Showing posts with label soul. Show all posts
Showing posts with label soul. Show all posts

May 14, 2017

Kita Sudah Pulang, Sayang

New Home, New Chapter Anniversary Session, Tidewater & Tulle, first home move in photos, T.Y. Photography, Virginia Wedding Photographer:




Burung-burung sudah pulang ke sarangnya
Seperti matahari yang tenggelam dan menetap kembali dalam peraduannya
Kita juga pulang, sayang
Pada masa lalu tempat kita bersemayam
Sebelum saling sayang
Rembulan bersinar terang
Bersama jangkrik yang memecah sunyi
Aku dan kamu bukan lagi 'kita'
Tetapi masih terus berjalan demi mereka 
Kita sudah pulang, sayang
Pada sebuah tempat bernama kenangan




13 Mei 2017

January 8, 2017

Teman Keabadian



Jangan datang dengan perhatian
Yang menyamarkan secercah harapan
Sepi ini sudah jadi teman
Jadi, jangan kau hancurkan
Sendiri ini pilihan
Bukan sebuah penderitaan, ataupun keterpaksaan
Perhatian itu menyesakkan
Jika mulai kau tanam, lalu ditinggalkan
Cinta tak butuh kasihan
Dan kesepian bukan alasan untuk bersama
Karna kesepian adalah teman keabadian


25 Dec 2016

December 17, 2016

Kamu yang Sebatas Punggung




Hari itu tidak ada pelangi
Juga bukan baju warna warni yang aku atau kamu kenakan
Hanya hitam dan hijau
Hari itu tidak ada hujan yang genangannnya tak pernah gagal mengantarkan kenangan
Hari itu hanya ada kamu dengan punggung kokohmu yang membisu menatapku
Tak ada pertemuan bola mata, apalagi tegur sapa
Hari itu hanya aku yang berbicara dengan sepi saat melihatmu
Tapi kamu tak pernah gagal mengantarkan energi positif dalam sunyi
Menumbuhkan kebun bunga dalam hatiku
Membentuk lengkungan senyum di setiap waktu
Kamu yang hanya sebatas punggung kokoh yang membisu
Tak pernah gagal mengirimkan energi positif untukku
Kamu yang hanya sebatas punggung kokoh yang membisu

Bisakah kita bertemu dan bertegur sapa ?


December 25, 2015

Berlari (part 2)



Hei, kamu yang lahir di bulan Februari
Mengapa terus berdiam diri?
Kapan akan berdiri lalu berlari ?
Apa lagi yang kau tunggu ?
Bukankah masih banyak yang harus diraih ?
Jangan mencari apa yang kamu sendiri tidak tahu
Jangan menunggu apa yang tidak kamu ketahui
Jangan terus berdiam diri
Jangan terus menikmati
Tapi berdiri dan berlari
Bukankah ini kepingan hidup?
Warna langit yang berubah seiring waktu yang berputar
Seperti roda yang berputar, itulah hidup
Tapi kamu harus terus berdiri dan berlari
Jangan lagi mencari, menunggu atau mempertanyakan apa yang tidak kamu ketahui
Berlarilah, maka kamu akan menemukan jawabannya


1 Juli 2015

September 14, 2015

Surga


Jendela itu terbuka dengan jelas
Memperlihatkan air terjun yang tumpah indah dari pelupuk matanya
Menangispun ia tetap terlihat cantik
Sama cantiknya dengan dan harapnya untuk putra-putranya
Sayang saja lukanya terlalu dalam untuk mempertahankan kebahagiaan putra-putranya



11 September 2015

July 25, 2015

Surat untuk Ramadhan



Ramadhan, terima kasih telah datang kembali
Membiarkanku mengabdi dan memaknai
Ramadhan, terima kasih telah datang kembali
Menyiram cahaya dan keindahanmu padaku serta orang tersayang
Ramadhan yang kusayang, mengapa rasanya hanya sebentar kau datang
Benarkah kau harus bergegas pergi meninggalkan kami esok hari?
Ramadhan, aku akan menunggumu kembali dan memeperbaiki Ramadhanku kali ini
Ramadhan, terima kasih dan kutunggu kau kembali



16 Juli 2015

Ramadhan, Maaf







Hai, Ramadhan
Oh tidak ! kamu sudah berlalu sekitar 30 menit yang lalu
Maaf, tidak menyapamu selama kau hadir dan mengisi keceriaan semua orang
Maaf, tidak memaknaimu dan tidak memperkaya ibadahku
Aku belum menang bahkan hanya membiarkanmu lewat begitu ssaja
Aku lemah pada kehadiranmu kali ini. Aku kalah
Dan entah apakah engkau akan kembali lagi di tahun yang akan datang
Mengisi keceriaan dan kelengkapan bersama orang-orang yang kusayang
Ramadhan, maaf kali ini aku kalah
Maaf, kali ini aku lemah
Maaf, bisakah kau datang di tahun yang akan datang ?
Ramadhan, maaf…

28 Juli 2014

00.50

June 11, 2015

Berlari




Aku tahu aku berlari
Terus berlari agar sampai lebih dulu
Karena langkahku tak sebesar yang mereka miliki, maka aku terus berlari terlebih dahulu
Mencuri start yang tak ada hukum mutlaknya
Aku berlari dan terus berlari
Hingga tersesat dalam arena lain
Meski terus berlari dan berlari
Aku berlari agar sampai lebih dahulu
Aku berlari hingga terhenti dan menyadari
Pada suatu waktu, mereka juga berlari
Mereka mulai berlari dengan langkah yang lebih besar dari milikku
Kemudian aku di sini

Terus berlari dengan langkah yang kumiliki

June 8, 2015

Senin Di Waktu Senja



Hari ini Senin. Tepat kusadari saat senja mula menampakkan dirinya. Lelah tidak sedang menggelayut menutup Senin. Padahal 3 bulan terakhir, Senin adalah puncak sekaligus awal dari lelah yang berselimut.
Bergelut macet, menyeka keringat, menghela nafas hingga menahan dahaga adalah warna Senin di waktu senja.

Kini aku terduduk manis di sini. Di tempat favoritku mengajak tinta menari pada kertas putih. Dengan rasa syukur tanpa lelah yang berselimut atau menggelayut. Ini Seninku di waktu senja yang pernah kumiliki lalu kehilangan kemudian kembali. Namun entah, jika ia harus kembali pergi pada suatu waktu. Karena Senin senja juga titipanNya, yang mampu pergi dan kembali atas kehendakNya.


May 17, 2015

Pelangi





Pelangi
Berdiri di ujung bukit
Menunggu siapakah dirimu ?
Pelangi,
Berbaju warna warni
Pada siapakah kau rentangkan pelukan itu ?
Pelangi,
Tersenyum manis merekah riang
Sampai kapan kau ‘kan memakainya ?
Pelangi,
Berdiri di ujung bukit
Tunggu aku melewati hujan badai ini



14 Mei 2015
Di kala hujan 18.05 WIB

May 13, 2015

Sebagian


Azan subuh bersiap memanggil dengan gesekan suara di ujung pengeras suara
Sebagian orang mengerjapkan matanya untuk bangun dan bergegas
Sebagian lagi baru saja dapat memejamkan matanya setelah bergumul dengan kegelisahan
Ibu memindahkan nasi goreng dnegan sap mengepul dari penggorengan ke piring
Sebagian orang bosan dan kenyang dengan menu sarapan nasi goreng
Sebagiannya lagi merindukan nasi goreng buatan tangan sang Ibunda di kala mereka dalam perantauan
Kadang manusia bertindak bodoh tanpa makna dengan meneteskan air mineral gelas melalui sedotan plastik
Sementara sebagian orang lain harus berjalan puluhan kilometer demi setetes air bersih
Sebagian orang hampir mati beku karena kedinginan di dalam ruangannya
Sebagian lagi terpanggang matahari sepanjang hari
Sebagian orang lelah berdiri
Sementara sebagian lagi justru bosan duduk terus menerus
Hidup ini terkadang bukan soal keadilan tapi menyeimbangkan untuk melengkapi
Untuk menyadari kemudian mensyukuri




March 8, 2015

Hai Rembulan (Day 8)


Hai Rembulan,
Pada gelap yang bersembunyi dalam senyap
Bolehkah aku bertanya meski sekejap
Apakah mimpiku tercecer dalam harap
Hilang dan lenyap tak berjejak
Hai rembulan dalam gelap,
Apakah kau rasa sama dingin yang membekukan hati
Mampukah ?


1 Februari 2015

02.00 AM

March 6, 2015

Sepi (Day 6)


Beku. Udara mengikatku jadi batu. Kaku.
Menahan jariku menari mengabadikan waktu
Sepi. Merajut detik yang mengarungi lintasan pelangi
Aku menanti sepi yang menyelimuti jemari
5.43 PM
6 Maret 2015


December 11, 2014

Aku Merindu



aku merindu
pada hujan yang bebas menari
pada hangat dari api di perapian
aku merindu
pada kamu yang tak kutahu namanya
yang kupercaya akan datang pada suatu masa
mengecup hangat tanpa perlu berkata
mengajakku bahagia tanpa perlu bertanya
aku percaya kamu 'kan datang
tanpa kuda putih ataupun mahkota
bukan juga barisan harta
kamu hanya perlu datang dengan segala kebesaran hati
menerima tanpa cela
menjaga tanpa alpa
mencintai tanpa kata
aku percaya kalau itu kamu
seseorang yang disimpan Tuhan untukku


28 November 2014

June 20, 2014

Surga Dunia Kita





 
Surga Dunia Kita
by
Fitria Wardani
 



Duduk manis dan dengarlah 
Setiap untaian cerita tentang surga dunia 
Kamu mungkin sudah sering mendengar atau melihat 
Setiap hari, di layar televisi 
Kekacauan, kerusuhan, sekaligus keindahan akan suatu negeri 
Tapi, rangkaian ceritaku adalah surga dunia yang akan kamu dambakan 
Mulai lepaskan sumbat telingamu, biar nyanyian ombak mengaliri telinga 
Gulungan cantik ombak Pantai Pangandaran 
Mengantarkanmu menari indah di atas papan selancar 
Lekas  turunkan  jemarimu yang menyumbat si telinga 
Biar mereka merasakan butir halus pasir Pantai Ngurbloat 
Sapukan sepasang matamu untuk surga dunia ini 
Pada pink beach yang menakjubkan 
Raja Ampat yang membanggakan 
Aku akan menggenggammu menyelami lautan  
Meski kamu bilang, kamu lebih suka taman 
Tapi aku percaya, kamu akan berdecak kagum 
Pada jutaan terumbu karang milik Taman Laut Bunaken 
Kemudian kita berlari dengan bertelanjang kaki 
Berhenti dan menapaki Goa Gong Pacitan tanpa ada beban 
Kamu mengukir senyuman kepercayaan 
Menelusuri jutaan stalaktit dan stalagmit yang menghuni 
Hingga pecahlah tawa bahagia darimu 
Memercayakan panca indramu merengkuh surga  dunia ini 
Tak sungkan bermain gobak sodor ataupun egrang 
Kamu tak lagi tegang, tak juga meradang 
Di dalam perahu kecil yang mengajak kita mengapung 
Menjadi pelaku ekonomi di pasar terapung 
Kita berlari ke Barat tanpa takut tersesat 
Bagi kita, selat bukan penghambat                                             
Makanan terlezat sedunia mudah kau dapat 
Mengunyah rending di bawah  Jam Gadang 
Lalu apa lagi, tanyamu tentang surga dunia ini 
Cinta, jawabku tanpa ragu 
Bukan hanya kata cinta, tapi juga aksi nyata 
Menjaga surga dunia Indonesia kita                                                                                      
2013


© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis