Showing posts with label laguindonesia. Show all posts
Showing posts with label laguindonesia. Show all posts

November 5, 2016

Banda Neira, The Songs I Wanna Hear with You

Hasil gambarHasil gambar






Semuanya berawal dari Provoke edisi Maret 2016 yang membuat saya pada akhirnya menambahkan Banda Neira dalam list grup indie favorit. Grup vokal indie yang digawangi Rara Sekar dan Ananda Badudu ini masuk di salah satu rubrik Provoke yang membahas tentang album baru mereka, yaitu Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti. Atas kekepoan saya ditambah saat itu sedang keranjingan menggunakan aplikasi music streaming, khususnya Joox dan Deezer, maka penemuan lagu-lagu Banda Neira terasa mudah (kok jadi mirip promo gini sih -___-)

Well, intinya sih melalui aplikasi music streaming itu saya bisa mendengarkan lagu-lagu di album Banda Neira dan menjadikannya lagu pengantar tidur. Yang pada akhirnya tentu saja berefek jadi jatuh cinta dengan lagu-lagu mereka. You guys for fans of Dandelion, Adhitia Sofyan have to listen Banda Neira. Tapi sebelumnya, saya review dulu ya beberapa lagu dari dua album mereka supaya kalian lebih yakin. Dan karena memang udah niat banget ke diri sendiri untuk ngereview album mereka dari sekitaran Maret-April lalu, tapi apa daya saya baru bisa menebus dosanya di masa-masa ini. Maapkeun hehe

Banda Neira. Cantik banget nggak sih namanya. Apalagi lagu-lagunya. Genre yang diangkat lebih ke akustik dan musiknya sungguh menenangkan. Dari 2 album yang sudah saya dengarkan, yaitu Berjalan Lebih Jauh dan Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti rasanya sulit memilih lagu mana yang nggak asyik. Semuanya sangat ciamik, karena kekuatan lirik dan juga tema-tema yang tidak pasaran (mungkin karena indie).

Lagu favorit saya adalah Di Beranda yang ada dalam album Berjalan Lebih Jauh. Lagu ini bercerita tentang sepasang orang tua yang memiliki kepercayaan begitu besar kepada anaknya diiringi dengan kebebasan yang mereka berikan. Lagu ini juga sangat romantis untuk orang tua yang tak lagi muda untuk saling menguatkan dan tetap punya visi yang sama sampai akhir. Berikut petikan liriknya

Oh Ibu, tenang sudah. Lekas seka air matamu
Sembabmu malu dilihat tetangga
Oh Ayah, mengertilah rindu ini tak terbelenggu
Laraku setiap teringat peluhnya
Kini kamarnya teratur rapi
Ribut suaranya tak ada lagi
Tak usah kau cari dia tiap pagi
Dan jika suatu saat, buah hatiku buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan kemana kakiknya kan melangkah
Kita berdua tau, dia pasti pulang ke rumah
Pulang ke rumah

Setiap mendengarkan lagu ini, personally rasanya seperti diberikan sayap untuk terbang dengan tenang tanpa terganggu pertanyaan “Mau kemana?” “Pulang jam berapa?” Karena bagaimanapun juga saya—yang diberi sayap ini—nantinya akan kembali pulang.

Di sisi lain, lagu ini mengajak kita berimajinasi kalau kelak saat kita menjadi orang tua, akan ada masa ketika kita akan ditinggalkan oleh anak kita. Terbayang di usia kita yang sudah tak lagi muda, juga anak kita yang telah beranjak dewasa membutuhkan waktu dengan dunianya. Duh tiba tiba sedih, yaudah lanjut ke lagu selanjutnya aja. Hiks

The next song adalah Sampai Jadi Debu dari album Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti. Ini lagu romantis yang cocok didengarkan ketika kamu dan pasanganmu telah berambut putih dan saling bergandengan tangan di atas bukit sambil menyambut sunrise. Well, mungkin ini suasana yang saya inginkan ketika mendengarkan lagu ini. Kenapa ? Karena kamu perlu tahu petikan liriknya yang ‘dalam’ tapi nggak menggombal, makanya harus ditujukan untuk orang yang seharusnya.

Badai puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau di sampingku, ku aman ada bersamamu
Selamanya
Sampai kita tua, sampai jadi debu
Ku di liang yang satu, ku di sebelahmu
Badai puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra
Tiap taufan menyerang, kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku
Selamanya
Sampai kita tua, sampai jadi debu
Ku di liang yang satu, ku di sebelahmu


Hasil gambar

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya soal lirik yang kuat dan tema yang tidak pasaran, maka Banda Neira juga memiliki lagu lain yang masih jadi favorit saya, yaitu Pangeran Kecil. Lagu ini personally adalah my lullaby song karena liriknya pas banget.

Tidur, tidurlah sayang
Esok kan segera datang
Tutup buku kesayanganmu itu
Esok atau lusa, kita buka kembali
Tidur, tidurlah sayang
Malam terlalu larut untukmu
Simpan buku kesukaanmu itu
Tarik selimutmu, coba pejamkan mata
Beri tanda pada gambar yang kau suka
Rubah dalam gua atau mawar dalam kaca

Ada juga lagu Sebagai Kawan yang isinya pesan mengingatkan, bukan menggurui. Makanya rasanya tenang sekali mendengarkannya.

Jangan berdiri di depanku, karna ku bukan pengikut yang baik
Jangan berdiri di b’lakangku, karna ku bukan pemimpin yang baik
Berdirilah di sampingku sebagai kawan, kawan, kawan, kawan, kawan
Sebagai kawan

Meski Banda Neira mengusung genre akustik dan kebanyakan lagunya cocok jadi pengantar tidur nyenyakmu, ada beberapa lagu yang juga asyik didengarkan sambil bersepeda atau memulai aktivitas di pagi hari. Coba saja dengarkan Berjalan Lebih Jauh atau Senja Di Jakarta.

Bangun… Sebab pagi terlalu berharga tuk kita lewati dengan tertidur
Bangun… Sebab hari terlalu berharga tuk kita lalui dengan bersungut sungut
Bangun..sebab tidur teramat berharga dan kita jalani, jangan menyerah
Berjalan lebih jauh, Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna. Bersama…bersama

Review lagunya cukup sampai di sini, karena kamu pasti lebih harus mendengarkannya langsung, readers. Kalau ditanya, album mana yang lebih favorit dari dua album itu, maka akan sulit bagi saya untuk menjawabnya. Karena di masing-masing albumnya, Banda Neira menghadirkan lagu yang membuat saya jatuh cinta. Meski tidak bisa dipungkiri, ada kematangan vokal Rara yang lebih dewasa dan elegan dalam album Yang Patah Hilang, Yang Tumbuh Berganti. Lirik-lirknya juga lebih kuat di album yang kedua.

Yang pasti lagu lagu Banda Neira adalah lagu-lagu yang saya ingin dengarkan bersama kawan, seseorang di masa depan nanti atau anak-anak, karena lagunya yang universal.

Dan untuk readers yang setelah ini jadi ngefans sama Banda Neira, kita doakan saja semoga Banda Neira segera selesai dari kevakumannya dan menggelar intimate concert. Aamiin


Terima kasih sudah membaca.


April 2, 2016

Monita Tahalea - Dandelion (Review)



Hello, readers

Satu bulan yang lalu, seorang teman sangat hobi memasukkan lagu Memulai Kembali dari Monita Tahalea dalam playlist Youtube di sela-sela kami bekerja. Efek yang dihadirkan adalah lagu itu seolah lagu wajib yang pasti kami dengarkan setiap hari sambil bekerja. Efek yag lebih dahsyat lagi, saya mendengarkan satu albumnya, yaitu Dandelion dan jatuh cinta.

Kalau mendengar Monita Tahaela, maka yang melekat di benak saya adalah lagunya yang berjudul Kekasih Sejati. Tetapi, mendengarkan satu albumnya yang berjudul Dandelion seolah mengenal lebih dalam musikalitas Monita Tahalea.

Well, album Dandelion ini berisi 9 lagu dan 1 diantaranya berbahasa Inggris. Yang menjadi favorit bagi saya adalah 168, Memulai Kembali, Tak Sendiri, Perahu, dan Saat Teduh. Entah apakah ini dapat disebut dengan favorit, jika jumlah yang saya favoritkan saja lebih dari setengahnya.

Mungkin karena saya penikmat Adhitia Sofyan, maka saya jatuh cinta dengan hampir keseluruhan album Dandelion ini. Genre yang diambil memang bukan bedtime song, layaknya Adhitia Sofyan. Tetapi, alunan musik yang dipilih di album ini seolah menghadirkan efek menyatu dengan alam.

Suara Monita yang selalu membuat saya merasa seperti disiram air es, lirik yang sangat puitis dan meaningfull adalah perpaduan yang menghasilkan Dandelion. Album ini bercerita tentang cinta, ajakan love yourself, dan persahabatan.

Saat Teduh adalah salah satu lagu yang menceritakan sosok seorang sahabat yang hadir mengusir lara dan sepi. Lagu ini memang mellow dan cocok menjadi lagu pengantar tidur, tetapi sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan dalam lagu ini sangat dalam. Dengan alunan yang menenangkan, lewat lagu ini kita seolah diajak flashback tentang siapa sosok sahabat kita yang pas dengan lirik lagu ini .

Teringat seorang , sahabat setia
Dia slalu berkata, aku beserta
Suka dan duka, kayuh bersama
Tetaplah janjinya, tuk bersamaku
Larapun pergi menjauh
Sepiku bagaikan debu
Hatipun tenang dekatmu
Kunyanyi slalu denting jiwaku
Senandungkan langkah bersamamu
( Saat Teduh)

Lagu lain tentang persahabatan sekaligus ajakan love yourself adalah Hai. Berbeda dengan Saat Teduh, lagu ini nggak mellow tetapi tetap dalam jalur yang menenangkan dan enak didengarkan sambil tiduran di kamar melepas lelah. Lagu ini juga banyak menyelipkan bunyi-bunyian musik tradisional.

Hai teman, Apa kabar
Lama tak kudengar suaramu
Apa harimu bermentari
Adakah malammu dihiasi mimpi
Hai teman
Hapus sudah senyum kelabu di wajahmu
Masa yang lalu telah berlalu
Kini hari baru bernyanyi untukmu
Temanku tidakkah kamu tahu bahwa dunia rindukan senyummu
Dengarlah, indah suara rintik hujan
Yang turun membasahi bumi, memeluk tanah gersang
(Hai)


                And here it is…yang jadi juara di hati saya dan selalu diputar berkali kali, dinyanyikan berulang ulang..dalam hati, bibir maupun kepala. Judulnya 168. Bagi saya, isi lirik ini bagaikan dongeng yang dirangkai dengan lirik lirik puitis. Intro dan permainan gitar dalam lagu ini berhasil menghipnotis saya untuk menghadirkan imaji sebuah pohon di atas bukit dan hujan yang tak kunjung datang. Lagu 168 ini juga meyelipkankan lirik bahasa Prancisnya. Lagu ini cukup ngejazz dan menjadi misteri sendiri kenapa judulnya 168.  I still didn’t get the answer, readers. Maybe you can help me in comment box. Xixi

Sebuah nostalgia yang takkan terlupa
Tentang gadis bingung dan pengembara
Berbagi cerita di penghujung senja
Menunggu datangnya hujan
Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan
Namun hari-hari semakin berarti
Berteman butir waktu
Berpayung langit biru
Akhirnya yang tiba cinta
Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu
Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu
Walau tak selalu berakhir bersama
Mungkin nanti..kan bertemu kembali
(168)

                Lagu lain yang cukup upbeat dalam album ini adalah Memulai Kembali dan Tak Sendiri. Memulai Kembali rasanya memang nggak perlu diceritakan lagi, karena lagu ini sangat sering diputar di radio dan chart music di acara tv. Tetapi memang sih lagu ini tidak pernah gagal untuk mengajak saya membayangkan laut setiap baru mendenagkan intronya. Liriknya juga puitis dan meaningfull love yourself gitu. Kalau menurut Provoke Magazine, cocoknya sih didengarkan setelah putus.

Sebuah janji terbentang di langit biru
Janji yang datang bersama pelangi
Angan-angan pilu pun perlahan lahan menghilang
Dan kabut sendupun berganti menjadi rindu
Sejak saat itu langit senja tak lagi sama
(Memulai Kembali)

Sementara lagu Tak Sendiri dibawakan tak sendiri oleh Monita. Di Lagu yang paling ngebeat dan mengajak tubuh kita sedikit bergoyang ini, onita duet bersama Gaby. Iya, Gaby Idol yang nyanyi Begitu Indah itu lho. Duet mereka di sini sangat keren dan seolah mengantarkan energi positif ke setiap yang mendengarnya bahwa mereka nggak sendirian.

Dan aku kembali
Menatap mentari yang berseri
Ku tak sendiri
Cintamu selalu bersemi
Hadirmu membawa harapan
Kuyakin kau akan selalu ada
Dan aku kembali
Menatap mentari yang berseri
(Tak Sendiri)

And the last..lagu yang sayang kalau dilewat karena nggak direview adalah Perahu. Lagu ini memang sejenis dengan Saat Teduh, super mellow. Liriknya juga bagaikan puisi. Makanya saya suka.

Angin malam, langit gulita
Lautan tenang
Ku bertanya dalam jelaga
Dimana asa
Terlalu lama bersembunyi di balik langkah
Kulayarkan saja sebuah perahu jingga
Tuk pergi melihat angkasa
Berharap malam ini kulihat bintang di sana
Akankah perahu asa membawa sejuta renjana
(Perahu)

Meski hampir keseluruhan lirik lagu dalam album Dandelion ini sangat puitis dan metafora yang keren, sayangnya mereka hanyalah lirik berulang. Selain itu durasi lagu di album Dandelion ini sangat sebentar. Hanya tiga lagu yang memiliki durasi di atas 4 menit, sementara yang lainnya kurang dari 4 menit dan terasa begitu cepat. Atau mungkin karena liriknya yang hanya diulang ulang saja. Entahlah, saya cukup sok tahu juga sih dengan mereview Album Dandeilon milik Monita ini karena bukan wartawan musik.

Tetapi sebagai pendengar, Album Dandelion ini salah satu yang keren untuk musisi Indonesia. Rasanya saya juga harus berterima kasih pada Widya, teman saya yang mengenalkan album ini.

Terima kasih sudah membaca.

Lagu Lagu di Album Dandelion – Monita Tahalea :
1.       Hai
2.       Memulai Kembali
3.       168
4.       Perahu
5.       Bisu
6.       Saat Teduh
7.       Tak Sendiri
8.       I’ll Be Fine (Lirik Bahasa Inggris)
9.       Breathe


 

   

March 9, 2016

Jakarta Ramai - Maudy Ayunda

Jakarta Ramai by Maudy Ayunda


Pagi memanggil kota yang lelah ini
Dia bertanya bagaimana harimu
Apa kabar mimpi-mimpimu
Apa kau tinggal begitu saja
Apa kabar angan-anganmu

Hari ini Jakarta ramai hatiku sepi
Jangan kau tanya mengapa sedih
Ku tak tau ku tak tau apa arti rasa ini
Entah apa yang ku mau penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai Hoooooo

Senja menyambut kota yang lelah ini
Dan ia bertanya bagaimana harimu
Apa kata hati kecilmu mengapa tak kau ikuti saja
Apa isi dari benakmu

Hari ini Jakarta ramai hatiku sepi
Jangan kau tanya Mengapa sedih
Aku tak tau aku tak tau apa arti rasa ini
Entah apa yang ku mau penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai Hoooooo

Jakarta ramai hatiku sepi

Langitnya abu hatiku biru
Banyak hal baru tapi ku lesu
Jelaskanlah jelaskanlah
Apa arti rasa ini

Entah apa yang ku mau
Penuh tanya dalam diri
Jakarta ramai heyy
Jakarta ramai

August 13, 2015

Indah Pada Waktunya



Indah Pada Waktunya
(The Fly ft. Rio Dewanto)




Berjuanglah..berlarilah

Berangkat kiri kanan ke tengah
Tapi tak bisa bisa ke depan
Serasa semesta melawan bertahan
Tapi yakinlah bisa hadapi semua
Rintangan yang menghadangmu

Berjuanglah..berlarilah
Jangan pernah berhenti
Mengejar mimpi
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya


Terbata..tertatih
Terhempas terluka
Itu semua hanya hal sementara

Bangkit semangat menuju menang
Dan hapuskan ragumu
Tanpa alasan
Hadapi semua rintangan yang menghadangmu

Berjuanglah..berlarilah
Jangan pernah berhenti
Mengejar mimpi
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya

Hadapi semua rintangan yang menghadangmu

Berjuanglah..berlarilah
Jangan pernah berhenti
Mengejar mimpi
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya

Berjuanglah…Berlarilah
Jangan cepat menyerah
Jalani hidup
Semua akan indah pada waktunya

July 20, 2015

Pengingat





Pengingat
(Kunto Aji ft Barry Likumahua)



lepaskanlah beban pikiranmu
dengarkan hatimu

kita bukanlah buah
yang terjatuh dekat pohonnya
cita-cita adalah benih
yang terbawa angin samudera

realita membawamu jatuh ke bawah
tapi ingat-ingatlah, ingat-ingatlah

bila mimpi tak sejalan dengan apa yang kau tuju
tak sesuai dengan apa yang kau mau
lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu

dunia ini lebih luas dari ruang kelas

ingatlah mimpimu yang kau kejar dulu
jangan layu, jangan kau ragu-ragu sekarang
ingatlah mimpimu yang kau kejar dulu
jangan layu, jangan kau ragu-ragu sekarang

ingatlah mimpimu yang kau kejar dulu
jangan layu, jangan kau ragu-ragu sekarang
ingatlah mimpimu yang kau kejar dulu
jangan layu, jangan kau ragu-ragu (ragu-ragu)

bila mimpi tak sejalan dengan apa yang kau tuju
tak sesuai dengan apa yang kau mau
lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu

bila mimpi tak sejalan dengan apa yang kau tuju
tak sesuai dengan apa yang kau mau
lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu

bila mimpi tak sejalan dengan apa yang kau tuju
tak sesuai dengan apa yang kau mau ooh
lepaskanlah beban pikiranmu, dengarkan hatimu, dengarkan hatimu

March 18, 2015

Gagal Bersembunyi


Gagal Bersembunyi
by
The Rain

hei apa kabarmu jauh di sana
tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan
ku pikir aku berhasil melupakanmu
berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum
meskipun jalan kita tak bertemu
tapi tetap indah bagiku, semoga juga bagimu
kau tahu aku merelakanmu
aku cuma rindu, aku cuma rindu
takkan mencoba tuk merebutmu
aku cuma rindu, itu saja
gagal, kali ini gagal bersembunyi
di balik kata-kata bijak yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh
padahal hancur lebur harapan

yang terlanjur ku percaya ahaaa haaa
meskipun jalan kita tak bertemu
tapi tetap indah bagiku, semoga juga bagimu
kau tahu aku merelakanmu
aku cuma rindu, aku cuma rindu
takkan mencoba tuk merebutmu
aku cuma rindu, itu saja
dan senyuman itu masih selalu menenangkanku
kau tahu aku merelakanmu
aku cuma rindu, aku cuma rindu
takkan mencoba tuk merebutmu
aku cuma rindu, itu saja, itu saja, itu saja

March 5, 2015

Hujan (Day 5)

Karena hujan pernah menahanmu di sini
(Utopia – Hujan)



Aku tertahan di sana. Di hadapan air mata penyesalanmu yang turun tanpa henti. Seperti hujan yang tak berhenti semalaman pada hari sebelumnya. Aku memaaafkanmu dan menyeka air matamu. Tetapi, itu setahun  yang lalu.

Detik ini aku lebih ingin menyeka hujan yang turun di malam sebelumnya. Supaya aku mampu membelah malam dan menghampirimu. Tak apa, meski harus kujumpai kamu dengan sesosok pria yang bibirnya menyatu denganmu. Tak apa, meski hatiku akan tercabik di saat itu. Tak apa, meski mungkin aku akan meradang di kala itu. Tak apa, meski aku harus terbuang dengan rasa sakit. Tak apa, asal  bukan saat ini….saat mendengar kenyataan yang tersimpan setahun lamanya.

Tetapi, hujan pernah menahanku di sini. Hujan dari pelupuk matamu
5 Maret 2015
9.40 PM

*inspired by Hujan-Utopia

 

May 28, 2014

Pemeran Utama



Pemeran Utama
by Raisa

Ya aku mengerti betapa sulit untuk kembali
Dan mempercayai penipu ini sekali lagi

Pemeran utama hati
Pemicu detak jantung ini
Baru kini kusadari
Setelah berlayar pergi
Itu kamu

Ya aku wanita
Yang seharusnya lebih perasa
Tapi malah aku mencabik
Lukai kau yang baik
Dan buat hatimu sakit
Meski malu untuk akui
Aku mau..
Kau kembali

Pemeran utama hati
Pemicu detak jantung ini
Baru kini ku sadari
Setelah berlayar pergi

Pemicu detak jantung ini
Baru kini ku sadari
Setelah berlayar pergi Itu kamu


March 1, 2014

Kita Bisa

Kita Bisa
RAN ft. Tulus



Kadang terasa sulit untuk mensyukuri
Apa yang ada, apa yang ada
Atau memang hanya kita saja yang tak puas dengan
Apa yang ada, apa yang ada

Tak semua orang bisa punya kesempatan yang sama
Andaikan engkau dapat membuka mata

Kita bisa rasakan bahagia
Asalkan kita terus percaya
Sadari semua makhluk tercipta
Tuk saling dapat menjalani hidup ini bersama

Setiap detik yang kau jalani oh sungguh sangat berarti
Jangan pernah kau sia-siakan yeah
Semangat yang masih terpendam jangan biarkan tertelan
Marilah arungi arus kehidupan

Tak semua orang bisa punya kesempatan yang sama
Andaikan engkau dapat membuka mata

Kita bisa rasakan bahagia
Asalkan kita terus percaya
Sadari semua makhluk tercipta
Tuk saling dapat menjalani hidup ini bersama

Jangan engkau ragu, aku di sini untukmu
Walaupun tak selalu nilainya yang sama
… pasti kan menghampiri, badai pun datang menghakimi
Namun sinar-Nya kan menjaga jelas arah kita

Kita bisa bila percaya
Mewujudkan mimpi-mimpi kita bersama
Kita kan raih bahagia
Mengubah semua harapan jadi nyata

Kita bisa rasakan bahagia
Asalkan kita terus percaya
Kita kan raih bahagia
Tuk saling dapat menjalani hidup ini bersama
Bersama, bersama


February 28, 2014

Begitu Saja

Begitu Saja
by RAN








Selama ini kau tahu betapa ku merindumu
Sekian lama tak bersua oh kangenku kepadamu
Ku naiki anak tangga tuk melihat parasmu yang cantik
Tak sedetik ku menduga kau dengan yang lain
Tiada ku sangka tak ada tangis saat kau pergi
Begitu saja, terima kasih kau telah mendua
Silahkan pergi dari hidupku

Sebelumnya ku fikir kaulah segalanya
Tak terbayangkan hidupku bila kau tak ada
Namun ternyata di belakang kau main dengan lain orang
Hmmm tak sedetik ku menyesal kau dengan yang lain

Tiada ku sangka tak ada tangis saat kau pergi
Begitu saja, terima kasih kau telah mendua
Silahkan pergi dari hidupku

Ku naiki anak tangga, kau main dengan lain orang
Hmmm tak sedetik ku menyesal, tak sedetik ku menduga

Tiada ku sangka tak ada tangis saat kau pergi
Begitu saja, terima kasih kau telah mendua
Silahkan pergi dari hidupku

Tiada ku sangka tak ada tangis saat kau pergi
Begitu saja, oh terima kasih kau telah mendua
Silahkan pergi (oh silahkan pergi)
Silahkan pergi dari dari hidupku



February 20, 2014

Rangkaian Kata



Semua hanya rangkaian kata
Yang kau sebar ke semua wanita
Ooh bodohnya aku sempat percaya

Kamu..
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu..
Dan semua kata-katamu semua
Palsu



(Gita Gutawa - Rangkaian Kata)

February 1, 2014

Memoar Krystel #2







cerita sebelumnya....




Pria itu berdiri di belakang Krystel dalam jarak 50 meter. Krystel telah memberikan tatapan tajam sebagai ucapan selamat pagi untuknya. Lelaki itu tidak tersenyum, juga tidak mencoba bersembunyi layaknya penguntit pada umumnya.
Krystel memang belum tahu pasti apakah lelaki itu benar-benar penguntit atau bukan. Tapi, sudah 2 minggu ini lelaki itu selalu berdiri mengawasi gerak gerik Krystel di kala menunggu Boy setiap harinya.  
“Boy,” panggil Krsytel saat melihat Boy di salah satu kerumunan karyawan kantor pada jam makan siang. Krystel melambaikan tangannya sambil tersenyum bahagia.
Boy menghampiri Krystel yang berada di bawah pohon rindang. Rok floral yang dikenaknan Krystel membuatnya terlihat seperti anak SMA. Boy bersumpah kalau hari ini adalah hari terakhir dia berhubungan dengan Krystel. Krystel harus menerima kenyataan yang terpampang di muka.
“Aku membuatkan bakwan jagung kesukaan kamu. Kita makan bersama ya,”
Boy duduk di kursi yang ada di bawah pohon. Krystel sedang menyiapkan makanan yang telah ia buat ketika Boy merengkuh tangannya dan memintanya duduk. Krystel menatap Boy bingung, meski senang. Sementara yang ditatap justru melemparkan pandangan pada sesosok pria yang selalu berada 50 meter di belakang Krystel.
“Beristirahatlah, Krystel,” ujar Boy langsung. Krystel mengerutkan dahinya. Tidak mengerti.
“Beristirahatlah yang banyak, makan obat dan turuti apa kata dokter. Hanya itu yang kamu butuhkan sekarang. Kamu tidak perlu lagi menungguku di sini setiap harinya. Aku telah mengingatmu, maka beristirahatlah. Kamu hanya butuh istirahat,” jelas Boy lembut.
“Apa maksudmu aku gila, Boy ?,” tanya Krystel dengan nada bergetar. Boy hanya bungkam seribu bahasa. Sebuah wajah terlintas dalam benak Krystel. Pria 50 meter itu. Dia pasti penyebabnya. Krystel tidak sabar untuk memukuli dan berteriak di depan wajah lelaki itu.
* * *
Krystel dengan kencang menghunjam tubuhku tanpa ampun. Tas kulit cokelat hadiah ulang tahun dariku setahun yang lalu kini dihantamkan berulang-ulang kepadaku.
“Siapa kamu sesungguhnya ? Apa aku mengenalmu ? Apa yang telah kamu perbuat?,” jeritnya histeris.
“Andra,” ujarku tenang. “Apa nama itu benar-benar hilang di kepalamu?,” tambahku lagi.
Sejak hari itu Krsytel tidak lagi datang dan menunggu Boy di kantornya. Aku juga tidak lagi mengawasinya dalam jarak 50 meter. Aku mengunjungi Krystel di Rumah Sakit setiap harinya dengan setangkai mawar merah favoritnya. Kini ia menjalani pengobatan.
Krystel adalah kekasihku selama 2 tahun terakhir ini. Sebulan yang lalu, Krystel menjadi korban tabrak lari. Dia sempat mengalami koma selama satu minggu. Begitu sadar, separuh ingatannya menghilang akibat luka yang begitu parah. Ingatannya terhenti pada kejadian paling menyakitkan di hidupnya. Kekasih yang ia pacari selama 5 tahun mengalami kecelakaan dan terkena amnesia.
Setahun lebih, Krystel berjuang mengembalikan ingatan Boy, kekasihnya. Tetapi ia gagal, Boy tidak pernah mengingatnya. Aku melihat semuanya. Melihat di setiap waktu Krystel menunggu Boy dan berharap Boy ingat tentangnya. Anehnya, aku jatuh cinta pada Krystel. Aku jatuh cinta dengan gadis gigih yang terus menunggu. Perlahan, aku membantu Krystel menerima kenyataan dan akhirnya kami jadian.
Selang setahun kami jadian, ingatan Boy kembali. Tapi itu tidak mengubah apa yang terjadi diantara aku ataupun Krystel. Boy juga telah menemukan wanita lain. Hingga pada 2 tahun hubunganku dan Krystel, penabrak lari itu menghancurkan segalanya. Ia menghapus semua kenangan Krsytel  denganku dari ingatan Krystel. Ingatan Krystel kembali pada kejadian memilukan antara ia dan Boy, saat belum mengenalku.
                “Aku tidak mengenalmu. Aku melakukan ini semua karena Boy yang memintaku untuk menjalani pengobatan,” jelas Krystel ketus pada hari pertama ia kembali masuk Rumah Sakit.
Sekarang, aku masih terus berusaha mengembalikan ingatan Krystel. Aku percaya kalau Krystel akan mengingatku kembali. Hari itu pasti akan datang.    

Tuhan, kembalikan segalanya tentang dia seperti sedia kala
Izinkan aku tuk memeluknya mungkin tuk terakhir kali

End

1 Februari 2014
Inspired by Di Ujung Jalan from Samson

Memoar Krystel #1




Memoar Krystel
Oleh :
Fitria Wardani



Matahari bersinar kencang pada jarum arloji Krystel yang telah menunjukkan pukul 12.00. Waktunya istirahat dan para karyawan akan berhamburan keluar dari ruangan berAC untuk mengisi perut mereka. Waktu yang selalu  ditunggu Krystel setiap harinya, karena dari para karyawan yang berhamburan terdapat sosok lelaki yang dia tunggu, yaitu Boy.
 Krystel berdiri dengan semangat dari duduknya—yang hampir 2 jam. Pandangannya menyapu dengan teliti untuk dapat menemukan sosok yang dia cari. Tidak terlalu sulit menemukan sosok Boy di mata Krystel. Selain karena tinggi, Boy memiliki kulit kecoklatan. Berbeda dengan kebanyakan pria kantoran yang berkulit putih atau kuning langsat.
Setelah menangkap sosok Boy dari kejauhan, Krystelpun melangkahkan kakinya untuk lebih dekat dengan kerumunan. Doanya di setiap pasgi masih sama. Dia berharap hari ini Boy mengingatnya.
Jantung Krystel semakin berdebar saat sosok yang begitu ia cintai selama 5 tahun ini mulai mendekat. Bagaimana mungkin ia merasa berdebar hebat hanya karena bertemu dengan lelaki yang telah menemaninya selama 5 tahun ini ? Masih pantaskah rasa itu ?
“Boy,” panggil sebuah suara dari belakang yang menghentikan langkah wanita itu.
Boy tersenyum sambil mengizinkan si wanita itu menggamit mesra tangannya. Kini mereka berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih. Adegan itu semakin membuat Krystel kaku di tempatnya. Dia tak bisa bergerak, bernafaspun terasa sesak. Tetapi Krystel terus mencoba kuat di tempat.
Boy dan wanita itu lewat di depan Krystel. Krystel hanya menunduk, tak sanggup melihat kenyataan yang sedang bermain peran. Tetapi, dia melihat sebuah langkah terhenti di depannya. Krystel langsung mengangkat kepala dan mendapati Boy berhenti tepat di depannya. Boy menatap Krystel dengan dahi berkerut. Bibirnya mulai membuka seolah ingin menyebutkan sebuah nama. Tapi beberapa detik kemudian, dia membatalkannya. Boy berlalu bersama wanita di sampingnya yag menggelayut mesra.
Krystel menghembuskan nafas panjang. Menerima kenyataan pahit kalau hari ini masih sama dengan seminggu terakhir. Boy belum mengingat Krystel. Kecelakaan mobil yang menimpanya sebulan lalu telah menghapus semua ingatan Boy, termasuk ingatannya tentang Krsytel. Kekasih yang telah ia pacari selama 5 tahun.
                Kini, sebulan setelah keadaan Boy membaik, Krystel bertekat untuk mengembalikan semuanya. Dia selalu datang pagi-pagi, berdiri di ujung jalan parkiran menanti  Boy. Saat matahari mulai berada di atas kepala, Krystel telah siap dengan sekotak makanan favorit Boy. Lalu, di sore hari, Krystel kembali menanti Boy di ujung jalan parkiran. Hanya untuk melihat Boy dan berharap membuat ingatan akan hubungan mereka selama 5 tahun ini kembali.

Di ujung jalan ini, aku menunggumu,aku menantimu
Di tengah terik matahari, aku menyanyikan kisah tentang kita

* * *
                “Krystel,” panggil sebuah suara yang sudah akrab di telinga Krystel selama 5 tahun ini. Krystel bangun dari duduknya dengan sumringah menyadari siapa yang memanggilnya barusan.
                “Boy, kamu…kamu mengingatku?,” tanya Krystel haru bercampur gugup.
                Boy tidak menjawab, matanya mengarah pada sesosok lelaki yang berada di ujung jalan. Lelaki itu menatap Boy dan Krystel begitu lekat. Krsytel mengikuti kemana pandangan Boy tertuju. Lelaki itu. Lelaki yang sejak hari pertama Krystel menunggu Boy di Kantornya. Lelaki yang setiap hari selau berada setidaknya 50 meter dari Krsytel. Siapa lelaki itu ? Krystel hanya bertanya melalui tatapannya.
                “Sudah malam, Krystel. Kenapa kamu masih di sini ?”
“Aku menunggumu, Boy,” ujar Krystel dengan mata yang berbinar.
Krsytel masih mengamati lelaki di hadapannya yang sedang asyik memakan kepiting. Terkadang ia tersenyum melihat pria berusia 25 tahun ini makan dengan ekpresi anak kecil. Tidak mau diganggu. Tetapi, hatinya tersenyum lebih dalam karena akhirnya Tuhan mengembalikan ingatan Boy tentangnya.  Mereka sedang makan malam di restoran langganan mereka.
“Krystel, ada sesuatu yang harus kamu tahu dan kamu mengerti,” buka Boy setelah selesai menghabiskan kepiting.
“Apa itu Boy  ? Katakan saja,” ujar Krystel yang masih diselimuti rasa bahagia.
“Krystel, aku sudah memiliki tunangan. Kamu harus tahu itu. Kita tidak mungkin bersama lagi.”
Krsytel tersentak dengan ucapan Boy. Siapa juga yang tidak akan kaget mendengar kekasih yang telah dipacari selama 5 tahun, kini memiliki gadis lain yang dijadikan tunangannya, hanya setelah 1 bulan mengalami amnesia.
“Kamu hanya sedang membuat joke kecil kan Boy ? Mana mungkin kamu bertunangan dengan gadis lain dalam waktu 1 bulan ? Secepat itukah ? Aku rasa ada bagian di kepalamu yang masih menyisakan luka atas kecelakaan itu. Maka itu kamu bicara ngawur seperti ini”
“Aku serius, Krsytel. Cincin ini buktinya. Bulan depan, aku akan menikah”
Krsytel menatap cincin yang tersemat di jari manis Boy. Krsytel sadar betul kalau ia tidak mengenali cincin itu.
“Bagaimana mungkin kamu telah bertunangan dengan wanita lain, Boy ? Kamu baru sebulan lalu mengalami kecelakaan hebat. Aku kekasihmu selama 5 tahun ini dan kamu memilih bertunangan dengan wanita lain hanya dalam sebulan setelah kesembuhanmu?,” ceramah Krystel dengan nada setengah berteriak. Kemudian air matanya tumpah. 

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis