanda dan Rizky pulang bareng karena searah. Mengingat (lagi) Mumu lagi nggak enak badan, maka saya memilih nebeng sama Faisal. So, Mumu jadi single player bawa motor dan dia berada di barisan motor paling akhir dari 3 motor yang ada.

Karena berada di barisan paling akhir, saya jadi harus sering memantau alias nengok ke belakang untuk memastikan kalau Mumu tetap berada dalam keadaan yang baik (baca : nggak tiba-tiba pingsan di jalan). Hingga pada suatu pertigaan di Pasar Kebayoran peristiwa itu terjadi.

Mumu yang seharusnya mengambil jalan lurus justru belok ke kiri. Saya panik dan langsung bilang sama Ical kalau Mumu salah jalan. Ical ketularan panic dan kita memutuskan untuk putar balik. Sementara Wanda dan Rizky sudah berada di paling depan dan entah dimana keberadannya. Well, nggak mau si Mumu nanti tambah jauh nyasarnya, finally kita putar balik dan mengikuti arah nyasarnya Mumu untuk menarik Mumu kembali ke jalan yang lurus.

Meski udah hampir jam 11 malam (atau mungkin lewat ya. Lupa) suasana pasar masih hingar bingar dan macet. Mumu yang kala itu ber-bebek-an Mio Hijau dan jaket biru tetap saja sulit ditemui. Saya dan Ical panik bukan main. Kepanikan kami semakin lengkap saat sirine kereta berbunyi. Hal itu menandakan bakalan ada kereta lewat dan jalan kami terhenti. Bagaimana kalau si Mumu ternyata udah lewat dari palang pintu kereta dan semakin nyasar entah kemana.

Semua hipotesa dan kekhwatiran yang semacam itulah yang sama-sama menari di atas kepala saya dan juga Faisal. Hingga akhirnya, kita menemukan sosok Mumu bersama bebek Hijaunya menunggu kereta yang sedang lewat. Jarak kami dengan Mumu cukup terpaut beberapa motor dan angkot. Kami terjebak di sebelah angkot, tepatnya di pintu masuk penumpang. Di situlah, Faisal dengan semangat 45 memanggil-manggil nama Mumu, tapi sayang sekali dan dua kali panggilan tak berarti di telinganya Mumu.

Mumu sungguh berada di jalan yang salah hingga Faisal berdiri dari jok motornya dan sekuat tenaga memanggil “Mu…Mu…Mumu....” dalam jumlah yang tak terhingga. Syukurlah, Mumu akhirnya nengok dan seenaknya memutar arah. FYI, saat itu Cuma ada satu arah dan Mumu dengan santainya berbalik arah dan melawan arus. Sementara saya dan Faisal ? Kami masih terjebak di tengah kemacetan dan tidak bisa memutar.

Well, that’s what friends are for. Quotesnya nggak tepat ya ?

Yaudah isi quote persahabatan versi kamu di comment atau mention si pelaku di sini atau ini 

PS : 
1. Kalau kamu nanya bagaimana endingnya saya dan Faisal, maka jawabannya allhamdulillah bisa muter dan ikut melawan arus. Kita bertiga kembali dengan selamat dan disambut wajah bingung dan sebal Wanda dan Rizky yang nungguin lama banget.

2. Kalau kamu nanya, apakah saya ikut memanggil-manggil Mumu, maka jawabannya adalah tidak. Saya nggak mampu lagi memanggil Mumu karena sibuk menahan perasaan campur aduk. Antara lucu, malu, bingung dan khawatir.

3. Kalau kamu tanya, kenapa hal ini sampai saya posting seriously jawabannya adalah ini part yang tak terlupakan dari proses nyasar dan penyelamatan teman.

*Postingan ini sama sekali tidak bermaksud untuk memperburuk citra seseorang. Cuma buat diinget aja








July 14, 2013

Clannad, Air Mata yang Terendap






Setelah lebih dari 2 orang mereccomend saya atas anime ini, maka dalam waktu 4 hari saya menghabiskan  45 + episode OVA + episode recall. So, anime apakah itu ?

Judulnya Clannad. Inti keseluruhannya anime ini seperti sebuah novel. Menggambarkan perjalanan dari mulai SMA hingga akhirnya berkeluarga. Cukup panjang dan terbagi Clannad dan Clannad after story.

Di Clannad, anime ini menceritakan tentang Furukawa Nagisa, siswi kelas 3 SMA Hakarizaka yang lemah dan pernah tinggal kelas selama setahun. Dia ingin sekali masuk klub teater yang telah bubar di sekolahnya. Sayangnya, tidak ada siswa yang ingin bergabung. Terlebih lagi, siswa kelas 3 sudah mulai sibuk dengan ujian. Padahal, supaya klub itu bisa berdiri paling tidak harus memiliki 2 anggota. Meski begitu dia tidak menyerah, karena ada seorang cowok yang ikut membantunya, yaitu Okazaki Tomoya –yang juga duduk di kelas 3 juga, tetapi di kelas yang berbeda.

Nagisa dan Tomoya
Mulailah Okazaki yang memilik banyak teman itu (FYI : Nagisa nggak punya banyak teman dan penyendiri) mengajak temannya untuk masuk ke klub teater. Cukup banyak teman yang diajaknya.

Ryou dan Kyou
Si kembar Fujibayashi Kyou dan Fujibayashi Ryou. Keduanya kelas 3 dan sama sama ketua kelas di kelas yang berbeda.  Ryou berada di kelas yang sama dengan Tomoya. Gadis yang lembut dan suka meramal. Dia juga terlihat menaruh hati dengan Tomoya. Nah kalau Kyou, sungguh berbeda karakternya. Dia cewek galak yang sebenarnya cantik dan kuat. Selain itu dia juga sangat melindungi saudara kembarnya, Ryou. Kyou juga membantu Ryou supaya bisa jadian dengan Tomoya.

Sunohara Youhei
Sang Sahabat sejati, Sunohara Youhei. Sunohara yang memilik rambut kuning mencolok ini  adalah karakter yang membuat anime ini lebih ‘hidup’ dengan tawa. Mengapa? Karena selain sebagai pria yang hobinya menggoda cewek, dia juga sering dianiaya serta tidak dipedulikan.


Si jenius Ichinose Kotomi. Cewek berambut ungu yang sebenarnya manis ini merupakan siswa independen yang hobinya membaca buku di perpusatakaan. Tidak masalah jika dia tidak masuk kelas karena dia memang siswa independen. Sayangnya sulit sekali berbicara dengan dia. 
Ichinose Kotomi

Superwoman Sakagami Tomoyo. Nah kalau dia merupakan siswi kelas 2 yang gosipnya pernah berkelahi melawan geng motor. Hampir setiap hari ia berkelahi dengan Sunohara. Pemenenagnya? Tentu saja Sakagami. Honestly, I think she’s beautiful.
Sakagami Tomoyo
Miyazawa Yukine
Si lembut Miyazawa Yukine. Cewek imut nih hobinya ada di ruang referensi. Dan siapapun yang datang ke ruang tersebut pasti akan dijamu dengan ramah oleh Yukine, dengan dibuatkan teh atau bahkan nasi goreng. It sounds curious when you can make fried rice in your school, right? . tetapi, Yukine yang lembut dan imut (saya suka karakternya) ini ternyata disegani oleh para geng motor yanga da di kota tersebut. 

Sayangnya dari teman-teman Okazaki di atas, tidak ada satupun yang berminat untuk masuk ke klub teater. Di tengah pencarian anggota, Nagisa dan Okazaki justru dihadapkan pada persoalan baru. Apakah itu ? mereka bertemu dengan Ibuki Fuko,  roh—yang merupakan adik dari mantan guru di sekolah tersebut—yang raganya sedang terbaring di rumah sakit karena koma setelah ditabrak mobil beberapa tahun lalu.

Fuko chan yang menyukai bintang laut berusaha membuat kerajinan dari kayu yang berbentuk bintang laut. Ia berencana memberikan kerajinan tersebu kepada siapapun sebagai undangan untuk menghadiri pernikahan kakaknya. Akhirnya Okazaki dan Nagisa membantu membuat kerajinan tersebut. Fuko chan yang biasanya tinggal di sekolahpun akhirnya tinggal di rumah Nagisa dan disambut baik oleh kedua orang tua Nagisa, bahkan mereka ikut membuat bintang laut.



Honestly, saya sangat menghindari cerita yang di luar logika. Contohnya seperti Fuko yang sebenarnya roh tetapi bisa dilihat oleh hampir seluruh siswa di sekolah tersebut, seolah Fuko bukanlah roh. Secara logika, mana bisa hal ini diterima ? tetapi entah ya, saya justru berkaca-kaca level bawah di part ini.

Terlebih lagi, saat Okazaki dan Nagisa ingin mempertemukan Fuko dengan Ibuki Koukou (kakak Fuko seklaigus mantan guru di sekolah tersebut) dalam acara Festival Pendiri Sekolah. Sayangnya, kakak Fuko justru tidak bisa melihat roh adiknya itu. Hanya dia yang tidak bisa, dan dia berkeyakinan kalau adiknya terbaring di Rumah Sakit. Rohnya tidak berkeliaran di sekolah seperti gossip yang beredar, karena Koukou-san selalu menemani adiknya di RS dan menceritakan segala hal.

Dengan kerja keras, Fuko membagikan bintang laut kepada setiap orang yang ia temuinya serta mengajak orang tersebut untuk datang ke pernikahan kakaknya. Sayangnya, lama kelamaan orang-orang yang pernah menerima bintang laut itu mulai melupakan akan kenangan akan Fuko. Ingatan mereka tentang Fuko seolah terhapus begitu saja seiring kondisi tubuh Fuko yang memburuk.

Tetapi, seakan keajaiban, pernikahan yang digelar di sekolah itu dihadiri oleh mereka yang pernah dihadiahi bintang laut oleh Fuko. Meski sebenarnya mereka lupa apa yang bisa membuat mereka datang ke pernikahan tersebut. Dan di situlah, hanya melalui angin yang berhembus Fuko menyampaikan ucapan selamat kepada kakaknya yang baru menikah. Rasanya terharu sekali karena si kakak tidak bisa melihat roh itu.

Fuko dan Koukou-san (kakaknya)

Karena perjuangan Fuko lah yang akhirnya menginspirasi Nagisa untuk tetap semangat mewujudkan impiannya masuk ke klub teater. Teman-teman Okazaki yang kini juga telah menjadi temannyapun ikut masuk. berarti syaratnya telah terpenuhi karena klub teater kini telah memiliki anggota ? Tetapi ternyata masih belum bisa didirikan, karena setiap klub harus memiliki guru pembimbing. Akhirnya Nagisa dkk harus berjuang kembali untuk mendapatkan guru pembimbing.

Setelah melewati segala rintangan, terbentuklah klub teater dan impian Nagisa untuk tampilpuun semakin dekat. Tetapi malam sebelum tampil, Nagisa justru menemukan kenyataan lewat album foto orang tuanya dahulu dan diary ibunya. Nagisa menghakimi dirinyalah yang menghentikan impian kedua orang tuanya. Sebelumnya, ayah nagisa merupakan aktot teater yang hebat. Sementara ibunya merupakan guru SMP. Tetapi, karena Nagisa yang sakit dan hampir meninggal di usianya ke-5. Kedua orang tuanyapun memutuskan untuk berkonsentrasi menjaga Nagisa bersama. Mereka memilih mendirikan toko roti keluarga.

Di situlah pelajaran yang bisa kita ambil, karena kalau menurut Nagisa demikian, tetapi menurut kedua orang tua Nagisa berbeda. Anak bukanlah penghenti impian orang tuanya. Ketika seorang anak lahir, maka kedua orang tua bukanlah membuang impian mereka melainkan mengubah  impian mereka dengan impian si anak.

Setelah sukses menggelar pertunjukkan teater solonya itu, Nagisa jadian dengan Okazaki. Kalau menurut saya ini terlalu singkat tanpa konflik, harusnya cewek-cewek yang sebenarnya menaruh hati dibiarkan menyatakan cinta terlebih dahulu ke Okazaki. Dengan demikian baru kelihatan jelas kalau Okazaki sungguh mencintai Nagisa, karena dia lebih memilih Nagisa.

Cerita lain yang menguras emosi saya adalah Clannad After Story episode 3 dan 4 (meski suaranya tidak sesuai dengan gambar) . tentang apa ? ceritanya berkisah tentang Sunohara dan adiknya, Mei chan.

Melihat Sunohara yang suka bolos dan berandalan membuat Mei menjadi khawatir kalau abangnya itu sulit mendapatkan pacar. Sikapnya juga banyak berubah karena sudah tidak memedulikan Mei lagi. Padahal dulu, Sunohara selalu melindungi Mei jika diganggu oleh orang lain. Sekarang, Sunohara seakan tidak peduli dan beranggapan bahwa adiknya bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Youhei dan Mei

Mei menganggap Sunohara berubah semenjak ia dikeluarkan dari klub sepakbola. Mungkin jika Sunohara kembali bermain sepakbola, dia akan menjadi Sunohara yang dulu. Akhirnya Mei mencoba membujuk klub sepakbola untuk menerima Sunohara kembali. Tetapi. Usahanya justru dipermainkan oleh anggota klub hingga Sunohara tiba-tiba datang menghajar mereka satu per satu.

Sunohara saat membela Mei di hadapan klub sepakbola
 Sebelumnya, Sunohara dan Okazaki sempat bertengkar. Dan ini yang membuat saya merasa terenyuh. Pasalnya mereka sudah sangat bersahabat dan selalu bersama, lalu jika sampai melihat cowok yang sudah bersahabat kental bertengkar maka rasanya saya ingin menangis.

Part itu merupakan bagian yang mempermainkan emosi. Sementara yang membuat saya berkaca-kaca tingkat tinggi artinya air mata telah menetes sebutir jagung adalah saat Okazaki melepas ayahnya untuk kembali ke kampung halaman. Ini ada di Clannad After Story episode 19, dimana Okazaki telah memiliki seorang anak. Okazaki menyadari betul kalau hubungannya dengan ayahnya sangatlah tidak baik. Ayahnya yang pemabuk menjadi faktor utama kebencian Okazaki kepada ayahnya itu.


Tetapi, karena sebuah peristiwa yang hampir dilupakan Okazaki, maka ia sadar dan akhirnya meminta ayahnya untuk pulang ke kampung halaman sesuai permintaan neneknya. Perkataan yang membuat saya sedih itu adalah “dia kehilangan orang yang paling dia sayangi di saat terindah hidupnya dan sejak itu dia terus sendirian bersamaku. dia terus berusaha demi anak yang tidak tahu terima kasih sepertiku. meskipun begitu, apa dia bahagia ? ayah...”

Okazaki Naouyuki (ayah Tomoya)

Baik, rasanya tidak mungkin saya menceritakan seluruh episode di sini. Setidaknya itulah part part yang berkesan dan menguras emosi. Kalau mau animenya, minta saja sama orang ini. Karena beberapa teman bilang ‘lo harus nonton clannad. Banjir deh’ maka saya berjanji dalam diri akan membuat review anime ini begitu selesai menontonnya. Anime ini baru saya tonton setelah mengendap di notebook sejak Februari lalu. Honestly, ini review anime yang pernah saya buat. Meski kualitas gambarnya lebih rendah dibanding anime zaman sekarang tetapi ceritanya menarik dan saya merekomendasikannya untuk readers

Selamat menonton !


© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis