January 13, 2012

Gravity

Gravity

by Sara Bareilles

Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do, I still feel you here 'till the moment I'm gone.

You hold me without touch.
You keep me without chains.
I never wanted anything so much than to drown in your love and not feel your reign.

CHORUS
Set me free, leave me be. I don't want to fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall, just the way I'm supposed to be.
But you're on to me and all over me.

You loved me 'cause I'm fragile.
When I thought that I was strong.
But you touch me for a little while and all my fragile strength is gone.

CHORUS
Set me free, leave me be. I don't want to fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall, just the way I'm supposed to be.
But you're on to me and all over me.

I live here on my knees as I
Try to make you see that you're
Everything I think I need here on the ground.
But you're neither friend nor foe though I
Can't seem to let you go.
The one thing that I still know is that you're keeping me down
You're keeping me down, yeah, yeah, yeah
You're onto me, onto me and all over

Something always brings me back to you
It never takes too long

First Saturday 2012

Dalam 48 jam yang tersisa, semuanya terasa seperti keajaiban

Dalam asa yang semakin terkubur serta mengabur, pesanmu datang seperti menghibur

Dalam keputusasaan dan kebencian yang tertelan, semuanya hanya menjadi kesalahpahaman

Dalam 300 menit bersama kamu dan hujan, semua rasa kesal menjadi uap

Bertemu wajahmu hari ini seprti baru melihatmu kemarin

300 menit bersama kamu seakan membakar 180 hari yang sepi

Sabtu pertama di 2012 ini sungguh menyembuhkan Jumat terakhir di 2011

Kalau aku sang penguasa waktu, akan kupatahkan semua jarum jam di muka bumi

Biar detik tak bisa menuju menit

Dan menit tak bisa mencapai jam

Biar aku dan kamu tak berakhir

Terus terpenjarakan dalam rintik hujan yang tak mau usai

Berbingkai cerita sama yang diulang tanpa lelah

Biar saja semua tercurah

Petemuan ini menjadi manis sekaligus tragis

Menjadi orang pertama yang kau surati atas kedatanganmu

Tapi menjadi orang yang terakhir kau temui dalam sisa 48 jam milikmu

Lebih dari tapi, sabtu 7 Januari 2012 dalam 300 menit ini adalah pilihanNya

PilihanNya yang terbaik untuk aku dan kamu

Dua orang yang Dia cintai

7 Januari 2012

Last Friday 2011

Jumat ini kuharap datang lebih cepat

Menghancurkan jarak yang menjadi sekat

Supaya kita bisa lebih dekat

Alih alih datang dengan cepat, Jumat ini berlangsung lebih cepat

Seperti digerogoti hujan dan keputusasaan

Jumat ini akan segera lewat

Dengan janji dan skenario pikiran yang ikut terlumat

Jumat ini akan segera lewat

Meski melepasnya terasa berat

Mengingat janji dan harap yang kita buat

Yang nyatanya cuma jadi karat

Karena kamu memilih untuk tak berkutat

30 Desember 2011

Bertemu Rindu, Rindu Bertemu

Lima menit lagi, jarum jam di kamarku akan membentuk sudut 180 derajat. Sebelumnya aku tak pernah seperti ini—disergap atmosfer kesepian di siang hari lalu menikmatinya.

Biasanya aku lebih memilih membenamkan kepala di atas bantal lalu menyusuri alam bawah sadarku, khususnya saat cuaca begitu sejuk dengan rintik hujan yang terkadang datang, seperti saat ini.

Kenyataannya aku menomorsekiankan aktivitas favoritku itu.

Aku lebih memilih duduk di sudut kamar berteman kertas dan pena, juga setumpuk kenangan dalam pikiranku.

Aku merindukan mereka. bukan kesepian atau ingin cari pelampiasan. Aku sungguh rindu mereka karena rasa itu hadir begitu saja. Perlahan berbagai kenangan seperti roll film yang bermain di dalam pikiranku sendiri. Warnanya hanya abu-abu atau hitam putih saat ini. Karena semua itu kenangan. Karena semua itu masa lalu, yang sudah ditelan waktu. Tak akan kembali, tetapi masa lalu itulah yang menghadirkan hari ini. Perasaan rindu yang tergumpal seperti permen kapas untuk mereka.

Dahulu, aku lebih egois. Menghentikan setiap perasaan rindu yang menyergap—yang kurasa hanya aku yang rasa..

Namun, sekarang aku tak sedikitpun berusaha menggilas rasa itu.

Aku menikmatinya. Menelan rasa ini sendirian ataupun melihat potongan memoar masa lalu dengan rasa rindu.

Saat pertama bertemu, saat kita masih sama-sama begitu lugu. Saat tahun pertama dihabiskan dengan bermain 'The Sims' di akhir pekan. Saat ‘Rocket Girls’ menjadi permainan favorit di jam istirahat. Saat ‘First Love’ milik Utada Hikaru menjadi lagu favorit bersama. Saat setiap rasa tumpah dalam buku curhat. Saat tipe ex merah menjadi saksi truth or dare. Saat konflik pertemanan datang bertamu. Saat tertawa bersama. Saat sleep over di liburan semester. Saat menyukai satu orang yang sama. Saat menangis bersama. Saat tumbuh bersama. Saat melalui jatuh cinta yang tak terbalas. Saat belajar bersama. Saat mendaki di Kaliurang bersama. Saat ketakutan bersama. Saat tiup lilin dan doa bersama.

Semua itu yang bermain dalam pikiranku saat ini. Begitu sedikit jika dibandingkan usia kebersamaan kita hingga saat ini..

Aku rindu kalian. Ingin bertemu, ingin tersenyum bersama Radini dan Marisa.

57$>gp>

24 Desember 2011

#kangen-to-the-maxwithyou(s)

January 6, 2012

After The Rain


After The Rain
by Adhitia Sofyan



If I could bottled the smell of the wet land after the rain

I’d make it a perfume and send it to your house

If one in a million stars suddenly will hit satellite

I’ll pick some pieces, they’ll be on your way



In a far land across

You’re standing at the sea

Then the wind blows the scent

And that little star will there to guide me



If only I could find my way to the ocean

I’m already there with you

If somewhere down the line

We will never get to meet

I’ll always wait for you after the rain
© My Words My World 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis