Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

February 9, 2016

Makna Cinta

Mencintai seharusnya bukan karena merasa sepi. Mencintai harusnya menerima dan melengkapi setiap ketidaksempurnaan yang ada dalam 2 orang yang saling mencinta. Mencintai bukan untuk ditunjukkan kepada orang lain, tapi untuk membuat percaya orang yang kita cintai kalau perasaan kita adalah tulus.
Mencintai bukan perlombaan tetapi pendewasaan pribadi satu sama lain. Mencintai bukan memberatkan tapi mengihklaskan. Mencintai bukan fisik ataupun tabiat. Mencintai adalah jatuh karenaNya. Mencintai adalah percaya kalau Dia yang mengirimkan kamu untuk saya.
Jika itu definisi mencintai bagi diriku, dapatkah kamu? Dan Dapatkah kita?
Kekasih, aku semakin sulit untuk menggapaimu karena aku takut menyakitimu. Banyak yang masih harus kusempurnakan dalam diriku, meski aku sendiri yang paling tahu kalau finish line sempurna itu tidak pernah dapat kita gapai.



Dari dalam kamarku yang hangat, 8 Februari 2016

July 13, 2015

Hadiah





Apakah kamu hantu masa lalu ?
Yang selalu datang di hari bertambahnya usiaku
Bercengkrama leluasa lalu pergi tanpa ragu
Apakah kamu paket hadiah valentine
Yang membuka valentine dengan obrolan
Ah sudahlah ! aku tak tahu pasti
Mungkin..
Kamu adalah hadiah yang selalu ada di ujung 13 Februari ku. Terima kasih

14 Februari 2015

*jika ini rindu, sampaikanlah tanpa ragu

Jika ini hanya sepi, biar saja dia terus bersembunyi

July 10, 2015

Lebaran

Lebaran ?

Dari mana asal katanya ? Pertanyaan itu bersarang di kepala saya sejak beberapa tahun lalu. Mengapa hari raya umat muslim yang bernama Idul Fitri ini memiliki sinonim lebaran di Indonesia. Rasanya aneh. Apa karena banyak kue dan makanan manis lainnya yang menjadi penyebab tubuh orang melebar di hari itu ? atau karena orang-orang mendapat THR seolah pintu rezekinya melebar ?

Tapi, yang pasti silaturahim adalah ritual yang tak terpisahkan dari sebuah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Hari pertemuan keluarga besar yang kemudian menjadi sosok hari yang menakutkan dan penguatan mental baja atas beberapa pertanyaan. Ya, maybe hal ini hanya dirasakan oleh golongan –golongan tertentu saja. Misalnya mereka yang udah cukup umur untuk menikah atau sekedar punya pasangan, mereka yang belom dikaruniai momongan, mereka yang belum mendapatkan sekolah idaman dan mereka yang sedang mengejar gerbang kelulusan. Yang pasti hari itu adalah hari paling membahagiakan bagi anak kecil yang merindukan ‘salam tempel’. Dan saya berani bertaruh kalau kamu yang sedang membaca postingan ini pernah menjadi anak yang berbahagia itu. aamiin

Lalu, sudah siapkah kita dengan berbagai pertanyaan yang menyerang dari orang-orang terdekat atau orang jauh yang katanya keluarga tapi ketemunya hanya saat hari raya ?

“Mana pasangannya ?”, “Kapan nikah?” “Kapan punya anak ?”, “Sekolah dimana sekarang?”, “Kapan Lulus?” “Udah lulus belom ?” “Kerja dimana sekarang?” “Berapa IPnya kemarin?”

Ada lagi, pertanyaan menyebalkan yang mungkin kamu temui di hari raya ? Dari orang yang mungkin hanya kamu temui sesekali waktu. Atau dari orang yang memang benar peduli denganmu tapi hanya hobi bertanya tanpa memberi solusi. Silahkan tuliskan di comment

Akibat pertanyaan-pertanyaan itu, hari raya justru jadi hari yang di-malesin sama beberapa orang. Ya, meski kadar males dan sebelnya gak tinggi-tinggi amat tetap saja ada unsur tidak bersih di hari yang bersih itu. Tidak bisa dipungkiri, manusia akan selalu mendapatkan pertanyaan semasa hidupnya, bahkan ada media social yang kegunaannya untuk saling betanya (ask.fm). Terbukti, nggak semua orang risih jugakan dengan pertanyaan. Ada yang dengan senang hati bersedia untuk ditanya dengan memiliki akun ask.fm.

By the way, ini kok jadi salah fokus ngomongin ask fm. Maaf ya, writernya lagi hobi main ask.fm hehe (feel free to ask on here ). Jadi begini, saya juga masuk dalam golongan orang yang harus menguatkan mental baja bertemu keluarga. Bukan soal pertanyaan jodoh udah nyampe mana, tapi…ya you knowlah –sesuatu yang tidak boleh disebutkan karena dapat membuat galau berkepanjangan dan mules tak berkesudahan serta sedih tak berujung-. Ada beberapa cara yang pernah saya baca untuk menghadapi hal itu.

Salah satu yang paling berkesan bagi saya adalah ‘dibawa santai’. Iya dibawa santai dengan obrolan. Misalkan kalau tante kamu nanya “Kapan nih bawa calonnya? Udah ada belom”, kamu jawab aja “Ah tante nih, pura-pura lupa aja. Kan udah pernah aku kasih tahu waktu itu. lupa ya tante”. Jawab sambil ketawa kemudian ngeluyur ngambil es buah.

           Sudahlah, jangan menghindar dari berbagai pertanyaan yang muncul itu. karne hidup memang nggak pernah lepas dari pertanyaan. Bahkan sampai di dalam kubur nanti juga ditanya, bukan?

            “Siapa Tuhanmu?”

PS : completely tips, check in here



April 11, 2015

Fall


Kamu pernah merasa tersandung ? menyentuh sesuatu dengan tidak sengaja. Memasuki jalur yang tidak biasa, yang ternyata mengacaukan targetmu atau menghalangi kamu mencapai tujuanmu ?

Tapi apa benar kamu tersandung ? atau mungkin saja itu hanya sebuah ujian yang sedang diberikan Tuhan untukmu. Pernahkah kamu berpikir demikian ?

Setiap manusia itu memang diciptakan untuk kemudian kembali kepadaNya, tetapi di dalamnya ada proses menyiapkan bekal untuk menghadapNya. Setiap manusia itu memang tidak sera merta berada dalam langkah yang sama. Mereka melewati semua tahap secara fisik dan mental. Usia dan waktu yang mengantarkan mereka menuju perubahan secara fisik dan mental itu.

Perubahan secara fisik itu dapat dilihat oleh orang lain dan bahkan diabadikan melalui foto foto kenangan yang sudah membingkai setiap proses kita. Mulai dari orok, bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa. Semua orang secara kasat mata dapat melihat perubahan yang kita alami secara fisik. Tetapi, jika soal mental. Benarkah orang lain turut mengetahui perubahan mental kita ?

Jawabannya bisa jadi iya untuk segelintir orang, tetapi saya rasa hanya diri kita sendirilah yang paling tahu soal perubahan mental yang terjadi pada kita. Manusia akan mengalami proses, mengalami perubahan. Dan salah satunya adalah mental. Ini bukan soal mudah, saya rasa.

Mental adalah perasaan. Berbagai tekanan yang menghimpit seiring usia dan waktu yang terus menggelinding. Mental adalah perasaan yang harus kamu siapkan dalam menghadapi setiap masalah pada fase baru yang kamu lewati. Jika berhasil, nanti kamu akan menginjakkan pada fase yang lebih baru lagi. Akan seperti itu higga kamu sampai pada tujuanmu.

Lalu pernahkah kamu tersandung atau jatuh dalam mencapai tujuanmu itu ?

Sudahkah kamu bangun 2 kali saat terjatuh sekali? Tetapi berapa kali kamu mencoba untuk bangun hingga benar-benar berhasil berdiri kembali dan berlari ?

Bisa beritahu saya bagaimana caranya ?


March 4, 2015

Nakal (Day 4)

“Nakal, yaa”

“Kalau iya, memang kenapa?”

Berat sekali memang memutuskan.  Apalagi harus membunuh perasaan di dalam diri sendiri. Tapi begitulah hidup. Kita tidak selamanya harus memelihara rasa iba kepada orang lain dengan mengorbankan diri sendiri. Sesekali kita harus tegas, berani memutuskan. Berani menatap lurus ke depan tanpa menengok ke belakang. Berani mengambil keputusan tanpa menciptakan penyesalan. Berani memilih tanpa ada lagi merintih.

Selamat Malam

4 Maret 2015

9.49 PM

March 1, 2015

Masih Perlu Belajar (Day 1)




Assalamualaikum, Maret…

Di atas kertas minyak yang kemerah-merahan, aku mencoba menuliskan sebaris pesan untukmu. “Menurutmu, kemanakah aku harus melangkah Senin esok pagi ?”

Ah tidak, rasanya ada yang salah, maka aku memperbaikinya,” menurutmu, kemanakah aku harus melangkah Senin  esok pagi esok?”

Aku menggaruk kepalaku, meski tidak gatal sambil terus memperhatikan setiap kata  pada tulisanku. ”Menurutmu, kemanakah aku harus melangkah Senin esok pagi esok Senin pagi ?”

Ah rasanya masih salah..aku mengigit ujung pensilku sambil berpikir keras dan menulis…



February 18, 2015

Lil' Message




Resolusi yang besar itu datangnya dari kamu. Dari sebesar mana dirimu melakukan perubahan atas semua sifat burukmu. Mulailah dari situ ! Lalu, tuliskan mimpi-mimpimu secara rinci dan peluklah terus secara erat. Percayalah, Tuhan akan mengantarkanmu bertemu dan berjumpa dengannya. Mimpi yang dengan erat kau peluk itu. Tapi, tentu saja Tuhan bukan jin dari lampu ajaib yang dapat langsung mempertemukan kamu dan mimpimu dalam satu kedipan mata. Tulislah, dan jalani semua usahamu dalam mencapainya. Lewati, ceritakan dan catat setiap usahamu. Dan saat kamu bertemu mimpimu, kamu bisa menceritakan semua usahamu padanya Ayo memulainya. Kamu yang sedang membaca psotingan ini, belum terlambat kok



4 Januari 2015
Dari Seseorang yang sedang mencambuk dirinya sendiri

February 7, 2015

13 Februari

Beberapa tahun terakhir ke belakang, 13 Februari adalah hari yang sangat saya tunggu. Bahkan saat kalender telah membuka ke bulan Februari, maka saya layaknya seorang anak yang telah menunggu rapi di depan beranda rumah untuk menyambut ayah yang pulang membawa hadiah. Ya, seperti itulah saya menunggu tanggal 13 di bulan Februari. Lalu akan sangat bersedih saat jarum jam melewati angka 12 di tengah malam meninggalkan 13 Februari. Tetapi untuk tahun ini, dengan sangat berat hati, saya tak lagi menunggunya. Tak lagi penasaran siapa yang akan datang meminta saya untuk  meniup lilin atau siapa yang menjadi orang pertama dan terakhir mengantarkan kata ‘selamat’ pada saya.

Saya bahkan setengah sadar saat menemui kalender Februari sudah memasuki awal minggu kedua. Saya ingin berlari mundur ke hari pertama di bulan Januari. Saya ingin mengulang bulan Januari kemarin yang entah kenapa seakan terskip begitu saja. Manusia merugi, sebut saja saya begitu karena mungkin memang benar adanya. Apakah di bulan Januari kemarin saya sedang bermimpi hingga lupa terbangun dan sadar telah berada di tengah Februari ini. Ataukah saya terlalu terlarut dengan pikiran yang membebani diri sendiri tanpa mampu saya bagi—yang orang modern menyebutnya dengan kata stress. Sungguh memalukan dan tak patut dicontoh.

Meluapkan pikiran ini juga tidak akan membawa saya kembali pada Januari. Tidak juga membuat waktu berjalan pelan menuju 13 Februari. Menulis seperti ini juga bukan meminta perhatian Anda atau siapapun yang mencari topik pembicaraan atau sok perhatian namun terlambat. Menulis seperti ini hanya bagian dari menyambut Februari di postingan blog ini. Dan menulis seperti ini adalah bentuk pertemuan saya dengan blog ini karena cukup lama berpaling dengan media sosial yang lain.

Terima kasih sudah mau membaca hingga akhir .

8 Februari 2015
11.22 A.M
Backsong : Konayuki – Remioromen

Ps : Tolong jangan dibahas !

*Tulisan ini dibuat oleh seorang pengkhianat deadline dalam waktunya yang sempit  mengejar deadline


December 11, 2014

Aku Merindu



aku merindu
pada hujan yang bebas menari
pada hangat dari api di perapian
aku merindu
pada kamu yang tak kutahu namanya
yang kupercaya akan datang pada suatu masa
mengecup hangat tanpa perlu berkata
mengajakku bahagia tanpa perlu bertanya
aku percaya kamu 'kan datang
tanpa kuda putih ataupun mahkota
bukan juga barisan harta
kamu hanya perlu datang dengan segala kebesaran hati
menerima tanpa cela
menjaga tanpa alpa
mencintai tanpa kata
aku percaya kalau itu kamu
seseorang yang disimpan Tuhan untukku


28 November 2014

October 7, 2014

Cerita KKN - Disya 'Primadona Babakan Empang'

Heloo October

Selamat berjumpa kembali dengan cerita KKN saya di Bogor. Postingan kali ini adalah seputar primadona Kp. Babakan Empang yang selalu menjadi pembicaraan oleh kami (Geng Ayam dan Tukang Ayam).

Selama hampir satu bulan tinggal di Pasarean, tepatnya di Kp. Babakan Empang ada sebuah nama yang selalu kami sebut ketika membuka pintu di pagi hari. Sebuah nama yang selalu kami sebut ketika ada makanan yang terhidang. Sebuah nama yang selalu kami sebut ketika bersiap pergi dari rumah (entah mengajar atau ke Curug).

Nama itu adalah “Disya.” Bukan hanya namanya yang cantik tapi si pemilik nama juga cantik. Dia bersih dan lembut. Nggak heran kalau hampir semua personil geng ayam senang mengelus elusnya. Dan tidak salah juga kalau saya menyebutnya sebagai primadona. Karena hampir semua teman-teman kelompok KKN MPR memanggil Disya dengan manja dan memperlakukannya bagaikan adik kami.


Nama lengkapnya Disya Nul Fatul Jannah. Dia udah di bai’at masuk Islam oleh salah satu geng ayam. Meski Disya jalannya pincang dan hobi makan nasi kami tetap menerima Disya di rumah kami. Hampir setiap pagi, kami (personil Tukang Ayam) selalu meneriakkan nama Disya begitu membuka pintu. Karena apa ? Karena ada sampah berserakan dari trash bag . Disya adalah pelakunya. Kucing itu pasti telah mencakar cakar untuk mencari potongan tulang ayam.
Disya Nul Fatul Jannah
Disya Dibai'at

Kami juga selalu meneriaki “Disya” setiap ada makanan yang didekati dan diendus Disya. Disya kucing cantik yang hobinya makan nasi. Selain itu dia juga suka makan chiki. Lebih tepatnya stick panjang yang pedas itu. Dia juga suka makan tisu meski malu malu. Fakta ini saya temukan ketika iseng memberikan stick pedas itu di atas tisu pada Disya. Dan dengan lahap Disya mengunyahnya, termasuk tisu yang nempel itu.

Kami selalu meneriaki “Disya” saat sedang bermain di depan rumah. Disya itu hobi banget ngulet dan berjemur. Mungkin itu tips dia tetap eksis menjadi primadona Kp. Babakan Empang. Saya rasa tidak berlebihan kalau saya menyebut Disya sebagai primadona karena memang begitu kenyataannya.
Disya Ngulet

Disya sudah seperti anggota keluarga kami. Entah bagaimana awalnya dia bisa mengakrabkan diri dan hilir mudik di dalam rumah kami. Kami juga nggak tahu siapa ibu dan bapaknya. Nama Disya juga diberikan oleh Shinta (salah satu personil Tukang Ayam). Katanya kucing itu cantik seperti temannya Shinta yang namanya Disya.

Kabar terakhir menyatakan kalau Disya kurusan. Mungkin karena dia sudah lama nggak makan stick panjang yang pedas itu. Yang pasti Disya si primadona Kp. Babakan Empang itu sudah seperti anak sendiri. Maaf nak, kami telah meninggalkanmu dan belum sempat memberikan pengobatan pada kakimu yang pincang itu.
Disya Kurusan






June 13, 2014

Tentang Semangat



 


Someday when nobody supports you, you must be strong enough to support yourself. But set not to have that day – Yesri G

Saya juga tidak tahu siapa itu Yesri G. yang pasti saya menemukan petikan quotes itu di website Young On top secara tidak sengaja. Saya amat suka dengan kalimat pertama. Setiap membacanya selalu ada kekuatan menyemangati diri sendiri. Karena ternyata di semester dan usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi seperti sekarang ini hal yang paling sulit adalah mengelola semangat di dalam diri sendiri.


Iya, manajemen semangat untu tetap semangat apapun kondisinya. Entah kenapa hal itu terasa sulit untuk dikelola. Ada banyak tumpukan rasa malas yang menggunung dan menciderai rasa semangat itu. Maaf ya kalau jadi terkesan curhat.


Karena semangat itu memang tidak seharusnya bergantung kepada orang lain. Semangat itu harus ada dan tumbuh dari dalam hati yang paling dalam. Semangat itu harusnya mampu menghilangkan semua prasangka negative dan menjalani dengan ikhlas, tanpa pamrih. Semangat itu harus ditukuan untuk diri sendiri yang paling utama, baru kemudian berbagi dengan yang lain. Apapun itu, bersemangatlah.


Terima kasih telah mengakses ceritafitriaa.blogspot.com
11 Juni 2014

© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis