October 27, 2015

Dating with My Sibling in Geometry Ice Cream Cafe





Heloo readers. Ini memang hampir Oktober tetapi kita semua setuju bukan kalau musim kemarau belum juga selesai. Nah panas-panas memang asyiknya makan es. Tapi kalau saya pribadi nggak sembarang es, lebih suka es krim karena lebih aman dan bergizi juga.

Yes, I am an ice cream seekers and ice cream lovers. Kali ini akan mereview ice cream café yang baru buka di kawasan Tangerang Selatan, lebih tepatnya di Pamulang. Yes, that was Geometry Ice cream yang lokasinya ada di depan Jalan Masuk Perumahan Witanaharja. Alamat lengkapnya Jl. Siliwangi Raya (Ruko Pamulang Permai)

Geometry Ice cream ini berkonsep café and resto yang memiliki 2 lantai dengan pencahayaan yang menghangatkan. Meja dan kursinya berbentuk bangun segienam, segiempat dan segitiga. Cukup unik dan kreatif. Di lantai dasar, tersedia juga beberapa mainan pintar untuk anak yang terdiri dari bangun-bangun geometri yang bisa dimainkan sambil makan es krim. Di lantai 2, ukurannya lebih luas dan ada mini stage untuk life music gitu. Untuk toilet, kamu nggak perlu khawatir karena tersedia di lantai 1 dan 2.

Suasana di Geometry Cafe (abaikan adik saya)
Geometry Ice cream tidak hanya menyediakan menu es krim, tetapi juga berberapa assorted cake (seperti rainbow cake, pancake, Lava cake, waffle, black forest), makanan (seperti dimsum dan french fries) dan minuman. Untuk range harganya berkisar Rp. 18.000 – Rp. 45.000. Anyway kemarin agak bingung sih mana yang menu es krim, mana yang cuma minuman biasa karena nama menunya unik-unik. Ada sweet cocoa, matcha sakura, chocky pocky, orion candy, rainbow bridges, purple crush, mocca locca, sugar star, giant love couple. Pada akhirnya saya memesan burger ice cream, hot dog ice cream, dan banana split.

Untuk hotdog ice cream dan banana split kamu bisa pilih 3 scoop es krim dengan rasa yang berbeda ataupun sama, tergantung selera. Pilihan rasanya ada 4, yaitu vanilla, green tea, rum raisin dan coffee & cream. Sementara untuk burger ice cream, kamu hanya bisa pilih 2 scoop. Anyway Rum Raisin nya super enak deh.

Burger Ice Cream yang udah dihancurin karena mau dimakan sama adik saya
Hotdog Ice Cream
Hotdog ice cream dan burger ice cream terdiri dari chocolate and strawberry caviar, rainbow chocolate crush, choco or strawberry syrup. Yang membedakan hanya bentuk rotinya, tapi keduanya sama sama menggunakan frozen bread. Nah banana splitnya agak unik sih karena kalau lazimnya Banana Split itu berbentuk banana boat, yang ini tidak. Banana split di Geometry Ice cream disajikan dengan piring lebar dengan potongan pisang kecil-kecil di pinggirnya. Tetapi tetap nyummy.
Banana Split
Tempatnya recommended banget untuk keluarga maupun rumpi-rumpi cantik atau tempat hangout bareng gebetan (hehe). Karena belum lama buka, maka masih ada promo discount 10% sampai akhir Oktober ini. Mungkin bisa masuk ke weekend list kamu, readers.

Price
Banana Split Rp. 22.000
Hotdog Ice Cream Rp. 25.000
Burger Ice Cream Rp. 25.000
Assorted Cake Rp. 25.000
Rainbow Cake Rp. 35.000
Blackforest Cake Rp. 35.000
Ice Cream Scoop Rp. 18.000
Mix and Match Rp. 18.000

chocky pocky, orion candy, rainbow bridges, purple crush, mocca locca, sugar star Rp.25.000

October 18, 2015

#Reviews4Indonesia Adriana : A Maze of Love in Kilometer 0



“Can we meet up again?”
“Sure”
“When?”
“When lift’s carpet changes five times, I will meet you in the place where two snakes wrap to wound for each other, when proclamation was read.”

Adriana : A Maze of Love in Kilometer 0 told about Mamen’s adventure to meet up again with beautiful girl who he met in one of elevator’s national library through her riddles. Unfortunately, Mamen who has good looking and a lot of ex girlfriends when in high school didn’t had enough knowledge about history. Fortunately, he was helped by his bestfriend, Sobar. Sobar was like walked history book, so he could solved every word in the riddles. But, the situation was complex when somebody also sent the riddles for Adriana and Mamen.

This book was written from two points of views by Fajar Nugros and Artasaya Sudirman. For the first time maybe we will be confused and guess byself about who and what this book told about. Why ? Because this book didn’t just tell about Mamen and Adriana, but also many histories inside. There were about when Soekarno (Proclamator and First President of Indonesia) built statue of Pancoran, Hatta (Proclamator and First of Vice President Indonesia) and his dream which never can be reached, Pitung’s (Champion of legend in Jakarta) love story, reincarnation of Marie Antoinette, story of Adriana van den Bosch and his husband (James) who fight for indigenous until died, and story about behind the picture of Ki Hajar Dewantara (Fathers of Education in Indonesia) in Indonesian’s currency.   

There’s so many histories indeed which packaged in 386 pages, but you won’t be bored when you read. There’s always a reason to open in every pages, cause it felt like you found the puzzle pieces which you’ve never known. This book had back-forward plot so we  had to be patient and focus indeed. But seriously, you wont be bored when you read this book cause I felt like I was get in adventure.

This book also gave a lot of informations about histories of statues in Jakarta and its streets. One of quotes from this book was followed

I believe that our lovely city Jakarta contained a dragon. His tail was symbolized with fountain of  the Indonesian Banking which along to fountain of Hotel Indonesia. His stomach was in Semanggi where all of the axis turned and his head…in the Statue of Young Bulid who symbolized with fires. So, here we are, The stronger of Asian Tiger.

That’s why there’s so many buildings and center of bussines was there and made of traffic jam. This book also told about triangle love story with  extraordinary relieved from Mamen, I thought.

After finished this book, i would travel in Jakarta to see the statues and its history inside by myself. I was curious too with Adriana van Den Bosch’s grave in Bogor Botanical Garden. By the way, this book also had filmed with the same tittle by Fajar Nugros as Director in 2014.

Besides that, there’s so many riddles pieces which awesome packaged that you found out in this book. Here they were

“The day is three days after Fatahillah swept away Portuegese from Sunda Kelapa Harbour. The time was when Diponegoro’s War happened. However, people who touch ground have known when they were died, their bodies will have a grave far away from their countries. I am who waiting for you is Adriana, with  her dream that never extinguished”

“He solt his car to built me. Meet me in the place where I direct in the time of my deathly, Adriana”

“Tomorrow, when three in one ends, the dancer have to meet her boss in the head of dragon in the dark.”

“A place where Arjuna’s archer is there, look forward and bring me the archer, when three in one begins, Adriana”

“I was my country who I present  for this city”

“Meet me in the puddle of muds, a place where the buffalo has been dating, when they have legitimated me. Bring me the present for my heart, Adriana”

Okay, that’s all my review about Adriana. For readers who had read and loved this book, maybe we can make some tour history to visiting statues which told in this book. Happy reading and happy adventuring.



This book review is written to participate on #Reviews4Indonesia movement by NulisBuku.com & Kutukutubuku.com to support Indonesia as Frankfurt Book Fair's Guest of Honour 2015.


.






October 17, 2015

Behind the story of #219pleasebemyday





Teman Seperjuangan Sidang dari AKUKECE (Ical, Fahmi, and Irvan)
Allhamdulillah, kesempatan ini datang juga. Membagi lagi salah satu moment yang membahagiakan, mengharukan, melelahkan dan menguras perasaan. Senin, 21 September 2015 lalu menjadi akhir dari perjuangan selama 7 bulan yang menguras tenaga, perasaan serta pikiran. Iya, satu kata keramat bagi mahasiswa tingkat akhir yang tidak pernah berani saya ucapkan selama beberapa bulan terakhir ini telah berhasil saya selesaikan. Yap, I’ve done completely.

Its not about S.E tetapi ini tentang bagaimana akhirnya mampu melepas beban skripsi di kepala dan keseharian. Saya sadar benar kalau saya akan segera menggantinya dengan beban yang baru, yaitu fresh graduates. Tetapi sungguh syukur yang luar biasa ini menjadi perasaan haru yang meledak-ledak ditemani hujan yang turun di hari kelulusan (ini nggak lebay, tapi hujan emang beneran turun menjelang pengumuman kelulusan. Allhamdulillah banget setelah berbulan-bulan nggak pernah ujan akhirnya turun ujan).

Well, ujian skripsi ini memang sudah saya harapkan terjadi sejak 1 bulan lalu, namun Tuhan rasanya belum memberi restu. Maka dari itu, baru dapat berlangsung bulan ini. Meski begitu, tidak dapat dipungkiri kalau perasaan gelisah, khawatir dan takut terus berselimut dalam diri saya. Allhamdulillah, siding yang berlangsung hari Senin itu juga bersamaan dengan jadwal sidang #teammate PSDA, yaitu Ical dan Irvan. And yes, tanpa direncanakan atau janjian kita kedapatan jadwal sidang yang sama dan berjuang bersama di hari itu.

Teammate PSDA nyampe sidang juga bareng (with Ical and Irvan)
Sidang yang dimulai dari jam 8 dan berakhir menjelang magrib ini menguras tenaga, pikiran dan emosi banget tentunya. Setiap mahasiwa akan diuji oleh 3 dosen berbeda dengan waktu yang nggak menentu. Tetapi allhamdulillah semuanya terbayar dengan pengumuman kelulusan menjelang magrib. Tidak hanya itu saja, supporter dan teman-teman yang mengucapkan selamat menyambut kami (saya dan 6 teman lain yang sidang pada hari itu). To be honest, karena haru blogger yang personalitynya Melankolis ini sempat berkaca-kaca, iya tapi nggak nyampe pecah haha.

Terima kasih untuk Akukece, Tim PSDA 2015 dan teman-teman KOPMA yang sudah jadi supporter di 1 jam menjelang pengumuman.

Supporter hari ini ; Beberapa rakyat Kopma, khususnya TIM PSDA
Suppoter dari AKUKECE
Untuk dapat sampai pada hari ini, ada banyak nangis-nangis yang pecah sebelum tidur ataupun pasca ketemu dosen dan masih harus revisi. Atau juga bolak balik setiap sabtu selama sebulan untuk ‘mengobati’ data yang bermasalah. Tetapi, semuanya hanya saya benamkan sendiri di bawah bantal dan jarang saya bagi pada orang lain. Saya sadar kalau bagaimanapun juga ini adalah konsekeuensi atas keputusan saya dalam memilih dosen pembimbing. Yang saya sadari semua ini terjadi antar 2 hal, yaitu kebodohan saya dalam memilih atau kesombongan saya yang berbuah asam. Tetapi, apapun itu, saya tidak bisa menyesali atau mengeluhkan, ya saya hanya bisa adalah menangis dan sambil terus mencoba mencambuk diri. Meski tidak dapat dipungkiri, kalau malas juga bergelayut. Puncak rasa frustasi saya adalah lupa jalan pulang. Ya, saya sampai lupa jalan yang biasa saya gunakan menuju rumah menggunakan sepeda motor.

Dan hari ini saya mampu menuliskannya di sini, mengurai perjalanan panjang kemarin yang melelahkan tetapi menemukan garis finish. Allhamdulillah.

Ritual tebus dosa a.k.a makan makan

24 September 2015

Pluto (Myungwangsung)







When planets move, they sing a song
But we cant hear it
Unless we are in black hole
Dying

Well, siang tadi saya baru saja menonton salah satu Korean Movie berjudul Pluto. Honestly, niat utama untuk menonton film ini adalah melihat aktingnya Song Joon. Yeah, maybe he will get in one of my Korean crushes lists haha.

Scene film ini diawali dengan ditemukannya sebuah mayat pelajar bernama Taylor Yujin (Song Joon) di gunung belakang sekolah. Yujin ditemukan tewas dengan luka di bagian kepala. Tidak jauh dari tempatnya tewas, terdapat sebuah ponsel milik June (Lee David)—teman sekamar Yujin. Di dalam ponsel itu juga terdapat rekaman Yujin yang lemah dianiaya sebelum benar-benar mati. Tidak hanya itu saja, catatan panggilan terakhir di ponsel June juga menunjukkan kalau dia menghubungi Yujin sebelum Yujin tewas. Semua bukti-bukti itulah yang menggiring June menjadi tersangka. Tetapi, benarkah June yang membunuh teman sekamarnya itu ?

Rekaman di ponsel June
Yujin merupakan siswa yang selalu berada di urutan pertama (ranking 1) dalam special class di Se Young High School. Special Class adalah kelas khusus untuk 10 orang terpandai berdasarkan ranking, penghuninya hanya 1% dari jumlah siswa di sekolah tersebut. Siswa-siswa di kelas ini dipersiapkan untuk dapat masuk Seoul National University. Siswa-siswa yang berada di special class memiliki urutan tempat duduk yang disesuaikan dengan peringkat mereka dan akan berganti setiap hasil ujian keluar. Yujin selalu berada di peringkat 1. Tak pernah tergantikan. Siswa-siswa di kelas ini juga sangat kompetitif bersaing agar tidak terdepak dari special class. Merekapun belajar di kelas tersebut sampai malam hari.

Yujin (Leader Special Class) dan anak-anak di Special Class
June yang merupakan murid pindahan dari Gahwa High School ingin sekali masuk ke dalam special class, terlebih lagi ketika dia mengetahui bahwa siswa-siswa di dalam special class memiliki special notebook yang dapat memuat informasi sehingga mereka dapat terus bertahan di kelas tersebut. Keinginan June sebenarnya sangat sederhana, dia ingin masuk kelas tersebut agar nantinya dapat berpeluang masuk ke Universitas unggulan di Seoul dan mengubah kehidupannya untuk menjadi lebih baik, seperti yang diinginkan ibunya. Tetapi, tidak mudah untuk dapat masuk ke dalam special class dan mendapatkan special notebook. June harus melewati berbagai misi yang dipersiapkan oleh Yujin dkk. (FYI : Yujin ini leader di special class).

June dengan teleskopnya
Berbagai misi harus dijalankan June meski misi-misi itu dapat dikatakan ekstrem dan membahayakan. Mulai dari menganiaya guru les dan mendapatkan tasnya, merusak dan membalikkan mobilnya, membuat ramuan nitroglycerine, melakukan pelecehan seksual pada hacker special class yang sebenarnya adalah teman dekat June sendiri hingga melakukan misi terakhir yang mengantarkannya pada pilihan antara teman dan ibunya.

Misi Pertama June
Misi Kedua June
Sebenarnya, June merupakan anak yang pandai. Terbukti dengan kemampuannya membuat ramuan nitroglycerine yang dapat meledakkan dengan keras, seperti bom. Tidak hanya itu saja, June memiliki ketertarikan di bidang astronomi. Hobinya adalah memantau dengan teleskop, termasuk gadis yang disukainya yaitu Kang Mira. Bahkan Kang Mira diibaratkan sebagai Charon (Satelit dari Pluto).  Sayangnya, Kang Mira lebih tertarik dengan Yujin. Kepandaian lain June adalah saat pemikirannya—tentang alasan mengapa Pluto tidak lagi masuk dalam jajaran tata surya—diminta oleh gurunya untuk dibuat dalam essay dan dijadikan referensi untuk siswa dalam special class.

Ledakan yang ditimbulkan dari nitroglycrine buatan June
Yujin berpendapat Pluto dikeluarkan dari jajaran tata surya karena jaraknya yang sangat jauh dari matahari dan orbit yang tidak stabil. Selain itu ukuran Pluto terlalu kecil dibandingkan dengan planet lain. Sementara June mematahkan alasan Yujin. Bagi June, Pluto tetap planet ke-9 dalam tata surya. Dikeluarkan dari jajaran tata surya adalah asumsi yang menganggap matahari sebagai pusat tata surya. Seharusnya bintang tidak dilihat dari bentuk, ukuran atau jaraknya dari matahari. Bintang hidup dan mati, seperti manusia. Matahari sudah tua dan tidak ada yang abadi.

Film ini juga kental dengan bullying dan persaingan yang membuat kita mengerutkan dahi. Ya, mereka bisa dapat saling ‘menyingkirkan’ untuk dapat berada di posisi puncak dalam special class. Tidak terkecuali untuk membunuh temannya sendiri. Ataupun berburu kelinci dan meminum darahnya untuk mendapatkan peringkat terbaik di sekolah. It sounds no make sense. Tetapi, mereka melakukannya.

Kelinci mampu berlari dengan cepat saat mendaki bukit, tetapi akan berjalan pelan ketika menuruni  bukit, maka dari itu mereka (Rabbit Hunting a.k.a kelompok  di special class) mengejar kelinci yang turun dari bukit untuk lebih memudah mendapatkannya, memangsa dan meminum darahnya.

Kelompok Special Class yang sedang minum darah kelinci
Kalau dilihat lebih jauh, film ini sebenarnya lekat dengan kehidupan sekitar. Dimana, kepandaian orang dilihat dari gradesnya di sekolah. Semua itu tidak luput dari tuntutan orang tua yang membuat anak-anak tertekan dan berusaha mewujudkan keinginan orang tua mereka. Bahkan, anak baik seperti June pun dapat berubah menjadi ‘monster’ secara tidak langsung akibat tekanan untuk mewujudkan keinginan ibunya. Begitu juga dengan Yujin yang hampir membunuh ayahnya karena selalu disiksa dengan sabuk setiap nilainya turun.


Film keluaran 2013 ini menggunakan alur maju mundur dengan unpredictable ending. Saya rasa nggak rugi kok kalau kamu nonton film ini. Highly recommended.


Happy watching

September 14, 2015

Surga


Jendela itu terbuka dengan jelas
Memperlihatkan air terjun yang tumpah indah dari pelupuk matanya
Menangispun ia tetap terlihat cantik
Sama cantiknya dengan dan harapnya untuk putra-putranya
Sayang saja lukanya terlalu dalam untuk mempertahankan kebahagiaan putra-putranya



11 September 2015
© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis